Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dogiyai, Gelar Membahas Koordinasi Program Kerja Tentang Budaya

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

7 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Foto pada saat pertemuan di ruang kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Dogiyai/KM

 

Oleh, Paskalis Edowai*)

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com – Jumat, (17/03/2018) yang lalu,di ruang kerja Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Kepala Bidang Kabupaten Dogiyai akan membahas tentang koordinasi program kerja.

 

Salah satu yang dibahas dalam pertemuan oleh kepala dinas dan sekretaris langsung mengadakan pertemuan tentang odaa-owadaa, kebiasaan manusia Mee yang sedang tenggelam. Mencoba menangkat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dogiyai,dinas ini sangat menentu kepada kepala dinas dan kepala bidang agar memperhitakan kebudayaan secara luas di tanah Papua, terlebih khusunya di Kab. Dogiyai.

 

Odaa-Owadaa (kebudayaan adat istiadat manusia Mee, Papua), namun terkait hal ini sangat erat dengan judul Skripsi penulis, sehinggapara pegawai kebudayaan dan pariwisata siap untuk sponsor sebagai anak negeri Dogiyai untuk turun isosialisasi kepada masyarakat.

 

Kata lainodaa-owadaa adalah bagian dari sepuluh hukum Allah bahkan lebih dari pada kebiasaan hidup yang menjadi budaya yang sudah ada sejak nenek moyang manusia Mee, sehingga harus siap diri baik moril maupun materil karena ini sangat penting bagi orang-orang Papua.

 

Akan kerja sama dengan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai langsung dengan masing-masing Distrik serta Kepala Kampung Kabupaten Dogiyai. Karena sejumlah pokok materi yang akan diangkat berkaitan denganodaa-owadaaoleh pengaji.

 

Contoh nyata, misalnya;di Paniai sebelum mengadakan pertemuan odaa-owadaa karena dilihat bahwa di Danau Paniai tidak ada udang, setelah sosialisasi dan langsung praktek melalui Musyawarah Pastoral (MUSPAS)se-Dekenat Paniai.Sebab, kita anak muda/generasi penerus yang lahir dan bertumbuh dengan adat istiadat, jangan kita lupa dengan harkat dan martabat sebagai jati diri kita.

 

Maka, kita perlu meneruskan dan mempertahankan budaya sebagai jati diri anak bangsa, penulis yakin Kabupaten Dogiyai ini pun pasti akan perubahan gaya hidup atau suatu keanehan yang akan terjadi dalam konteks budaya yang ada.

 

Tanah yang sebelumnya tandus sekarang sangat subur, keluarga yang tidak ada ogai (pegawai negeri) sekarang bisa dikatakan cukup, dan marga atau yang tidak mempunyai anak sekarang ada perubahan. Sehingga, penulis ditempatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Kabupaten Dogiyaiini kesempatan emas buat penulis untuk mewujudkan impian.

 

Penulis harap kepada Kepala Bidang Kebudayaan Pemerintah Kab. Dogiyai bahwa perlu di perluaskan secara mendetail dan sistematis tentang budaya yang ada agar budaya tetap tumbuh dan berkembang diantara kehidupan manusia Mee di tanah Papua.

 

Sumber : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dogiyai (Nelius Pekey, SE. Minggu, (18/03/ 2018)

 

Penulis adalah Mahasiswa Papua

 

Editor: (Admin/KM)

Baca Juga, Artikel Terkait