Kronologi penangkapan Lima warga Timika

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

9 Hari yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Keterangan Foto : Keluarga Korban penangkapan aparat keamanan di Kabupaten mimika, Ibu Kota Timika. (Foto: Humas/KM)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com – Lima warga timika dikabarkan ditangkap aparat keamanan Kabupaten  Mimika. Lima Warga diantarnya, Titus Kwalik (48), Polce Sugumol (31), Julianus Dekme (31), Alosius Ogolmagai (49), dan Orpa Wanjomal (40) pada waktu yang bersamaan diberbagai tempat di Kabupaten Timika pada tanggal 09 -10 Juni 2018 lalu.

 

Ini kronologis penangkapan

 

(1).sakasi POLCE SUGUMOL :

Hari sabtu 9 Juni 2018 malam. saya, mama, dan kakak Polce Sugumol di rumah lalu kira-kira sekitar jam 21:00 kakak Polce keluar dari rumah untuk beli gula dan kopi tidak lama kemudian, ada dua mobil masuk parkir di depan rumah dan ada tentara yang masuk langsung bilang. "Kamu polce punya mama ka? Lalu mama bilang iya. Lalu tentara bilang Polce ada taruh senjata ka? Mama langsung bilang ada taruh di kandang di belakang rumah lalu tentara lima orang kawal mama ke kandang belakang rumah dan mereka bawah ke rumah.

 

Setelah itu, tentara tanya mama ada dokumen-dokumen ka? Mama bilang ada dan tunjuk ke plafon rumah akhirnya tentara naik ke lafon rumah dan mereka ambil dokumen dan tentara lain mereka periksa di dalam rumah semua, setelah itu tentara bawa keluar mama lalu kasih naik ke mobil dan bawa mama dan kaka polce.

 

Waktu tentara masuk dalam rumah itu, kakak polce tidak ikut ke dalam rumah. Tetapi, tentara yang lain dengan polce di dalam mobil. Saya lihat mobil yang parkir di depan rumah itu dan ada dua mobil ada mobil Freeport putih dan satu mobil hitam mungkin avansa. Setelah mereka bawa mama dan kakak polce malam itu, Sampai mama pulang ke rumah belakang pasar SP 2 pada hari senin 11 Juni 2018 sekitar Jam 11:00.

 

(3).TITUS. Saksi: I

Pada hari sabtu 09 Juni 2018, kami dalam rumah itu, ada tiga orang. Diantaranya, saya, adik dan mama serta bapak. Kami tidur di rumah kompleks perumahan sepuluh SP 5 sekitar jam 03:00. Itu sudah hari minggu dan Densus 88 datang ke rumah ketuk pintu depan. adik saya yang buka pintu, lalu polisi lima orang mengenakan helem hitam dan pakaian hitam dengan senjata lengkap masuk dalam rumah. Lalu keluarkan Handpone dan tunjukkan foto kepada adik saya. Kemudian, polisi bilang,  itu kamu punya bapa ka? Lalu adik saya bilang iyo. Kemudian, polisi mendobrak pintu kamar dan memukul mama dengan senjata, karena mama ada tidur bagian depan pintu kamar. Sementara bapa kaget bangun. Polisi langsung todong senjata lagi ke bapa sekaligus menyapak bapa langsung bawa keluar sampe depan rumah.

 

“Bapa dapat pukul pakai senjata di tulang belakang. Dan dibawa naik di mobil. Mobil yang parkir itu, mobil bermerek Avanza dan satu mobil PT Freeport. Polisi kasih naik bapa di mobil avansa hitam,” katanya.

 

Saksi: II

Beberapa waktu kemudian sekitar pukul 10.00 Wit, sejumlah polisi, sekitar delapan  sampai sepuluh polisi dengan pakaain preman dengan menggunakan rompi anti peluri kembali ke rumah dan menyakan kepada kami. Apakah ada keluarga pak Titus ka? Kami bilang keluarga bapak Titus ada ikut kejar polisi ke kota Timika.

 

Akhirnya polisi mengatakan antar Pakaian,  Noken dan Handpone ke Polres karena bapak Titus dapat tahan di Polres.  Setelah berkata demikian, sejumlah polisi tersebut kembali.

 

(4). YULIANUS & ALOISIUS

 

Saksi : I.

 

Densus 88 datang ke rumah kami tangkap suami saya dengan saudara-sodara saya.

 

Pada waktu malam minggu. Tepat di subuh pada tanggal 10 Juni 2018 Sekitar jam 03:00 Wit hampir pagi kami tidur dalam rumah.  Saya, suami saya yulianus dekme,  Alosius Ogolmagai dan felix Dekme. Kami tidur di rumah di Jln. SP 6 Kampung Mandiri distrik Iwaka. Aparat densus 88 dengan pakaian hitam dan bersenjata lengkap datang dengan mengunakan  satu buah mobil jenis Avansa dan  satu mobil Freeport dan parkir di depan rumah.

 

Sekitar  sepuluh orang aparat berpakaian hitam itu masuk di rumah kami. Dan mendobrak pintu depan dan pintu belakang rumah. Lalu masuklah salah satu anggota densus 88 dengan menangkat beras 25 kg yang ada di dapur lalu menuangkan di lantai sambil berkata "Beras ini yang kamu orang papua produksi ka?  Sambil mengungkapkan, sejumlah anggota densus yang lain juga masuk kedalam kamar tidur, dan kemudian membongkar kopor pakaian saya. Dan mengambil uang sebesar Rp: 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) mereka periksa saya punya noken kecil dan membuka dompet yang ada di noken dan ambil uang Rp: 100.000 ( seratus ribu rupiah).

 

Redaksi

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait