Populasi OAP Masih Riskan: Mahasiswa Tolikara se-Jawa Balik Tolak MoU KB

25 Hari yang lalu

POLITIK DAN PEMERINTAH

ADMIN


YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Mahasiswa Tolikara se-Jawa Bali dengan tegas menolak Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Tolikara, Papua. Hal ini disampaikan lewat pernyataan tertulis yang diterima media ini, Selasa (27/3/2018) via pesan elektronik.

 

Penyataan ini dikemukakan mahasiswa Tolikara se-Jawa Bali setelah adanya kebijakan politik pemerintah kabupaten Tolikara dalam hal ini,  Bupati  Kab. Tolikara,  Usman G. Wanimbo SE, M.Si; Sekda Kab. Tolikara Drs, Panus Kogoya dan  kepala dinas PKKBN Provinsi Papua,  Charles Brabar  menyepakati MoU tentang pencanganan Program  Keluarga Berencana (KB) di  Kabupaten Tolikara  Papua pada hari Senin, tanggal 05 Maret  2018 di lapagan Merah Putih Karubaga, Ibu Kota kabupaten Tolikara Provinsi Papua belum lama ini.

 

Kesepakatan Pemda  tersebut, jelas mahasiswa Tolikara dalam pernyataan terlulis,  mencerminkan adanya sikap ketidakpedulian pemerintah terhadap nilai-nilai kemanusian dan dinilai tidak mementingkan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di  kabupaten Tolikara pada umum Papua.

 

“Terlihat kwalitas populasi  OAP masih riskan akibat dari kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dalam hal program KB  yang nyata hanya merugikan dan membasmikan OAP dalam kondisi krisis kemanusian yang terjadi secara sistematis di Kab. Tolikara umumnya Papua,” jelas dalam pernyataan tertulis mahasiswa Tolikara se-Jawa Bali.

 

Menurut mereka, kesepakatan MoU pencangan   program KB dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat secara umum  dan tanpa menerima argumentasi yang bersumber dari masyarakat terhadap dan keputusan-keputusan rancangan program pemerintah pusat yang kemudian  di targetkan di Tolikara Papua.

 

“Dengan melihat kenyataan tentang krisis kemanusian yang terjadi secara sistematis di  Kab. Tolikara pada umunya Papua. Dan adanya donimasi  program – program pemerintah pusat yang orintasinya merugikan dan mengancurkan harga diri dan masa depan OAP  yang berujuk pada pemusnaan etnis Malanesian di  Tolikara Papua,” tegas mahasiswa lagi.

 

Untuk itu, mahasiswa Tolikara se-Jawa  Bali dengan tegas  menyatakn sikap terhadap berbagai program dan kebijakan politik yang hanya menghancurkan OAP terutama  Program KB  di Kabupaten Tolikara  yang dinilai tidak prikemanusiaan  yang  anti terhadap rakyat dan  masa depan masyarakat Tolikara, Papua sebagai berikut:

 

Pertama, Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam hal Dinas BKKBN Kabupaten Tolikara Stop   Melakukan sosialisasi Program Kelurga berencana Terhadap Masyarakat di Kabupaten Tolikara Papua.

Kedua, Pemerintah Kabupaten tolikara   segerah cabut MoU Persetujuan kab. Tolikara dengan pemerintah provinsi Papua  masuk program keluarga berencana (KB)

Ketiga, Kami Masyarakat Kabupaten Tolikara Tidak Butuh Program Keluarga Berencana (KB).

Keempat, Kami masyarakat Kabupaten Tolikara   menolak dengan Tegas berbagai program dan kebijakan yang menjadi dalam terhadap kejahatan  kemanusian  di Tolikara papua.

Kelima, Kami Mahasiswa Tolikara Se-Jawa & Bali  menolak dengan tegas segala bentuk programa pemerintah pusat khususnya program keluarga berencana dari seluruh Tanah Papua.

 

Baca juga pernyataan sikap mahasiswa Tolikara se-Jawa Bali di sini:Tolak MoU KB, Ini Pernyataan Sikap Mahasiswa Tolikara Se-Jawa Bali

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

Foto Kabar Peristiwa