Konektivitas Pendidikan Berbasis Lokal

Cinque Terre
Alexander Gobai

24 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh, Damianus Muyapa*)


ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com – Konektivitas adalah sesuatu hal yang dapat di hubungkan atara satu dengan yang lain. Berhubungan bisa di gunakan dengan banyak pola yang mendapatkan keuntungan yang baik di atara kedua belah pihak. Bukan berhunung hanya mendapatkan keuntungan satu belah pihak yang asa. Untuk berhubung pasti ada system dan cara yang dilakukan oleh seseorang yang sudah di pelajari dan di ketahui sebelumnya. Konektivitas bisa di gunakan dalam segala hal, konektivitas ekonomi, politik, budaya, agama, pendidikan, dan lain sebagainya.


Konektivitas pendidikan adalah berhubungan antara sekolah dengan lingkungannya. Sekolah berada di lingkungan dan sebaliknya. Lingkungan selalu ada kebiasaan yang sangat berbeda sesuai dengan lingkungannya. Baik sisi budaya, ekonomi, pendidikan, politik, dan lain sebagainya. 


Setiap sekolah selalu mempelajari tentang kebudayaan baik kebudayaan lokal, nasional dan internasional. Kebanyakan sekolah yang tidak digunakan pendidikan berbasis lokal, pada hal pendidikan berbasis lokal harus di terapkan di tiap sekolah. Oleh karena itu, penulis memberikan beberapa pandangan tentang pendidikan berbasis lokal adalah sebagai berikut:


1. Pendidikan harus di buatkan kurikulum dengan baik, memang kurikulum pendidikan yang ada, kriteria ketuntasan standar pendidikan (KTSP 2006). Kurikulum 13 (K13). PYP, Ketiga sangat mendukung dalam dunia pendidikan tetapi itu sangat mendukung bagi pendidikan di bagian luar Papua, sedangkan sekolah yang ada di papua terutama sekolah yang ada di pedalaman papua tidak terjangkau kurikulum yang di tetapkannya, apa lagi kurikulum 13 dan PYP. Oleh karena itu, satu kurikulum yang harus di buat oleh dinas pendidikan adalah pendidikan berbasis lokal. Salah satunya adalah setiap sekolah harus mengajar dan memperaktekan budaya lokal, ada satu mata pelajaran bahasa daerah, dan kreatif lokal. 


2. Untuk di terapkan pendidikan berbasis lokal harus memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal dapat mengajar di setiap sekolah yang ada di papua. Namun, sebelumnya memberikan pelatihan kurikulum berbasis lokal oleh dinas pendidikan agar dapat di tingkatkan di sekolah dengan baik. 


3. Pemerintah harus membuat kurikulum berbasis budaya, dan setelah itu dapat di sosialisasikan di tiap sekolah yang ada di Papua, sekolah yang tidak di terapkan pendidikan berbasis lokal dapat di berikan sangsi sesuai dengan aturan yang di tetapkannya. Salah satunya adalah sekolah-sekolah yang ada di pulau jawa itu di harus mata pelajaran Bahasa Jawa. Mata pelajaran yang anak-anak tidak mengerti apa yang di ajarkan oleh guru di kelas dapat di gunakan dengan Bahasa Jawa akhirnya anak-anak bisa mengerti dengan baik. 


Dengan demikian, konektivitas pendidikan berbasis lokal harus di terapkan dengan baik di setiap sekolah yang ada di Pulau Papua. Jangan hanya mempelajari ilmu pengetahuan dengan pendidikan berbasis nasional dan internasioal. Kalau pendidikan berbasis lokal tidak di terapkan di tiap sekolah maka mengalami kesulitan bagi anak-anak, karena semuanya mulai dari budaya sendiri baru belajar dan ikut budaya dari orang lain. Oleh karena itu, pendidikan berbasis lokal di pelajari dan di tekuni bagi semua orang yang hidup di Pulau Cenderawasih, Papua. 


Penulis Pemerhati Pendidikan di Meepago, Tinggal di Timika - Papua

 

Editor (Admin/KM)

Baca Juga, Artikel Terkait