Pilgub 2018

Cinque Terre
Alexander Gobai

5 Bulan yang lalu
TULISAN

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh : Alexander Gobai

 

Sudah saatnya, Pemilihan Gebernur (Pilgub) Provinsi Papua tahun 2018 siap dimulai. Bursa calon Gubenur Provinsi Papua, para pengkader partai politik (Parpol), tim sukses dari bakal calon, baik itu tim relawan maupun tim partai-partai sayap dan masa pendukung sudah berada di ambang pintu menunggu tanggal pendaftaran.

 

Mereka akan beramai-ramai mendatangi bersama masa pendukungnya ke tempat pendaftaran, yakni Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua. pendaftaran akan dibuka pada tanggal 8-10Januari 2018. Ketiga tanggal itu kita akan menunggu, siapa-siapa saja bakal calon yang siap berperan dalam pesta demokrasi. Meski sudah diketahui siapa-siapa yang sudah siap maju sebagai calon kandidat kepala daerah Provinsi Papua.

 

Mereka diantaranya, Lukas Enembe, Jhon Wempi Wetipo, Ones Pahabol dari jalur Independen, Natalis Pigai dari jalur Independe, Paulus Waterpau,  Lenis Kogoya dan beberapa calon kandidat yang dikabarkan akan meramaikan pesta demokrasi tahun 2018. Akankah benar, dari semua calon kandidit sudah siap dengan berkas-berkas surat mereka, masa pendukungnya dan partainya, termasuk surat-surat jalur independen.

 

Namun, terdengar dari keadaan, kononnya, beberapa pasangan calon kandidat mulai hilang satu demi satu. Salah satunya, Paulus Waterpau (PW). Juga dengan beberapa calon kandidat, entahlah! Kita tunggu saja siapa yang akan siap maju dari sekian banya calon kandidat itu.

 

Dalam  tiap sambutan, baik melantik kepala daerah, 14 Anggota DPR Papua jalur Otsus, Pelantikan MRP dan meresmikan Gedung-gedung gereja di beberapa tempat di Provinsi papua, menyatakan, pesta demokrasi sudah tinggal hitung jari. Maka diharapka, tidak boleh terjadi kekerasan, pembantaiaan, apalagi pembunuhan hanya karena pesta demokrasi ini.

 

“Mari kita ciptakan suasana pesta demokrasi yang aman, benar dan adil. Sehingga masyarakat Papua merasakan pesta demorkarasi yang sehat,” kata Gubenur Papua.

 

Sebenarnya, pernyataan itu bukan sebuah pernyataan bahan kampanye. Namun, memberikan himbaua kepada seluruh rakyat Papua yang  berada  dimana saja, entah itu, calon kandidat gubenur dan tim pendukungnya agar tidak boleh melakukan sesuatu yang tidak diinginkan masyarakat.

 

Himbauan itu menjuru kepada seluruh kepala daerah agar mengawasi tiap pesta demokrasi yang akan dilakukan dari masing-masing calon kandidat. Bukan hanya kepala daerah, namun, tim sukses, masa pendukung, Masing-masing KPU Daerah, Panwas provinsi, daerah tingkat PPD dan PPS agar mengupayakan jalanya pesta demorasi yang sehat.

 

Akankah itu terjadi? Kita selalu melihat dari tahun-tahun selalu saja terjadi kekerasan baik dari satu calon kandidat dengan kandidat lain hingga selesai pesta pemilhan, pasti menjurus pada keputusan Mahkama Konstitusi (MK) sebagai lembaga pengambil kebijakan tertinggi di Republik Indonesia.

 

Hal demikian, selalu saja terjadi di Papua, bukan  berarti Papua adalah ambang penghancura pesta demokrasi bagi provinsi lain. Hal ini terjadi karena naluri emosi yang ingin menjadi kepala daerah.  Entahlah!

 

Tulisan ini, mengajak agar dalam pesta demokrasi tidak tejadi kekerasan. Mari  kita ciptakan suasan pesta demokrasi yang sehat aman dan damai. Kita memberikan pesta dmokrasi yang sehat kepada daerah lain. (***)

  

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait