Mahasiswa Papua di Manado Ditemukan Gantung Diri

1 Bulan yang lalu

TANAH PAPUA

ADMIN


MANADO, KABARMAPEGAA.com -  Salah seorang Mahasiswa Papua Asal Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang mengenyam Pendidikan di Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI), Fakultas Keperawatan Semester tujuh, Jhon Orocomna ditemukan Korban secara gantung diri. Lokasi kejadiannya di tangga-tangga naik lantai 2 tepat di Asrama Teluk Bintuni, Manado, Senin (11/12/2017)  Pukul: 06 WITA.

 

Dikatakan, korban Jhon Orocomna tidak seperti gantung diri, sebab posisi korban seperti berdiri. Sementara kakinya sudah terkena dengan tehel lantai hanya kain kecil yang diikat di leher lalu dapat ditahan dengan besi pegagan tangan tangga-tangga naik-turun asrama tersebut.

 

Demikian dikatakan, salah orang penghuni asrama yang juga saudaranya, Yulianus Orocomna, kepada kabamapegaa.com.

 

Menurutnya, kronologis kejadinya, bahwa sekitar pukul: 18:00 WITA sore, korban keluar dari Asrama dengan urusan pribadi. Belum disampaikan tujuan keluar si korban dengan teman-teman yang tinggal bersama di  asrama sebanyak 47 Orang penghuni asrama.

 

Peraturan asrama diatas pukul 24.00 WITA malam pintu pagar dan keadaan asrama sudah tak beraktivitas lagi hingga d pukul 06.00 WITA s pintu pagar sudah dibuka da aktivitas asrama sudah harus berjalan.

 

“Kami tahu saja, bahw si korban, tidur luar bersama-sama dengan teman-temannya, karena dilihat si korban sudah tidak datang dari jam yang sudah ditetapkan bersama,”katanya. Orocomna.

 

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Asrama Mahasiswa/i kabupaten Teluk Bintuni (AMTB) Hermanus Ogoney, mengatakan bahwa, jhon ini selalu tidur bangun bersama-sama di asrama ini. Namun, dengan adanya kejadian ini, kami merasa sangat aneh dan teraharu.

 

“Padahal setahu kami, si korban tidur diluar asarama bersama teman-teman, setelah dilihat si korban meningganya di asrama tepatnya di tangga-tangga naik turun,”jelasnya.

 

Melihat kejadian demikian, kata dia,  kain kecil yang diikat di leher, tidak dtemukaan si korban memegang kain dengan kuat.

 

“Kami tidak mengerti dengan situasi seperti ini,”terangnya.

 

Secara terpisah, respon dari pihak korban Orangtua Meminta Jenazahnya harus dipulangkan ke Papua. Sebelum diberangkatkan perlu diadopsi supaya peristiwa Kejadian agar orangtua menegetahuinya dari mana pelakunya.

 

Pantauan kabarmapegaa.com, sebanyak 6 Polisi mengujungi dan datang di asrama untuk mengamankan Jenazah si korban lalu di bawa ke Rumah Sakit Bayangkara Manado sulawesi utara untuk evakuasi otopsi.

 

Dikatakan, setelah hasil Otopsinya ade-ade datang ambil di kantor Polsek malalayang, Selasa, (12/12/2017) hari ini.

 

Pewarta    : Anton F. Gobay

 

Editor        : Alexander Gobai

Foto Kabar Peristiwa