Melalui Problem PT. Freeport Tentunya Terjadi Banyak Pelanggaran HAM

2 Bulan yang lalu

OPINI

ADMIN


Oleh. Yohan Gobai *)

 

OPINI, KABARMAPEGAA.com – Jika kita melihat bahwa Papua akan mengambel tindakan melalui ideologi dari segala aspek bagi manusia Papua. Tentu, salah satunya terjadi pembunuhan di Kabupaten Timika Papua merupakan pelanggran HAM berat yang mesti harus diselesaikan secara ketentuan bagi hak kebebasan tanah dari segala ancaman penjajahannya. Kejadian tersebut menjadi korban antara anggota Brimob dan OPM di Timika Papua dan berbagai krisis dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang kian membara dari berbagai aspek kehidupan baik, ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya, kesehatan dan berbagai hal lainnya di tanah Papua.

 

Apakah benar segala bentuk pelanggar HAM membawa dampak buruk bagi Orang Asli Papua (OAP)? Tentu karena secara realita yang terjadi tanah Papua, melalui PT. Freeport kian menjadi bencana yang terorganisir yang diperlakukan oleh elit-elit kepentingannya yang terorganisir tentunya.

 

Masalah PT. Freeport tertentu yang sedang memainkan trategis itu sebagai kehausan melalui ideologi segala aspek kehidupan manusia Papua. Begitu pun tetapi kami terus mempertaruhkan nyawa demi kebebasan bagi bangsa Papua, kami tak lelah untuk memperjuangnakan dan mempertahankan sejarah bangsa kami, Papua. Kami yakin suatu saat kami pasti lepas dari segala belenggu mau yang mnghampiri kehidupan manusia Papua.

 

Apa artinya dari peraturan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuaan Republik Indonesia 1945 serta ideologi kebangsaanmu? Jati diri mereka yang netralitas baik pasti akan merasa kehilangkan harapan mereka, sedangkan UUD melahirkan merangcang dan ditetapkan serta dijalankan seakan itu simbolbelaka.

 

Kami berani katakan sesuai realitanya bahwa, jangan anda mengaku ideologimu karena sudah di makan oleh tipu daya yang anda bangun dan mengaku diri bangsa yang sudah merdeka.

Sudah anda membawa negara sebagai negara tingkat kemiskinan yang tinggi, pencuri hak milik orang lain, tidak mempunyai keadilan yang merata, pembunuh – penabrak lari manusia tak bersalah, dan berbagai nilai yang melenceng untuk menguasai dan menabur benih-benih ketidakadilan di atas bumi Papua.

 

Oleh sebab itu, OAP harus segera konsisten antisipasi karakter, sikap dan cara pandang secara situasional yang di prioritaskan ketidakadilan mengguncang terhadap kehidupan manusia Papua. Jadilah manusia Papua yang sadar akan kebebasan, karena ada pepatah yang mengatakan bahwa,  “Terdapat pohon kelapa, jika buahnya terlalu matang maka mudah saja akan jatuh, kemudian pasti akan dimakan oleh makhluk hidup.” Untuk itu kita perlu sadar bahwa, buah kelapa yang jatuh mesti harus kita yang konsumsi sebelum di makan oleh ulat atau binatang-binatang lainnya.

 

* Penulis adalah Mahasiswa Papua, Tinggal di Papua

 

Editor: Frans Pigai

Foto Kabar Peristiwa