Anggota DPRP Kecewa Akibat Management PTFI Tidak Hadir Pertemuan

Cinque Terre
Alexander Gobai

6 Bulan yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAYAPURA,KABAR MAPEGA.com--Pertemuan antara SPSI dan manajemen PT Freeport Indonesia  difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang membahas masalah klasifikasi masalah PHK 8.000 Ribu karyawan di Timika,sejak tadi siang Selasa (20/06) pihak management PTFI tidak hadir dalam pertemuan.

 

Anggota Komisi I DPR Papua, Wilhelmus Pigai mengatakan,kami sangat kesal dengan pihak management  Freeport tidak menghargai undangan.

 

Kata dia,sebelumnya juga pihak management PTFI tidak hadir saat pertemuan pada hari Jumat (16/6/2017) dengan SPSI Kabupaten Mimika, sarikat pekerja  semua perusahaan kontraktor, sub kontraktor, dan privatisasi, selain PUK dari SPSI di DPR Papua.

 

Dalam pertemuan lanjutan ini dihadiri Mewakili kepala Dinas Tenaga kerja Propinsi Papua dan Tiga Anggota DPRP Papua serta Tim SPSI timika.

 

“Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) akan menyurati pihak magament ketiga kali lagi untuk  Audensi dengan berapa pihak seperti Gubernur Papua,DPRP Papua dan SPSI untuk mencari solusi dan klasifikasi masalah PHK 8.000 karyawan,”Ujrnya lelaki asal paniai.

 

Lanjutnya pigai,pemangilan ketiga Kali, pihak management PTFI tidak dindahkan maka,kami akan melaporkan pihak keamanan sehingga mereka mengudang pihak management.tugas kami sebagai wakil rakyat sudah menyurati tiga Kali.

 

“Pihak management PTFI tidak hadir dalam pertemuan pekan depan kami akan mengambil tindakan Sesuai aturan UUFD yang berlaku,” katanya.


Sementara itu, Anggota DPRP Papua Laurenzius kadepa mengatakan,sebenarnya SPSI ini Mitra kerja dari management PTFI tapi,selama ini mengapa pihak tidak dihadiri pertemuan.

 

“Kami akan mengudang semua pihak baik itu Gubernur Papua,Kepala Dinas Tenaga kerja Propinsi Papua,anggota DPRP Papua lebih khususnya Pemilihan dapil tiga Barulah ada jalan Keluar untuk penyelesaiannya,”tegasnya kadepa.
 

Ketua SKEP SPSI cabang kabupaten Timika Aser Gobai mengatakan, pihak management PTFI tidak dihadir 10 Juli maka,kami akan melakukan mogok total.

 

“Kami curiga bahwa,apa yang management lalukan ini sepertinya lempar batu disembunyi tangan,”ucapnya Aser Gobay.

 

“Seharusnya kami duduk bersama pihak management PTFI,Anggota DPRP Papua dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi Papua untuk klasifikasi masalah PHK bagi 8.000 karyawan,”ujarnya gobai.

 

Pewarta : Yulianus Nawipa

 

Editor     :Martinus Pigome

 

Baca Juga, Artikel Terkait