Diminta keluhan Mama-Mama Papua Didengar

Cinque Terre
Alexander Gobai

29 Hari yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP), Debora Mote, S.Sos menyatakan, keberadaan Pasar mama-mama Papua menjadi pengevaluasian oleh berbagai berbagai lapisan pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah Daerah. Karena, pasar mama-mama Papua dinilai belum diperhatian serius.

 

“Saya pernah dikungjungi oleh mama-mama Papua  pada tanggal 18 Maret 2018 dan membawa aspirasi dan menyatakan setelah diresmikan pasar-pasar mama-mama Papua ada hambatan yang kami temui. Diantaranya, tidak ada parkiran, minat pembeli kurang atau sepi,” kata Mote Ketika ditemui kabarmapegaa.com di ruang kerjanya, Kamis (19/4).

 

Menurutnya, kurang pembeli dikarenakan pelanggan atau pembeli di teko-toko yang menjual sayuran yang sama dengan pedang mama-mama Papua.

 

“Mereka juga menyampaikan, kalau pasar sementara mama-mama Papua lebih ramai dari pada pasar mama Papua saat ini. Dan padagang dari luar terhadap pasar mama Papua tertutup.  Ini masalah yang segera ditangani. Meski sudah diresmikan oleh Pemerintah Daerah Kota Jayapura, Drs. Benhur Tomi Mano,” katanya.

 

“Mereka juga meminta agar pedagang pendatang untuk menarik minat pembeli agar ramai,” kata melanjutkan penyampaian mama-mama Papua saat ditemui MRP pada tanggal 18 Maret 2018.

Menanggapi keluhan mama-mama Papua, Mote menghimbau pemerintah daerah Kota Jayapura agar mengevaluasi kembali dengan adanya keluhan dari mama-mama pedagang mama Papua.

 

“Kami akan rapat kembali untuk memastikan dan memberikan solusi  kepada mama-mama Papua sesuai dengan keluhan mama-mama Papua,” katanya.

 

Untuk menarik perhatian  yang disampaikan mama-mama Papua, kata Mote boleh saja. Namun, kedua belah pihak harus untung. Misalnya, pendapatan pedagang perhari bisa dibagi 30 persen ke mama-mama Papua yang diwakili satu ketua Koordinator.

 

“Kami juga berharap, perempuan Papua juga harus bersaing dalam memperjuangkan jualan komoditas,” ungkapnya.

 

Ia berharap, kedepa, MRP akan berupaya membentuk Pansus  dan sebuah  Perda membatasi hasil jualan yang sama dengan mama-mama Papua. Supaya, pelanggan atau pembeli bisa membeli hasil jualan mama-mama Papua.

 

“Setia kabupaten harus ada perda untuk menata hasil jualan. Jualan mana yang menjadi hak-hak mama-mama Papua dan tidak, supaya orang Papua juga ada sumber  di atas tanah Papua,” katanya.

 

Pewarta   : Alexander Goba

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait