Aksi Hari Buruh dan Aneksasi Papua, Diwarnai aksi Teatrikal

Cinque Terre
Alexander Gobai

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Peringati Hari Buruh se-Dunia dan Hari Aneksasi Papua 1 Mei 1963 Alinasi Mahasiswa Papua Jogja  dan Front Rakyat Indonesia West Papua (FRI-WP)  yang tergabung dalam Komite  1 Mei untuk “ Kemerdekaan, kesetaraan dan Kesejahteraan” KOMITMEN 1 MEI, selama  long march melakukan aksi teatrikal.

 

Aksi teatrikal ini diperagakan  sepanjang Jln. Kusumanegara sampai di Titik Nol Kilometer. Mereka mambawa petih mayat yang diatasnya tertulis “RIP DEMOKRASI DI INDONESIA”.

 

 

Aksi teatrikal ini bercerita tentang persolan-persolan pelanggaran HAM masa lalu sampai saat ini serta  dan perampasan tanah dan sawa. Selasa (1/5/2018).

 

Peran yang dimainkan  dalam teatrikal ini terdapat petani sawa, Ibu-ibu hamil dari Papua dan Militer. Yang berperang sebagai Militer megeroyok ibu-ibu habil serta petani sawa, kemudian ratap tangis pun terdengar dari ibu-ibu habil dan petani.

 

Sementara itu, di perut ibu-ibu hamil, mereka pasang poster  menuliskan “TARGET.”

 

Baca juga:

 KOMITMEN I MEI:  Tuntut Kemerdekaan, Kesetaraan, Kesejahteraan Rakyat dan mendukung Pembebasan Papua Barat

200-an Peserta Aksi Hari Buruh dan Aneksasi Papua Long March Menuju Titik Nol Kilometer Yogya

 

Pewarta : Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait