Rakyat West Papua  keluarga  Malanesia

1 Bulan yang lalu

ARTIKEL

ADMIN


Oleh, Yulianus U. Nawipa

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com – Ketua ULMWP Beni Wenda mengatakan rakyat Papua bukan keluarga Indonesia tetapi rakyat Papua sudah keluarga Malanesia  melalui Wadah ULMWP  diterima sebagai Anggota penuh MSG  bertempat  Morsby  15/2/2018 lalu.

 

Kata dia,  Wadah ULMWP diterima sebagai Anggota penuh MSG oleh beberapa Menteri diantaranya Menteri PNG, Oneil Peter, Perdana Menteri Salomon Manasye Sogovare, PM. Vanuatu, dan lain sebagainya,  berapa awak media dikutip facebook katanya.

 

Kata dia, tanah Papua  bukan lagi, Wilayah  Kolonial  Negara Indonesia. Namun,  tanah Papua sudah bergambung oleh Wilayah MSG dan Pasifik karena wadah ULMWP diterima sebagai Anggota penuh  di MSG.

 

Wenda mengatakan  rakyat Papua keluar dari bingkai NKRI, saat Negara Belanda sudah pernah  membentuk kerangka Negara West Papua  pada tahun 1961 lalu, namun Negara Indonesia  tidak mengakui  kemerdekaan West Papua dengan maksud untuk menghabiskan nyawa rakyat Papua di tanah Papua.

 

Maksud mereka untuk merampas tanah Papua  oleh Kolonial Indonesiav dengan cara yang tidak demokratis. Sehinga, mereka dijajah diatas  tanah Papua baik pengunungan, pesisir maupun daratan  di wilayah tanah Papua.

 

Negara Indonesia melakukan cara yang tak manusiawi diantaranya; dibunuh, disiksa, dirampas peluan orang, dihabiskan nyawa dan berbagai tindakan yang lainnya.

 

Tempat yang terpisah Ketua Umum KNPB Victor Yeimo mengatakan wadah ULMWP sudah  menerima sebagai Anggota penuh MSG satu bulan lalu itu sangat benar sesuai hasil keputusan KTT  Di PNG.

 

Katanya, masalah West Papua adalah masalah Internasional segera mendaftarkan deklonisasi PBB status politik bangsa West Papua dalam.

 

Kata dia, banyak orang Indonesia mendukung masalah West Papua melalui awak media salah satunya seorangn Ali Murtopo mengatakan bahwa “Jakarta tidak perlu manusia asli Papuanya,melainkan kekayaan alamnya. Papua sudah merdeka maka, Amerika dipertanyakan bahwa, Negara Amerika bawah ke bulan kalau tidak cari pulau di Pasifik.”

 

Orang Indonesia di  Suku Sunda, Yani Way mengatakan, melalui awak media, 100% untuk mendukung Papua harus merdeka dari NKRI. Lalu, saya sepakat rakyat West Papua merdeka sendiri dari Indonesia sehingga, saya kibarkan bendera Bintang Kejora yang dapat mengenangkan di dadaku.

 

Jadi, orang Papua tetap dibunuh dengan cara yang halus dan mengirim masyarakat non-Papua ke Papua dan penuhi seluruh tanah Papua; dan merupakan mendominasi atau menghapuskan semua ras Papuanya.

 

Meskipun Indonesia tidak mendengar suara orang Papua, tetapi banyak diluar sana yang sedang  mendengar jeritan bangsa Papua sehingga masalah merdeka atau tidak itu  bukan hal negara Indonesia tetapi kita akan menunggu waktu dan hari tanggal karena kebenaran akan memerdekakan dari segala bentuk kekerasan.dan  Indonesia terhadap bangas Papua dari sejak Indonesia memasukan Papua melalui PEPERA yang penuh rekayasa sampai saat ini.

 

Meskipun Indonesia menggulirkan dana (Miliaran Rupiah) begitu besar ke Papua Barat, tetapi dana tersebut itu selalu hilang ditengah jalan karena ada kelompok yang dibodohi oleh sistem Indonesia sendiri secara  halus; kemudian yang menderita adalah rakyat kecil.

 

Tujuan mereka,untuk menghilangkan perjuangan politik ideologi West Papua sehinga Negara Indonesia membantu dana besar  Wilayah Timur Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

 

Selain itu Indonesia berusaha untuk meredamkan pergerakan pembebasan Nasional Papua Barat (Gerakan Papua Merdeka) dalam bentuk cara apa pun tetapi, rakyat bangsa Papua tidak akan menyerah untuk berjuang menuju kemerdekaan bangsa Papua.

 

Penulis adalah Jurnalis Papua, Tingga; di Timika, Papua

 

Editor: Frans P

Foto Kabar Peristiwa