Diminta Bebaskan F.N Terbukti Tidak Bersalah

Cinque Terre
Alexander Gobai

22 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)
Keterangan Foto : Ketua BEM Uncen, Paskalis Boma.

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com– Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cendrawasih (BEM Uncen), Paskalis Boma meminta kepada Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Polisi Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Barat agar segera membebaskan Frantinus Nirigi (FN) tanpa syarat, karena terbukti tidak bersalah yang diduga  FN membawa BOM di dalam tasnya saat dirinya berada di dalam pesawat LION AIR JT 687 pada Senin, 28 Mei 2018.

 

“Kami minta Polri RI dan Polda Provinsi Kalimatan Barat  Kabupaten Pontianak agar membebaskan FN dari tahanan karena dirinya tidak bersalah,” katanya Kepada kabarmapegaa.com dari Abepura, Jumat (1/6).

 

Kata dia,  isu BOM di bandara Internasional Supadio Pontianak beberapa hari lalu di dalam pesawat LION AIR JT 687 pada 28 Mei 2018 mengorbankan salah satu mahasiswa Papua asal Kabupaten Nduga berinisial F.N yang kuliah di kampus UNTAN Pontianak dituduh oleh salah satu pramugari LION AIR JT 687.

 

Dituduh FN itu membawa BOM di dalam tasnya saat berada di dalam pesawat milik LION AIR GROUP JT 687. Hingga akihirnya, berdampak beberapa penumpang di dalam pesawat merasa panik bergegas menyelamatkan diri hendak meninggalkan pesawat hingga ada yang terluka karena panik dan berbondong - bondong mencari pintu darurat pesawat.  Padahal nyatanya F.N sama sekali tidak membawa BOM. Ini sebuah tuduhan yang tidak berdasar pada fakta ( HOAX ).

 

“F.N Merupakan salah satu mahasiswa Papua yang telah menyelesaikan studi S1 nya dikampus UNTAN.  Bersangkutan hendak melakukan perjalanan pulang dari Pontianak menuju Papua. Ingin berjumpa dengan keluarga di Wamena dan melakukan syukuran bersama keluarga di kampung halaman. Namun dalam perjalanan pulang F.N dilanda musibah karena tuduhan salah satu oknum pramugari. Hingga FN ditahan di Kepolisian Pontianak,”  katanya.

 

Menurutnya, persoalan ini hanyalah persoalan miss komunikasi dan kelalaian petugas pramugari dalam melayani penumpang hingga peristiwa ini terjadi dan mengorbankan F.N beserta Penumpang lainnya.

 

“Jika di ditinjau kembali perjalanan F.N berdasarkan beberapa informasi yang tersebar di media ada beberapa hal sederhana yang menjadi pertimbangan dan pertanyaan akal sehat diantarnya,  di sampinnya ada beberapa penumpang yang duduk dekat dengan F.N yang mendengar kata BOM pada saat itu kenapa diberangkatkan melalui penerbangan lain pada malam itu juga. Sedangkan sesungguhnya mereka adalah saksi utama dalam proses hukum,” ujarnya.

 

Dalam proses pemeriksaan setelah insiden terjadi di atas pesawat ternyata hasil pemeriksaan di tas dan semua barang bawahaan milik F.N sama sekali tidak ada bukti sedikitpun. Mengapa pihak kepolisian mau memperpanjangkan proses hukum. Padahal, sudah jelas-jelas F.N tidak membawa BOM.

 

“Maka, FN tidak bersalah,” tegasnya.

 

Ketua BEM USTJ, Melvin Yobe menyatakan Pramugari yang bersangkutan yang telah sebarkan informasi yang tidak benar kepada para penumpang hingga penumpang merasa panik dan tergesa-gesa berlari meninggalkan pesawat menyebabkan beberapa penumpang luka luka. Agar  harus  proses secara hukum.

 

“Kami meminta kepada pihak Lion Air Group agar segera memulihkan nama baik F.N karena F.N terbukti tidak bersalah yang bersalah itu Oknum Pramugari LION AIR JT 687 karena telah menyebarkan informasi yang tidak benar,” mintanya.

 

Pewarta    : Alexander Gobai

 

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait