Kepala Suku Bangsa Mee Ajak Mahasiswa supaya Paham Tujuh Unsur Kehidupan

Cinque Terre
Manfred Kudiai

5 Hari yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Kepala Suku Besar Suku Mee se-Papua Nus Gobai, SH saat mengajak mahasiswa Mee di Jayapura supaya mengenal tujuh unsur suku bangsa Mee, saat melantik Badan Formatur IPPMME pada Senin, (14/05/2018), bertempat di  aula Yamewa Paniai, Jayapura, Papua, kemarin. (Foto: Mai Muyapa/KM).

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Kepala Suku Besar Suku Mee se-Papua Nus Gobai, SH mengajak mahasiswa Mee di jayapura wajib mengenal tujuh unsur kehidupan suku Mee. Hal ini disampaikan saat melantik Badan Formatur IPPMME , Senin, (14/05/2018), bertempat di  aula Yamewa Paniai, Jayapura, Papua, kemarin.

 

Tujuh unsur yang dimaksud diantaranya: Mengenal Bahasa Ibu; Adat Istiadat; Religius; Letak Geografis; Mata Pencaharian; Kesenian dan Sistem Pengetahuan.

 

Menurutnya, tujuh unsur ini adalah citra dan rasa hidup dan kehidupan suku bangsa Mee yang hakiki.

  
"Saya melihat bahwa dengan pengerahunya perkembangan era globalisasi yang ala canggih ini dampak yang menimbulkan ke  hal-hal negatif. Apalagi kedada anak muda Papua, terlebih khussu anak muda suku bangsa Mee yang dapat saja membunuh atau menghilankan jatih diri kita sebagai manusia Mee. Jika tidak lawan, warisan leluhur akan tinggal nama. Sendirinya akan punah," jelasnya prihatin. 


Untuk itu harapannya, generasi muda suku Mee perlu belajar kebudayaan kita sendiri yang sudah ada. Ia juga menegaskan supaya tidak abaikan atas tujuh unsur kehidupan manusia lebih khususnya suku Mee.


"Jika kita lupakan akan hal itu, maka otomatnya kehilangan akar budi, citra anda, harga diri dan margabat dalam klaborasi kebudayan leluhur suku mee pada kebudayan globalisasi ini,” bebernya sembari mengingatkan pentingnya jaga identitas.

 
Lebih lanjut ia mengutarakan demi mempertahan budaya leluhurnya, dirinya meminta mahasiswa harus belajar dan perlu sekali hayati sosok kebudayan kita.


"Manfaat untuk generasi tidak akan dangkal dari kelupakan kebudayan, mustinya kita dapat jadikan tontonan hidup sehari-hari, agar berungtung akan melestarikan dan memulihkan akan budayanya sendiri,” lanjut tegas kepala suku Mee ini. 


Pewarta: Maii Muyapa
Editor : Manfred Kudiai

#Budaya

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait