Gizi Buruk Asmat 61 Anak Meninggal Pemerintah Wajib Menangani Persoalan ini

29 Hari yang lalu

ARTIKEL

ADMIN


 

          

Oleh Efendi Minai

 

Artikel Kabarmapegaa.com--Indonesia paling ufuk timur salah satu kabupaten dari provinsi Papua yang mengalami kekurangan gizi pada anak balita sekitar 61 anak mati dengan sia-sia karena pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terlambat mengatasi  campak atau gizi buruk itu, sehingga yang nantinya menjadi harapan besar bagi tanah Papua, makin hari makin lama menurun pengharapan Papua terkhusus masyarkat Asmat.

 

Masyarakat Asmat ingin sekali untuk bebas dari keburukan gizi. Pengharapan besar bagi mereka adalah pemerintah harus mengdengarkan aspirasi masyarakat  yang saat ini menderita di Asmat.

 

Apa manfaat dari Kehadiran otsus Papua? Kemudian apa manfaat kehadiran perusahan terbesar PT. Freeport di Papua?  Jika tidak mengatasi masalah ini secara tidak serius kematian bayi akan meningkat hinga ratusan anak akan punah didepan mata pemerintah.

 

Penderitaan gizi buruk bukan hanya Asmat saja, namun kabupaten Kaimana, Paniai dan beberapa kabupaten di Papua mengalami hal yang sama sehingga pemerintah daerah setempat berperan aktif memeriksa dan mengawasi kondisi kesehatan masyarakat supaya penyebaran penyakit dapat dicegah dengan cepat.

 

Pemerintah daerah wajib memantau, melihat dan mengelilingi terus daerah-daerah yang diperkirakan terjangkit penyakit atau gizi buruk, tidak hanya menghebokan dimedia saja, akan tetapi melayani masyarakat dengan merawat turun lapangan untuk menghetikan campak atau keburukan gizi di tanah Papua.

 

Lain dikursi sopa dan lain derita diatas tanahnya sendiri, hal inipun bisa diatasi pemerintah sendiri tidak hanya sekedar kunjungan, namun berpikir bagaimana bebaskan dari  gizi buruk di tanah Papua ?

 

Masyarakat pribumi tangisan terus menerus sama seperti anak ayam kehilangan induknya.  Utamakan Sumber Daya Manusia SDM, untuk menjaga, melestarikan, membudidayakan sumber daya alam di Papua. Jangan terbalik, utamakan Sumber Daya Alam (SDA) lalu mempersiapkan (SDM ) itu salah.

 

Orang nomor 1 di Indonesia, Presiden Joko Widodo memerintahkan sebuah tim untuk segera kelapangan di kabupaten Asmat Papua untuk menyelesaikan masalah gizi kronis yang sejauh ini menimulkan setidaknya 61 korban jiwa.

 

Jakowi menyatakan bahwa perintah tidak berdiam diri terhadap kejadian luar biasa ( KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi diwilayah paling timur Indonesia.

 

Jokowi perintahkan tentara untuk melihat kondisi masyarakat Asmat sangat tidak masuk akal, Asmat tidak perang suku, tidak ada keributan dengan kekerasan, namun masyarakat Asmat mengalami gizi buruk yang bisa ditangani oleh dokter bukan tentara menjadi dokter menyelesaikan masalah di Asmat.

 

Menurut saya, adanya pesta demokrasi politik ini pemerintah akan lupa saudara-saudarI kita yang saat ini kekurangan gizi buruk itu. Untuk itu, politik bukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melainkan mematikan sumber daya manusia dengan karenakan politik pilkada serentak di Papua mengalabui masalah campak dan gizi buruk di Asmat.

 

Sangat sayang sekali saat mengalami musibah, tiba-tiba datangnya mani politik Pilkada Gubernur di provinsi Papua untuk mengalabui penderitaan diasmat dan akhirnya akan diabaikan begitu saja.

 

Kehilangan manusia banyak kerugian bagi Negara diantaranya:

1.Sumber daya manusia menurun

2. Penduduk makin menurun

3. Harapan bagi negara tak terwujud    

4. Kehilangan budaya' etnis, bahasa dan lain sebagainya.

 

Selama  ini Negara tidak merasa rugi melihat dari realita di kabupaten Asmat jika tidak kunjungi terus menerus hingga tuntas.

 

Menurut Nurputji, kunjungan ke Asmat pemerinta pusat maupun Daerah beberapa penyebab dengan bahan bama yang mempersiapkan sebagai kebutuhan masyarakat Asmat."Masalah utama kurang gizi karena masyarakat asli sudah tidak memproduksi Sagu. Karena ada pembagian beras raskin yang mereka tunggu dan dapat setiap bulan,"k ata Nurpudji melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.id,Sabtu,10 Februari2018.

 

Gizi buruk memperluas diseluruh wilayah Papua, maka dengan itu, sesuai dengan pesan oleh Jokowi kepada pemerintah daerah secepat mengatasih masalah gizi buruk di asmat harus  menindak lanjuti.

 

Penulis adalah mahasiswa Universitas Cendrawai Papua

Foto Kabar Peristiwa