Keutuhan NKRI Tidak Akan Hancur, Bila Kasus Panai Berdarah Terungkap

9 Hari yang lalu

TANAH PAPUA

ADMIN


JAYAPURA, KABAMAPEGAA.com - Ketua Dewan Adat Paniai John NR. Gobay mengatakan, dengan diungkapnya pelaku penembakan 4 siswa pada 8 Desember 2014, justru tidak akan menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Kasus Paniai berdarah ini akan terungkap jika TNI, POLRI, Brimob, mau jujur baru kasus ini bisa terbuka. Karena yang melakukan penembakan adalah oknum TNI, POLRI, Angkatan Darat, Pakas, ada oknum anggota kopasus juga disana ada Brimob,” Kata Gobai kepada kabarmapegaa.com, kamis (07/12/217).

 

Kata dia, sekarang tim Ad Hock Paniai berdarah yang mendorong kasus ini disidangkan di Kejaksaan Agung (Kejagung) karena proses penyelidikandan  tim Ad Hock telah membuat berita Acar Penahan BAP bagi pelaku.

 

Lebih lanjut, gobai mengatakan tim penanganan kasus Paniai telah terjadi perggantian komnas HAM RI. Orang-orang menjadi tim Ad Hock sudah tidak lagi menjadi komisioner Komnas HAM yang baru.

 

“Untuk itu, kami meminta  Komnas Ham  yang baru agar yang akan menagani kasus itu, agar benar-benar melanjutkan tahapan ke kejaksaan agung terkait dengan peringatan Paniai berdarah,”terangnya.

 

Ia juga meminta Komnas HAM agar mendorong bersama kasus-kasus pelanggaran HAM yang lain yang sudah dilimpahkan kejaksaan agung agar diproses melalui pengadilan HAM.

 

Selain itu, ia juga meminta kepada Presiden Jokowi bahwa pasal tentang HAM sesuai dengan amanah Otsus jelas tertulis bahwa Negara harus  membentuk pengadilan HAM di Papua agar kasus pelanggaran HAM, Paniai, dan di bebera tempat tidak  disidangkan di Makassar tetapi harus di Papua.

 

 

“Jelas Presiden sendiri telah berjanji untuk menungkap pelaku penembak,”teragnya.

 

Soal pergantian Komnas HAM,John mengatakan agar seger mennggelar sidang untuk mengganti orang orang yang sudah tidak menjabat komisioner. Sementara nama-nama yang masih mejabat di Papua tetap dipertahankan agar melanjutkan di tahap berikut.

 

 

Sementara itu, Ketua Forum Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKMKP) Jayapura, Yosafat Mai Muyapa menuturkan, sudah 3 tahun lamanya kasusu Paniai tidak diselesaikan dengan baik. Maka itu,  kasusu paniai harus diselesaikan dengan kejujuran hati yang terbuka.

 

“Kalau mau selesaikan jangan setengah setengah, karena nyawa 4 pelajar siswa ini  tidak sama dengan nyawa binatang. Untuk itu, komnas HAM atau sebut saja, Tim Ad Hock harus berani ambil langka penyelesaian masalah kemanusiaan di Papua secara berwibawah,” jelasnya.

 

Pewarta         : Alexander Gobai

Foto Kabar Peristiwa