Ini Tiga Ormas Bubarkan Aksi AMP Malang

Cinque Terre
Alexander Gobai

9 Bulan yang lalu
SOSIAL DAN BUDAYA

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI- West Papua)

**MALANG,KABARMAPEGAA.com**--Demo Front Rakyat Indonesia West Papua (FRI-West Papua) Aliansi Mahasiswa (AMP) Komite Kota di depan Stadion Gajayana , Kecamatan Klojen, dilawan dengan [demo](http://suryamalang.tribunnews.com/tag/demo "demo") Meski sempat bersitegang lewat kata-kata dari tiga ormas , dalam penolakan aksi AMP terjadi ada gesekan antara kedua kelompok massa sehingga salah satu anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang mengalami luka dibagian pelipis. Demo AMP yang diikuti oleh puluhan anggota AMP itu rencana menggelar aksi damai di Balai Kota Malang tentang  perjanjian New York 15 Agustus 1962 kesepakatan internasonal antara amerika,belanda dan  indonesia  yang dinilai ilegal. mereka juga enuntut berikan hak menentukan nasib sendiri sebgai solusi demokratis bagi rakyat papua barat. Tiga ormas dari PP, FKPPI, dan Banser juga meneriakkan ketidaksepahaman mereka terhadap aksi AMP itu.mereka juga membawa beberapa yang bertulisan yang tidak berjiwa NKRI silakan angkat kaki. Sekertaris AMP Komite Kota Malang,Justus mengatakan, kami AMP tetap akan berjuang walaupun hari ini kami dihadang oleh tiga ormas.kami dihadang ini juga reaksioner gadungan yang di provokasi oleh kepentingan ekonomi pilitik di papua. Dikatakan,penghadangan ormas terhadap AMP Komite Kota Malang reaksionernya jelas sebab kata dia,aparat keamanan tidak mengambil bagian pengamanan. “Kami menilai pihak kepolisian hendak mendesign konflik antara ormas dan aliansi mahasiswa papua,”Tulisnya Sekjen AMP Kota Malang Justus Kepada Wartawan melalui mesengger. Perjuangan kami tetap akan maju dan terus menyuarakan kemerdekan papua.kami menilai juga negara indonesia sedang mendiskrinasi bahkan mengbungkam ruang demokrasi bagi masyarakat papua. “ Hari ini terbukti bahwa, Negara Indonesia bukan negara demokrasi ,”katanya.

Pewarta : Martinus Pigome

Baca Juga, Artikel Terkait