Atasi Miras, Gubernur Papua Diminta Buat Pergub Ketertiban Sosial

25 Hari yang lalu

TANAH PAPUA

ADMIN


JAYAPURA, KABARMAPAEGAA.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Daereh Pengangkatan (Dapeng) Wilayah Meepago, Jalur Otsus, John N.R. Gobai menyatakan, demi mengatasi pemabuk Miras yang bekepanjangan di Papua meski ada peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran dan Penjualan Minumal Berakohol,, harus ada peraturan Gubernur (Pergub) tentang ketertiban sosial sebagai eksen nyata.

 

“Pelarangan ini hanya diberlakukan terhadap peminum dengan menetapkan Pergub. Siapa yang munim ditangkap,” kata Gobai Kepada kabarmapegaa.com, Kamis, (21/12/17).

 

Menurutnya, penegasan ini harus diperhatikan, Satpolpp dan Dinas terkait dimakasimalkan serta Patroli Polisi. Sehingga, semakin ditekan terhadap peminum, maka, penjual toko dan agen miras akan semaki tertekan juga.

 

“Saya pikir, bisa mengambil contoh di jawa, yang tiap malam mobil patroli bertugas mengamankan peminum dan kejadian peristiwa lainnya,” katanya.

 

Kata  Gobai, demi pengamanan ini, perlu membuat Pos Polpp, misalkan, di daeaah Abepura, Sentani dan Jayapura. Sehingga, tiap malam dikontrol terus.

 

“Diatas jam 10 malam, patrol sudah bertugas, bila kedapatan peminum dan kejadian yang lainnya ditangkap dan dipenjarahkan,” ungkapnya.

 

Disinggung soal banyak pengangguran di Papua, Kata dia, perlu ada pergub juga  tentang penganggkatan karyawana.

“Caranya ketika membuka swalayan atau toko-toko besar untuk mengangkat dan menerima karyawan Orang Asli Papua (OAP) maksimal 80% dan pendatang 20%,” jelasnya.

 

Salah seorang peminum atas nama Jemz, menyatakan, kalau mau menerapkan peraturan bagi peminum,  bagi dirinya baik-baik saja, hanya saja perlu meninjau apakah peraturan hanyalah sebagai momok semata.

 

“Peraturan demi peraturan dibuat pemerintah, tapi implementasinya sangat minim. Kalau sudah seperti itu, kami tetap akan terus minum,” jelasnya.

 

Pewarta        : Alexander Gobai

Foto Kabar Peristiwa