Peringati HAM Sedunia, Mahasiswa dan Pemuda Akan Unjuk Rasa

1 Bulan yang lalu

TANAH PAPUA

ADMIN


JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com – Peringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia 10 Desember 2017 Pemuda dan mahasiswa yang tergabung di dalam Front Rakyat Papua (FRP) akan unjuk rasa terkait dengan kasus-kasus pelangaran HAM yang terjadi tanah Papua. Aksi itu akan dipusatkan di Taman Imbi, Jayapura, Senin, (11/12/17) besok.

 

Penanggungjawab Aksi, Paskalis Boma yang juga sebagai Ketua BEM Uncen, mengatakan, tujuan dilakukan aksi ini untuk mengajak Negara Indonesia agar menagani kasus pelenggaran HAM yang hingga kini Negara tidak bisa diselesaikan secara hukum dan secara kemanusiaan.

 

‘Karena kami melihat kasus-kasus seperti Pania berdarah, Biak berdara, Wamena berdarah, Deiyai berdarah, dan pembunuan Aktivis, sampai saat ini Negara belum menjamin siapa pelakunya,”katanya.

 

Kata dia, hak-hak orang asli Papua harus dilindungi dan diproteksi diatas tanah Papu juga dijunjung tinggi, karena Nilai Nyawa  manusia tidak sebanding dengan besi dan aspal,

 

Menurutnya, solusinya yang bisa menyelesaikan kasus di tanah Papua ialah  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB  sendiri yang datang  dan melihat realita di  Papua lalu dapat membenarkan perlakuan Negara terhadap orang Asli Papua.

 

Selain itu, Dikatakan unjuk rasa besok bukan hanya Pelanggaran HAM saja,  tetapi juga menyampaikan kasus perampasan tanah dan penghancuran Alam serta Investor.

 

“Misalnya, saja perusahaan Mifee, Feeport dan perusaahaan yang illegal, ini menjadi alat pemicu konflik antarsuku, magar dan Rakyat Papua sendiri,”Katanya.

 

Sementara itu, salah satu, Pengurus Forum Independen Mahasiswa (FIM) Jayapura, Nogi Pekei, menyatakan jelas bahwa aksi besok sangat berwibah, karena aksi itu memperingati hari HAM sedunia.

 

Dikatakan, HAM di Papua sudah  menuju pada penganhancuran etnis orang Papua, dimana orang Papua dan orang Papua akan baku bunuh, akibat  permasalahan Hak dan kewajiban.

 

“Ini hanyalah permainan orang-orang tertentu yang  tidak ingin hidup Papua aman dan tentram. Kalau sudah begitu, Negara sudah tidak mampu mengindonesiakan orang Papua secara hukum,”terangnya.

 

Pewarta               : Alexander Gobai

 

Foto Kabar Peristiwa