Mantan DPRP Hagar Aksamina Madai Mendirikan Gedung Asrama demi Generasi Meepago

12 Hari yang lalu

ARTIKEL

ADMIN


 

 

Oleh Efendi Minai

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.COM--Mantan DPRP Hagar Aksamina Maday mendirikan asrama Kasih Hagar dengan inisiatif sendiri pada tahun 2010 untuk bertujuan menempati pelajar dan mahasiswa yang berlatar belakang orang tuanya kurang mampu untuk membiaya perkulihan mereka.

 

Adanya mahasiswa mahasiswi yang tinggal di  asrama Kasih Hagar adalah puluhan pelajar mahasiswa dari wilaya Meepago diantaranya, Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

 

Tinggal asrama gratis tanpa  pungut biaya apapun. Mereka hanya berpikir untuk kuliah tidak memikirkan pembayaran asrama dan pembayaran lampu, semua itu di tanggung  oleh ibu Hagar sendiri. Kami pelajar mahasiswa bersyukur  bahwa ibu Hagar telah menduduki jabatan sebagai DPRP tidak sia-sia Karena sekali kesempatan selamatkan puluhan mahasiswa bahkan ratusan mahasiswa dari berbagai daerah.

 

Hal ini sama dengan bapa mantan Bupati Paniai Naftali Yogi , S.Sos yang membeli gedung asrama khusus mahasiswa Paniai di kota study Jayapura, Nabire, Mankwari, Jakarta, Yogyakarta dan Manado.  Demikianpun dengan kebupaten lain seperti Deiyai Dogiyai dan umumnya Papua yang berpikir kedepan seperti mereka ini demi generasi berikutnya.

 

Pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah banyak pejabat terlebih khusus pejabat Meepago, namun tidak ada perhatian terhadap generasi Meepago yang saat ini sedang menempuh pendidikan usia Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Khusus perempuan Meepago Hagar Aksamina Maday membuktikan bahwa perempuan bisa dan mampu membeli asrama demi adik adiknya.

 

Ibu Hagar Aksamina Maday terkenal di Papua terlebih khusus di Meepago dan juga ibu adalah seorang penyanyi di Meuwodide dengan berjudul lagu ‘‘ Dobiyo Yoka Owaumi Uba-Uba’’.

 

“Saya duduk bersama ibu Hagar di lingkungan asrama, lalu saya bertanya kepada ibu??  Ibu tahun 2019 yang akan datang mau calon DPRP lagi  atau tidak karena saya melihat ibu punya prihatin terhadap generasi Papua memang sudah terbukti diantara ribuan pejabat Papua dan sudah sediakan tempat tinggal pelajar/ mahasiswa itu saja saya merasa puas.

 

Saya bangun asrama bukan saya pengen menjadi DPRP dan saya mendirikan asrama ini bukan politik, namun orang-orang Meepago sudah mengetahui melalui lagu yang saya pernah nyanyikan “Dobiyo Yoka Owa Umi Ubah-Ubah’’ itu sebagai harapan besar dalam kehidupan saya. Itu yang saya buktikan dan sudah terwujud, bahkan banyak rencana yang kelaknya Tuhan kehendaki saya akan buktikan lain kesempatan.

 

Mendirikan asrama ini, saya tau persis pelajar/mahasiswa dikota study Jayapura, hanya karena tidak ada tempat tinggal banyak mahasiswa/I yang kembali ke kampung mereka. Sebab itu, saya membantu beban orang tua mereka untuk biaya kuliah supaya anak-anak Papua  semua sekolah/ kuliah karena generasi Papua adalah harapan besar untuk tanah Papua ini.

 

Sesuai dengan harapan Ibu, ibu juga memberikan motivasi kepada  semua bahwa untuk membangkitkan semangat dalam situasi global ini.

 

Manusia hidup di dunia ini Tuhan sudah rencanakan dalam kehidupan kita dan rencana itu salah satu utusan dan salah satu pertanggung jawaban oleh setiap orang wajib di lakukan. Maka dengan itu, mama berharapkan kepada anak-anak di asrama harus memiliki cita-cita yang kelaknya akan bertanggun jawab melalui tupoksi di berikan kepada anak-anak.

 

Di asrama ibu berperang sebagai Pembina sekaligus pendiri asrama.  Penghuni asrama selalu mengadakan  berbagai kegiatan sepertinya: Rekoleksi, Panitia Natal, Panitia Seminar/penerimaan pelajar/mahasiswa baru, diatas dasar  tata tertip asrama yang  di tetapkan oleh badan pengurus asrama sendiri yang tak bisa di ganggu guat oelh siapapun Dia.

 

Contoh terbaik kepada seluruh pejabat Papua terlebih khusus pejabat Meepago belajar dari ibu Hagar Aksamina Madai dan beberapa pejabat yang telah bangun tempat tinggal mahasiswa dan pelajar ‘‘Jangan sia-siakan jabatan ketika ada kesempatan dan bukan membangun gedung mewah sendiri tetapi berpikir untuk membangun gedung umum.

 

Sambung lagi Magay, Generasi Papua adalah ‘‘harapan besar untuk penentu nasib sendiri diatas tanah Papua ini’’ setiap generasi Papua idealis yang tinggi dan memiliki skill dan bakat yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada setiap generasi Papua dengan berbagai macam bidang namun hanya karena tidak ada perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerinta daerah sehingga generasi Papua mudah terjerumus ke dalam minum mabuk, seks bebas, mengisap lem aibon dan hal hal yang dapat merusak karakter anak muda masa depan.

 

Generasi Papua hampir  punah habis oleh karya TNI PORLI Indonesia dan dunia modern ini hanya karena berbagai pengaruh yang mengdunia.  ini nantinya harapan orang asli Papua untuk penentu nasib sendiripun akan punah. Jika tidak komversihkan kelaknya kebiasaan itu berjalan generasi ke generasi, tidak mau selamatkan orang lain namun memetingkan kepentingan diri sendiri. Hal seperti itu virus yang tidak bagus timbul diantara kita, maka sebelum memperluaskan virus itu, lazimnya kembali ke nilain-nilai kemanusiaan yang sebenarnya hidup berdasarkan filosofi orang Mee yang sudah singgronkan dengan alkitab untuk hidup dengan kejujuran (Maday).

 

Akhir kata mari kita bekerja sama memotivasi sesuai bidang yang kita miliki sambil bergotong royong supaya generasi papua juga mampu bersaing dengan dunia lain. Generasi Papua juga mampu merubah tanah papua demi untuk rakyat Papua yang tertindas diatas tanah papua ini (KM).

 

Penulis adalah Mahasiswa Penghuni Asrama Kasih Hagar di Jayapura

Foto Kabar Peristiwa