EMRAN 2018, Warga dan Pejabat Bakar Lilin Bersama

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

16 Hari yang lalu
KESEHATAN

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Keterangan Foto : Berfoto Bersama OPD Terkait di Kota Jayapura, Perwakilan Danramil, Polsek Abepura dan Tokoh Agama. (Foto : KM /A. Gobai)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com- Warga Kota Jayapura dan pejabat OPD terkait Kota Jayapura  mengisi acara malam renungan AIDS Nusantara (EMRAN)  2018 dengan aksi membakar lilin secara bersama-sama. Acara yang digelar Komisi Penangulangan HIV/AIDS Kota Jayapura, Kamis (31/5/) sore berlangsung di halaman kantor halaman BKKBN Abepura dan dibuka oleh Walikota Jayapura yang  dibacakan oleh Staf Ahli Walikota Jayapura Arif Dwi Darmanto, M. Kes.

 

Kegiatan itu diikuti oleh ODAH OIDA, Kelompok dukungan sebaya LSM, Komunitas penduli HIV/AIDS, Layanan kesehatan, Rumah Singgah ODHA, Pokja Penanggulangan HIV/AIDS, Lembaga Agama, dan instansi OPD terkait.

 

Kordinator kegiatan yang juga sebagai Sekretaris KPA Kota Jayapura, Binton Nainggolan mengatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah mengajak semua orang untuk peduli terhadap orang yang sudah meninggal akibat terkena penyakit HIV/AIDS, dan bagi warga yang masih hidup, diharapkan agar jangan sampai tertular penaykit yang mematikan ini.

 

“Persoalan HIV/AIDS menjadi masalah cross-cutting isu beberapa tahun terakhir ini, dan menjadi perhatian umat manusia di seluruh penjuru dunia, termasuk di Kabupaten TTU. Persoalan ini menjadi sangat penting untuk segera ditanggulangi, dengan langkah pencegahan agar tidak memakan banyak korban, karena HIV AIDS dapat menyerang siapa saja, tanpa membedakan latar belakang seseorang,” jelasnya.

 

Kata dia, menjadi momen strategis untuk menggugah semua anak bangsa agar ikut berpartisipasi dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi Papua hingga Mei 2018, jumlah pengidap HIV-AIDS di Papua yang sudah diketahui tembus 35 ribu orang, dibandingkan tahun 2017 hanya 32 ribu orang. Fenomena penyakit HIV/AIDS seperti gunung es, maka sudah sewajarnya semua elemen bergandengan tangan untuk peduli terhadap persoalan ini.

 

”Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian semua elemen masyarakat untuk ikut mencegah dan mendukung sesama saudara yang menderita HIV/AIDS. Besar harapan kami, kiranya kegiatan malam renungan AIDS nusantara tingkat Kabupaten Kota Jayapura mendapat dukungan dan respons dari pemerintah daerah dan semua kalangan masyarakat, sehingga apa yang kita cita-citakan bisa dapat terwujud demi kemajuan daerah ini,” katanya.

 

Thema yang ditulis “Merefleksikan masa lalu kita untuk mempersiapkan masa depan kita.  Berharap, agar dapat merefleksikan masa lalu dan menghadapi masa depan dan berbuat yang terbaik bagi Negeri dan kota ini.

Sementara, Sambutan Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) yang dibacakan staf Ahli Walikota Jayapura, Arif Dwi Darmanto, M. Kes. sangat mengapresisasi kegiatan itu.

 

Kata dia, HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang menular hingga saat ini belum ada obatnya dan berbagai program yang sangat gencar dilakukan pemerintah untuk mencegah pernularan HIV/AIDS, namun menjadi tugas kita bersama.

 

“Emran 2018 bertujuan menurunkan stigma dan diskriminasi, dan menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat dan ancaman bahaya HIV/AIDS di sekelilingi,” katanya.

 

Ia mengaja, Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, janganlah dilihat  sebagai  suatu seremonial, melainkan  sesuatu monumental dan startegis yang dilaksanakan karena penting untuk keberlangsungan hidup manusia dan  generasi masa depan.

 

“Saya mengaja untuk merenungkan betap banyak penyakit HIV/AIDS banyak menyerang  generasi  penerus. Maka, saya berharap, mari kita untuk memberikan dukungan kepada ODHA.  Dan kita komitmen untuk sama-sama mencegah HIV/AIDS secara komprehensif  dan  berkelanjutan,” ajaknya.

 

Ia berpesan, jadikan agama sebagai pondak dasar. Stop diskrimis ODHA, yang kita jauhi penyakitnya, bukan orangnya.

 

Pewarta    : Alexander Gobai

 

 

#Pemerintahan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait