Mari Kawan!! Hargai dan Cintai Tanah

Cinque Terre
Alexander Gobai

7 Bulan yang lalu
RENUNGAN

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh : Ancelmus Gobai

“Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali”. (Ayub 10:9)

 

Kita lahir dari sebuah kampung kecil masing masing. Ada kota karena ada kampung, ada kampung karena ada orang, ada orang karena ada tanah. Disana kita hidup di atas tanah. Tanah memberikan banyak manfaat sebagai pupuk tanaman, sebagai tempat tumbuh dan berkembang tumbuh tumbuhan dan hewan. Kita semua di bentuk dari tanah dan kembali menjadi tanah itu nyata dalam kehidupan tanpa kecuali.

 

Diatas tanah segala aktifitas kehidupan selalu berjalan lancar tanpa di ganggu guat oleh siapapun. Maka tanah menjadi kunci dalam segala pemberian dalam kehidupan

 

Jangan bermain dengan tanah, artinya jangan seenaknya menjual tanah dengan berjuta miliran. Anda mengambil uang berjuta miliran itu apakah tanah adalah ciptaan sendiri?? Tidak yang menciptaan selalu setia menonton perbuatan anda. Dia memberi gratis demi kebaikkan keturunanmu tetapi mengapa anda menghancurkan dengan menjual seperti miliknya sendiri.


Jangan makan tanah karena tanah yang memberi anda  makan. Jangan sumpah demi tanah karena tanah tidak bersumpa demi anda. Jangan memukul tanah karena tanah tidak memukul anda. Jangan menyakiti tanah karena tanah tidak menyakiti anda. Tanah itu benda mati tetapi seolah olah benda hidup karena selalu setia seperti ayah dan ibu dalam kehidupan.

 

Bila anda manusia dan anda mencintai tanah lakukan hal hal ini:

1.   Hargai dan cintailah tanah karena awal dan akhir dari tanah.
2.   Jangan membuat tanah bersusah payah tetapi buatlah tanah bersenang hati.
3.   Doakan tanah karena kita hidup dan mati di atas tanah
4. Jangan menjual tanah karena bila anda menjual sama hal dengan anda menjual diri sendiri dan memutuskan generasi keturunan berikutnya.

 

Cintai tanah, hargai tanah, hargai pemiliknya dan gunakan tanah sebagaimana proses kehidupan. Jangan sentuh tanah bila anda salah, jangan sumpah demi tanah karena segalanya dari tanah 

 

Redaktur Opini KM

 

Baca Juga, Artikel Terkait