Hari Pertama Kerja, Bupati Dogiyai terima Aspirasi SRP Budaya Mee

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

DOGIYAI, KABARMAPEGAA.COM--Solidaritas Rakyat Papua Peduli Budaya Mee (SRPBM) di Dogiyai kembali  demo damai di kantor DPRD Dogiyai, Senin, (08/01/18). Aksi damai ini, terhitung yang ketiga kali, pada hari pertama kerja bupati Dogiyai yang baru terpilih ini mulai menjalankan roda pemerintahan Dogiyai. 


Aksi Damai ini, dikoordinatori oleh Benediktus Goo. Dalam akasi ini, menuntut kepada legislatif dan eksekutif kab. Dogiyai segera perdakan lerangan peredaraan minuman keras serta judi gelap dari Dogiyai dalam kurung waktu tahun ini.


Dalam kesempatan itu, Benediktus Goo, membacakan tuntutan aksi di depan Bupati Kab. Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.Ip. dan beberapa pegawai dan DPRD Dogiyai.


Adapun tuntutan yang di sampaikan oleh massa aksi yang dibacakan oleh koordinator  aksi, diantarsnya:


Pertama, Menutup dan melakukan Perda tempat perjualan minuman beralkohol di Dogiyai. Kedua, Menutup tempat hiburan gelap ( Lokalisasi,  karaoke, bilyard, togel dan lem aibon)  yang juga dalang kejahatan kemanusiaan di Dogiyai.


Ketiga, Menolak pangan impor dari nabire dan mengutamakan pangan lokal dari Dogiyai. Keempat, Menolak militerisasi dan pemerintah daerah segera mengevaluasikan satuan Brimob Kompi C Biak didogiyai dan Negara Bertanggung Jawab Atas hilangnya nyawa 17 pemuda korban dari minuman alkohol.


Kemudian, aksi damai SRPBM dan tuntutannya ditanggapi langsung oleh Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S. Ip,  berdampingan beberapa anggota DPRD Dogiyai serta kepala sekwan dan staf bertempat di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Digiyai.


Menanggapi massa aksi damai, Bupati Dogiyai janji, bahwa  akan sahkan peraturan daerah (Perda) tentang miras pada saat sidang anggaran perubahan tahun 2018.


Bupati Dogiyai, meminta  semua pihak harus menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan di lingkungan pemerintahan kabupaten Dogiyai. "Jangan jual beli minuman beralkohol," tegas bupati di depa  massa aksi. 


Menurutnya, juka pihak keamanan, dalam hal ini TNI, Porli yang sedang bertugas di Dogiyai melakun penjualan Miras secara gelap, maka Bupati Digiyai siap laporkan ke atasan mereka.


"PNS yang jual beli langsun lapor kepada bupati supaya proses sesuai hukum yang berlaku karena Gubernur juga intruksikan dilarang jual minuman alkohol di Papua," tutupnya, Bupati".


Sementara itu, pantauan media ini di lapangan, aksi damai berjalan lancar, kemudian tuntutan dari massa aksi pun ditanggapi langsung oleh bupati Dogiyai.


Setelah masa aksi menerima tanggapan Bupati, masa aksi, melalui koodonator aksi mengatakan, kami akan tunggu sampai sidang perubahan anggaran 2018. 


"Kami akan Kembali aksi lanjutan setelah sidang Perubahan Tahun Ini," tutup korlap Benediktor Goo.

 

Pewarta: Yanuarius Goo
Editor : Manfred Kudiai

Baca Juga, Artikel Terkait