Ipmapan Se-Jawa Bali Tolak Dana Tugas Akhir via Rekening

5 Bulan yang lalu

KABAR PAPUA

ADMIN


SEMARANG, KABARMAPEGAA.com- Badan Pengurus Harian (BPH) Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) Se-kota studi Se-jawa Bali menolak rencana pemerintah Daerah Paniai, yang dikabarkan Dana Tugas akhir bagi mahasiswa dikirim melalui via rekening. Hal ini dikemukakan oleh Ketua-ketua Ipmapan se- Jawa Bali  dalam pertemuan yang berlangsung di Kontrakan mahasiswa Paniai,  Mugasari,  Jawa Tengah, Minggu (18/06/2017), pukul 11.00 - 05.00 WIB.

 

Pertemuan antar BPH se-kota studi Jawa Bali  ini merupakan persatuan sebagai wadah organisasi mahasiswa kab Paniai. Untuk  itu telah menyepakati  menolak suatu persoalan pengiriman dana tugas akhir melalui via rekening  ini melihat beberapa hal penting tentang pengembangan organisasi kedepan dan kebersamaan mahasiswa Mee kedepan.

 

Sebagai senior, Yunus Ekii Gobai mengatakan  utusan pemerintah kabupaten Paniai harus turun setiap kota studi untuk melihat tempat tinggal mahasiswa Paniai dan  permasalahan lainnya yang di alami  lapangan harapanya. 

 

Ketua umum Ikatan Mahasiswa Papua sekaligus mantan ketua korwil Ipmapan kota studi Bogor mengaku kalau di kirim uang melalui via rekening apakah pemerintah tahu terkait kondisi tugas akhir mahasiswa, tempat tinggal mahasiswa, persoalan mahasiswa setiap kota studi, Sehingga secara organisasi dan secara pribadi sangat menolak terkait pengiriman uang melalui via rekening.

 

Lanjut, kami mau pemerintah harus turun tangan agar keluhan mahasiswa Paniai setiap kota studi di sampaikan melalui tatap muka. Kalau tidak hal Ini sama saja dengan orang tua lepas tangan.
 

waktu yang sama, Ketua Ipmapan  kota studi Jakarta Sadrak Nawipa juga mengatakan saya juga sama pendapat menolak pengiriman uang Tugas akhir melalui via rekening.

 

Di sambung dengan ketua Ipmapan  kota studi Semarang Titus Gobai mengaku bahwa saya sakit hati akan permasalahan yang saya dan anggota saya  alami di kota studi saya. Karena setiap hari selalu menambah mahasiswa paniai baik itu pelajar maupun mahasiswa. Tetapi tempat tinggal seperti anak piatu.

 

"Untuk menjawab itu, orang tua saya Pemerintah daerah Kabupaten Paniai wajib hadir untuk melihat saya agar luka hati saya sembuh," harap Titus 

 

Tempat yang sama,Ketua Ipmapan kota studi  Malang, Yosafat Gobai mengaku saya senang bertatap muka dan melihat wajah orang tua saya. Kalau orang tua saya tidak datang melihat saya apakah tahu terkait kondisi saya.

 

Sementara itu, ketua Ipmapan Yogjakarta Anselmus Gobai mengatakan kalau memperhatikan biaya tugas akhir berarti pemerintah harus turun setiap kota studi dari bulan April dan Mei. Bukan bukan  bulan Juni dan Juli.

 

"karena semua mahasiswa pada posisi libur dan uang yang di kirim digunakan hanya sia-sia dan gagal dalam perkuliahan," ujarnya.

 

Menurutnya, bulan April dan Mei adalah posisi yang cocok untuk mahasiswa menerima uang tugas akhir melalui tangan ke tangan bukan melalui via rekening.

 

 

Ketua Ipmapan Surabaya, Yulianus Yumai dan Ketua Ipmapan Jember Yosafat Yatipai senada  bahwa kami satu dan sama maka apa yang di sepakati bersama  adalah hasil bersama,"tegasnya
 

Sementara itu, Partisipan dari kota studi salatiga Vincen Dimpau mengatakan saya orang Monii tetapi saya orang Mee karena perbatasan geografis  daerah Gelabali sampai Bibida masuk kab Paniai.

 

"Saya di kota studi Salatiga adalah mahasiswa pertama dari daerah itu. Tahun besok adik adik saya  banyak yang menyusul, harapan saya tolong memperhatikan kami dana dan tempat tinggal." pungkasnya.

Ketua Ipmapan kota studi Solo Ben Robi Gobai mengatakan, wacana yang di bangun oleh Pemda kabupaten Paniai kami kesal dengan cara pembagain Tugas akhir  ditahun ini kacau.'kata dia, bagus dari tahun sebelumnya.
 

 

Hasil akhir rapat   100 % menolak pengiriman dana Tugas akhir mahasiswa kab Paniai kota studi Se-Jawa Bali. Bila dana tugas akhir tidak sampai ke setiap kota studi maka kami siap turun lapangan di Ibu kota Jakarta dan Kab Paniai, keputusan bersama.

 

Pantauan media www.kabarmapegaa.com  kegiatan diskusi dimulai dan berakhir pada tepat waktu dan dilanjut dengan diskusi pengembangan organisasi dan situasi Papua.

Redaksi

 

 

Foto Kabar Peristiwa