IPMAPUJA Jabotabek : Menyayangkan Pesta Demokrasi di Puncak Jaya

Cinque Terre
Alexander Gobai

6 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAKARTA, KABARMAPEGAA.com - Mahasiswa Puncak Jaya (IPMAPUJA)  Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi Se-Jabotabek  menyayangkan mengenai pesta demokrasi serentak pemilihan bupati dan wakil bupati di Puncak Jaya yang diselenggarakan pada 15 Aprli 2017 lalu pasalnya, ada oknum tertentu memprovokasi bahasa sehingga masyarakat melakukan perang suku dan jadi korban di medan perang.

 

Hal ini disampaikan oleh Ketua IPMAPUJA Korwil Jakarta Lakison Kogoya kepada Wartawan www.kabarmapega.com Kemarin  Senin,(17/07/2017) di Jakarta.

 

“Masalah Pilkada Kabupaten  Puncak Jaya imbasnya rakyat jadi korban atas kepentingan elit-elit politik. Kami sebagai tulang punggung masyarakat sangat menyayangkan  rakyat  jadi korban dipesta demokrasi serentak ini,” katanya.

 

Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa IPMAPUJA Jakarta ,Lekison Kogoya,mengatakan   yang berhak memberikan suara adalah masyarakat, bukanya masyarakat di libatkan mereka untuk melakukan perang suku.

 

“Pasangan calon bupati (paslon)  jangan menjadi aktor politik buruk,” ujarnya lelaki asal puncak jaya.

 

“Kami berharap  membangun politik yang sehat dan membangun kepada rakyat demi memangaun daerah,”harapnya.

 

 Foto Bersama Mahasiswa Usai Berdoa Pasca Pesta Demikrasi

 

Ia pun,menghimbau masyarakat kabupaten Puncak jaya tenang dan menahan diri supaya tidak terjadi korban sesama masyarakat dengan masyarakat.

 

Temapat yang sama, Milion Wonda S.Pd,mengatakan, kejadian perang suku di Kabupaten Puncak Jaya ini sangat kesal sebab,dalam perang  masyrakat jadi korban.

 

Ia, meminta kepada tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh Pemuda, tokoh perempuan, dan pihak keamanam dalam hal ini Polisi yang mengayomi dan melindungi rakyat harus bersatu dan mengamankan situasi perang suku di Puncak Jaya.

 

Ia menambahkan, ketiga bakal calon bupati puncak jaya adalah anak putra terbaik di puncak jaya namun mahasiswa hanya mendukung dalam doa agar konflik ini aman.

 

Menurutnya, selama ini masing-masing tim sukses yang membangun komunikasi yang tidak konduktif di masyarakat sehingga masyarakat jadi korban. kami mohon untuk berhenti provokator yang mempengaruhi masyarakat.

 

Lanjutnya Milion,Biarlah yang sudah terjadi cukup dan tidak terulang lagi konflik horisontal, biarlah mahkamah konsitusi memutuskan hasil PSU kabupaten puncak jaya.

 

“Elit politik bisa dibeli dengan uang, tetapi nyawa tidak bisa dibeli dengan uang atau harta kekayaan,” ungkapnya.

 

Pewarta : Yunus Gobai

 

Editor    :  Martinus Pigome

Baca Juga, Artikel Terkait