Kejadian Pengeboman Tiga Gereja, LBH-YLBHI Keluarkan Pernyataan Sikap

Cinque Terre
Manfred Kudiai

7 Hari yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Bom di Surabaya/ANTARA PETUGAS penjinak bom melakukan identifikasi di lokasi ledakan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Minggu 13 Mei 2018. Menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, terjadi ledakan di tiga lokasi gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya.* (Sumber: www.pikiran-rakyat.com)

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Terkait adanya kejadian pengeboman di tiga Gereja di Surabaya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyatakan pernyataan sikat. Minggu (13/5/2018).

 

Terkait kejadian pengeboman di 3 (tiga) gereja di Surabaya, tulis LBH-YBHI antara lain terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Diponegoro dan Gereja Pantekosta Jl. Arjuno.

 

Untuk itu, terdapat tujuh poin yang menjadi pernyataan sikap dari LBH-YBHI  sebagai berikut:

 

Pertama, LBH se-Indonesia mengecam keras aksi bom di Jawa Timur;

 

Kedua, Berduka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa tersebut, dan menuntut agar Pemerintah memberikan pemulihan yang efektif kepada para korban dan keluarganya;

 

Ketiga, Aksi bom ini merupakan ancaman serius terhadap penegakan HAM, negara hukum, dan demokrasi;

 

Keempat, Menuntut Pemerintah, c.q. Kepolisian, untuk mengungkap jaringan dan otak dibalik peristiwa bom, dengan tetap menghormati HAM dan proses hukum yang adil, agar tidak memicu martir2 terorisme baru;

 

Kelima, Meminta agar Pemerintah Daerah dan kepolisian setempat lebih proaktif untuk memulihkan dan menjaga suasana,  serta memberikan jaminan perlindungan kemerdekaan agama dan keyakinan diwilayahnya masing-masing;

 

Keenam, Mengevaluasi kebijakan anti-terorisme yang Terbukti tidak efektif dalam pencegahan dan penanggulangan  aksi kejahatan tetorisme, termasuk meninjau ulang Rancangan Revisi UU terorisme;

 

Ketujuh, Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan mempererat ikatan antar kelompok, agama, ras, suku, agar kita tidak mudah dipecah belah.

 

Pernyataan sikap ini, disepakati bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI): LBH Aceh, LBH Medan, LBH Padang, LBH Pekanbaru, LBH Palembang, LBH Lampung, LBH Surabaya, LBH Jakarta, LBH Bandung, LBH Semarang, LBH Yogyakarta, LBH Bali, LBH Manado, LBH Makassar, LBH Papua.

 

Dalam pernyataan tersebut, disertakan narahubung: Abdul Wachid H, LBH Surabaya - (087853952524/ 082140790009), Febi Yonesta, YLBHI - (087870636308).

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait