Memprihatinkan, Siswa SD dan  SMP Banti Tembagapura Terancam Tidak Mengikuti UN

1 Bulan yang lalu

PENDIDIKAN

ADMIN


 

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA.com— Ujian Sekolah maupun Ujian Nasional adalah harapan bagi pelajar SD, SMP, SMA/MA  dan SMK juga kerinduan bagi mereka yang duduk dibangku kelas VI dan kelas III. Kerinduan dan harapan ini yang tak menjawab keinginan siswa-siswi SD Negeri dan SMP Negeri Banti, distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

 

Siswa SD dan SMP di sana sangat terancam tidak mengikuti UAS maupun UN. Hal ini dikarenakan dengan adanya kejadian yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Sejak  terjadi insiden antara gabungan TNI/Polri dan TPN-PB di Tembagapura akhir tahun 2017  ini mengakibatkan tidak berjalannya proses belajar mengajar sampai awal tahun 2018.

 

Kontak Senjata yang pernah terjadi itu membuat masyarakat dua kampung Kilmey dan Banti terpaksa mengungsi ke kota Timika. Dengan alasan tersebut katanya dari warga yang ditemui kababarmapegaa.com yang tidak menyebutkan namanya mengungsi ke Timika karena keadaan tidak aman.

 

“Kami mengungsi ke Timika dengan alasan dua desa tersebut di kuasai oleh TPNPB, “ katanya, Senin (18/03/2018).

 

Ia juga mengaku bahwa warga Kesal karena desa Kilmey dan Banti dijadikan sebagai tempat pertempuran antar kedua belah pihak sehingga anak-anak menjadi korban studi menjunuung  masa depan mereka .

 

Kepala bidang SMP  Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Tangkelayuk, mengatakan dalam media cetak, Radar Timika. Sejak pasca insiden penyerangan yang dilakukan antara TNI/Polri dan TPM/OPM pada tahun 2017 lalu mengakibatkan aktivitas pelayanan di Banti dan sekitarnya sampai saat ini belum jalan pada semestinya. Lumpuh.

 

Salah satu pelayanan yang terhenti total adalah pelayanan pendidikan yang belum bisa jalan secara normal seperti sekolah lain yang ada di kawasan Mimika. Kondisi ini mengancamsiswa  untuk ikut ujian Nasional.

 

Pantauan media ini saat evakuasi warga dari Banti sebagian besar siswa juga turun ke Timika, kemudian dititipkan sekolah Negeri yang ada di timika untuk mengikuti sekolah belajar mengajar. Namun banyak siswa yang masih tahan  di Banti dan Kingmei sehingga proses ujian National tidak ikut karena situasi sampai saat ini belum normal.

 

Liputor : Melvin Yogi

Editor: Manfred Kudiai

Foto Kabar Peristiwa