Mahasiswa Minta, Pemerintah Dogiyai Serius Melihat Tembakan di Dogiyai

12 Hari yang lalu

HUKUM DAN HAM

ADMIN


YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Mahasiswa Mepagoo yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai  Yogyakarta – Solo (Ipmanapandode Joglo) gelar diskusi lepas terkait peristiwa penembakan di Dogiyai.

 

Kegiatan diskusi ini difasilitasi oleh Ipmado Joglo bertempat di asrama Dogiyai, Jln. Klebengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (8/4/2018).

 

Kegiatan ini membahas kronologis singkat yang ditayangkan oleh kabardaerah.com yang mengatakan Bupati Dogiyai, Kapolsek Dogiyai, Brimob serta beberapa kepala dinas turun damaikan kasus tersebut dan kronologi terkait yang di tulis kemudian dilaporkan oleh Benediktus Goo.

 

Dua presepsi yang ditemukan beda dalam pewartaan tersebut, mahasiswa menilai berita yang tayakan darikabar daerah lebih memihak kepada pemerintah.

 

Hal ini dekarenakan, mahasiswa nilai saat diskusi, Kapolres menyalahkan legislatif dan eksekitif yang adalah pemerintah sebab Kapolsek ada karena ada pemerintah dengan tugas mengamankan keamanan di pemerintah yang ada yang didalamnya ada masyarakat.

 

Sedangkan kronologis yang dilaporkan oleh Benediktus Goo Polisi pergi memanggil Brimob dan Timsus ke Moanemani. Satu jam kemudian sekitar pukul 21.30 Waktu setempat  menyerbuh para pemuda dan kemudian dua pemuda kena tembakan peluru api mengenai Geri Goo (23) tahun mengenai punggung belakang lurus dada dan paha kemudian sepanjang punggung, kaki, tangan tergores akibat tim gabungan menarik korban diatas aspal. Kemudian Rudi Auwe dapat tembakan di kaki kanan tetapi berhasil melarikan diri.

 

Dengan melihat kronologis ini menjadi pertanyaan dan menjadi catatan kepada pemerintah dan toko adat yang ada di Dogiyai untuk mengusut tuntaskan kejadian ini. Ungkap pelaku dan di proses secara hukum yang berlaku.

 

Mereka sepakat, kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan sebatas kata maaf dan saling menyalakan seperti yang diungkap Kaplres Arifin kepada kabardaerah.com.

 

Untuk itu, mahasiswa minta pemerintah harus serius dan jangan memihak kepada pihak tertentu dan harus memihak kepada masyarakat sipil dan adili pelaku yang mengeluarkan senjata api pada malam hari.

 

Pembahasan ini dihimpun media saat mengikuti diskusi yang diselnggarakan pada hari ini.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

Foto Kabar Peristiwa