Arnol Belau: Saya Siap Kasih Belajar Menulis Asalkan Ada Kemauan

1 Bulan yang lalu

PENDIDIKAN

ADMIN


JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com - Salah satu media online terkenal di Papua, www.suarapapua.com menggelar pelatihan jurnalistik. Pelatihan itu diikuti sebanyak 50 orang yang berasal dari mahasiswa/I Intan Jaya yang kulia di Jayapura (15/06/17). 

 

Dalam sambutan Pimpinan Redaksi suarapapua.com Arnol Belau mengatakan dirinya mengucapkan banyak terimakasi kepada  badan pengurus Asrama Intan Jaya karena telah menyediakan tempat untuk bisa melakukan pelatihan jurnalistik ini.  Selain itu Belau mengajak peserta yang berminat dan serius boleh datang kepadanya untuk belajar lebih dalam lagi. Ia bakal bersedia mendampingi, asal ada kemauan dari peserta. 

 

“Bagi yang berminat dan ingin belajar serius bisa datang, saya akan memberikan pelatihan lebih agar punya niat dan tekad ," Kata Belau  singkat.

 

Dalam Kegiatan pelatihan jurnalistik itu telah menghabiskan waktu selama tujuh jam. Nara sumber dalam kegaiatan jurnalistik kali ini dari  jurnalis Koran Jubi dan tabloidjubi.com,Benny Mawel penyampaikan materinya,tantangan anak asli Papua menjadi wartawan,Hendrikus Yeimo menyampaikan materi,bagaimana penulis pemula memulai menulis, kemudian Agus Pabika menyampaikan materinya,foto jurnalistik dan fotografi.

 

Benny Mawel yang sering dicap sebagai wartawan separatis itu,dalam materinya menjelaskan orang suka menjadi seperti orang atau penulis lain.Tapi,sampai kapan pun tidak akan bisa menjadi seperti orang itu. 

 

“Kalau saja tidak pernah baca atau menulis jangan bermimpi akan jadi wartawan. Menurut dia orang itu, menjadi wartawan frofesional selain membaca dan menulis harus melakukan pendekatan dengan mereka yang mahir dalam dunia menulis. Sering bertemu dan bercerita,”katanya.

 

 “Kita bukan mengajak menulis untuk membolak-balikan fakta. Kita ajak kalian supaya menulis berita lalu menyampaikan kepada publik yang benar,”Ujarnya Mawel lelaki Asal Wamena ini.

 

“Disini,Papua banyak media yang bekerja tra (tidak) benar. Ada sebagian wartawan yang menyampaikan menulis serta informasi sesuai kejadian. Tapi banyak juga yang tulis tidak sesuai fakta di lapangan”, lanjutnya pria yang pernah ditodong dengan senjata itu.   

 

Sementara itu, Hengky Yeimo dihadapan peserta, Yeimo menegaskan kalau menulis jangan takut salah. Karena menurut dia, editor bisa perbaiki kesalahan penulis. 

 

Pria yang lama bekerja di majalah online www.selangkah.com itu mengajak, agar setiap peserta juga giat membaca buku, artikel, literatur dan lainnya.  

     

Demikian kata Yeimo, “Setiap kata adalah roh. Jangan takut untuk salah. Edit ka, apa ka itu urusan dari belakang. Tulis saja yang ada dalam ko pu pikiran. Kalo tra tulis otak bisa picah. Setres, strok dan stress,”ungkapnya.

 

“Kita yang hadir disini bukan mau diajak untuk membolak-balikan fakta atau kebenaran. Kita ajak kalian suapay supaya menulis dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, Tapi jangan lupa. Menulis tapi harus ingat membaca lagi”, lanjut pria kelahiran Puncak itu. 

 

Sementara itu,narasumber Agus Pabika dalam materinya menjelaskan, pengertian dan kelebihan dari foto.Pabika berujar,foto juga tidak kalah manfaatnya dengan tulisan. Bahkan menurut Pabika, foto juga memvariasi segala sesuatu dalam kehidupan.  

 

“Foto juga bisa menjadi pelengkap berita atas peristiwa. Dimana foto memberikan pesan moral kemanusiaan,”ujarnya salah satu anggota Papuansphoto itu.

 

Yosafat Muyapa salah satu peserta pelatihan mengaku,terimkasih kepada pimpinan suarapapua dan narasumbernya.

 

“Kami sangat beruntung,kami bisa dapat berharga dalam dunia menulis,”katanya.

 

Pewarta : Soleman Itlay

 

Editor     : Martinus Pigome

Foto Kabar Peristiwa