A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php56/ci_sessionb8b3fafa07a8b8bec7b53d96e74cc6e610c9e8c42e700ea02b284b1320c8fa2154748a2b): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/kabar928/public_html/application/controllers/WebAll.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/kabar928/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/kabar928/public_html/system/core/Exceptions.php:272)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/kabar928/public_html/application/controllers/WebAll.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/kabar928/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/kabar928/public_html/system/core/Exceptions.php:272)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/kabar928/public_html/application/controllers/WebAll.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/kabar928/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Tinggalkan Segudang Emas dan Tekad, Membagikan Segudang Tinta dan Berlian

Tinggalkan Segudang Emas dan Tekad, Membagikan Segudang Tinta dan Berlian

Cinque Terre
Alexander Gobai

3 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Penampilanya Sederhana. Memikat hati banyak orang karena ketulusannya, kebaikannya dan kepandaiannya. Diatas gunung-gunung, danau-danau, lembah-lembah dan pesisir-pesisir sudah dilaluinya. Meski, penerbangannya tidak sampai batasnya. Hati yang tulus pasti mendapatkan berkat yang berlimpah, karena di dalam Alkitab pula sudah mengatakan, siapa yang berbuat baik, dia yang akan mendapatkan kerajaan di surga.

 

Dia sudah membuktikan kepada siapa saja dengan melintasi penerbangannya ke berbagai daerah pegunungan Papua. Menumpangi berbagai keperluan dan kebutahan masyarakat demi keberlangsungan hidup manusia. Keselamatan diutamakan, hingga menyelamatkan banyak orang dan kadang memberikan penerbangan gratis hanya karena cintakasihnya yang tulus kepada sesama.

 

Dengan ketulusannya itu, ia berani meninggalkan separuh hidupnya, baik itu kekayaan dan hartanya bagaikan emas yang semestinya dijaga dan dilindungi dalam hidupnya bersama keluarganya. Namun, tekad dan komitmennya memukau dan membagikan separuh hidupnya bagaikan tinta dan berlian terhadap pembangunan dan masyarakat Paniai demi kejayaan Paniai untuk semua orang.

 

Dialah, Meki Frit Nawipa, Pilot Asal suku Mee, Paniai, Papua yang sedang bertarung Politik pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Paniai dengan nomor Urut 03 yang disusung dari Partai politik (Parpol) Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bersaman dengan wakilnya Oktopianus Gobay, S.Ip.

 

Kabupaten Paniai adalah kabupaten asal suku Mee yang mendiami berbagai suku. Tidak hanya itu, berbagai daerah dan asal suku sudah mendiami di kabupaten Paniai. Jalur perdagangan sudah beroperasi sejak tebentuknya kabupaten Paniai hingga saat ini. Sementara, pembangunan kabupaten Paniai belum terlihat jelas baik di sektor, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya

 

Pemimpin berganti pemimpin pun dapat ditepuk dengan melambaikan tangan, “selamat jalan dan selamat tinggal”. Sangat disayangkan. Sementara kabupaten lain yang pemekarannya dari kabupaten Paniai terlihat maju dibandingkan kabupaten asalnya (induk). Mungkinkah ada perubahan setelah bergantian pemimpin kepala daerah periode 2018-2023.

 

Pembanguan Paniai selama ini akan dinilai oleh waktu dan masyarakat baik dari sisi kemajuaan dan pertumbuhan serta pembangunan Paniai selama kepemimpinan Hengky Kayame, begitu penjelasan lepas  dari  Meki Nawipa (Calon Bupati Paniai) Ketika awak media ini mendatangi di ruang kerja, Sentani, Kamis (29/03/18).

 

Hari terus berputar bagaikan siang memeluk malam, tiada hari tanpa ada masalah. Padahal, masalah adalah pondasi yang bawahsanya dirubah dengan melakukan berbagai hal, sehingga terlihat rapih dan pandang dilihat serta dirasa.

 

Calon Bupati yang ramah ini, menuturkan, sebenarnya, dirinya tidak ingin maju dalam pertarungan politik, apalagi untuk menjadi seorang bupati. Namun, dirinya merasa pemerintahan sebelumnya telah  gagal memimpin daeranya dari semua hal, baik sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor-sektor lainnya.

 

“Apalagi, pembagian job saja masih menggunakan margaiseme, itu sebenarnya sudah dinasti,” ungkapnya dengan nada santai.

 

“Pembangunan apa yang sudah dibangun, tidak ada. Jadi komitmen saja,  harus budayakan, satu bupati satu periode,” begitu penjelasanya ketika mempertanyakan soal maju bupati Paniai.

 

Seekor ikan akan melawan arus, begitu seorang pemimpin akan melawan kebenaran. Akankah itu terjadi dengan adanya perubahan sesuai dengan visi, misi dan startegi.

 

Kota “KO” Paniai untuk semua orang artinya sistem pemerintahan harus bersih. Setelah sistem sudah dibangun yang jelas setiap distik dapat satu kepala dinas, setiap marga dapat jabatan bagi mereka yang esalon 3 dan 4, sehingga Otsus yang menjelaskan keberpihakan kepada orang Papua terlaksana,” kata anak muda itu ketika ditanya visi dan misi paslon nomor urut 3.

 

“Selain itu, pemerintah harus bersih, bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) sehingga kita kerja baik,” bebernya.

 

Menurutnya, yang jelas setiap orang pasti percaya dan yakin akan sebuah kemenangan dalam pertarungan dmana pun.

 

“Karena, saya selama ini, tidak ada masalah dari pada kandidat lain. Jadi, saya percaya diri bahwa  saya akan menang, karema kita punya hati yang bersih untuk membangun Paniai  yang benar,” ungkap anak muda ini.

 

Saya berharap, kita semua anak daerah, entah, mereka yang calon  di jalur independen dan parpol, mari kita sama-sama saling mendukung satu dengan lainnya. Siapa saja yang menang, kita mendukung sama-sama.

 

“Tidak boleh ada konflik pertumpahan darah, namun masyarakat tetap tenang sehingga, Paniai yang aman, damai itu terjadi,” harapnya.  (Alex Gobai)

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: