Kronologis Terjadinya Kebakaran Kontrakan Paniai di Semarang

Cinque Terre
Ancelmus Gobai

9 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
"Melayani dengan hati"
saat menjelaskan kronologi kebakaran 3 kamar kontrakan paniai kepada utusan dari ibu kontrakan. (Foto: Titus Gobai)

 

SEMARANG KABARMAPEGAA.COM—Kontrakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai Semarang (IPMAPAS) terjadi kebakaran 3 kamar akibat konslet kabel listrik. Beberapa barang milik kontrakan dan barang milik tiga kamar mahasiswa terbakar habis dan tidak ada korban jiwa. Rabu (13/06) pukul 14.40 wib. Jl. Gergaji Palem 5 RT VI /RW VI.

Kebakaran mulai terjadi dari lantai dua, penyebab kebakarannya adalah konslet kabel listrik  di depan pintu kamar 07 milik Despia Tenouye mahasiswa baru angkatan tahun 2018. Kemudian api mulai membesar hingga menghanguskan dua kamar di sebelah.

Akibat kebakaran barang—barang elektronik seperti dua buah komputer, satu buah tv dan asset kontrakan empat buah kasur delapan buah bantal, lemari pakaian, meja belajar serta buku-buku yang ada dikamar ikut terbakar.

Api mulai membesar dan asap yang makin meluas di sekitar rumah kontrakan Paniai sehingga   penghuni mulai bergerak untuk memadamkan api kebakaran dan masyarakat disekitar itu kaget dengan kejadian itu.

Saat penghuni hanya sibuk memadamkan api masyarakat sekitar mulai menghubungi tim Pramuka dan Tim Pemadam Pemkot Jateng. Yang lebih awal tiba di tempat kejadian adalah tim Pramuka lalu tim pramuka juga ikut bantu untuk memadamkan api. Sekitar 20 menit kedepan tim pemadam mulai tiba dengan mobil pemadam api di tempat kejadian kebakaran dan langsung memadamkan api.

Setelah api sudah dipadamkan, ada tiga pihak yang datang ke tempat kejadian kebakaran, yaitu pertama Badan bencana penanggulangan daerah (BBPD) Pemkot Semarang, Kedua Kepolisian, dan ketiga adalah utusan pemilik kontrakan.

Setelah Badan Bencana Penanggulangan Daerah (BBPD) tiba mereka minta keterangan kerugian milik penghuni kamar yang sudah terbakar dan mereka bantu makanan ringan seperti biskuit, mie, 2 buah tikar dan 1 buah selimut.

Mereka berpesan  “Proses kejadian ini kami akan tindaklanjuti kepihak pemerintah sebagai barang bukti.” Katanya.

Kemudian datang lagi  aparat keamanan kepolisian di tempat kejadian hanya untuk mengambil data kronologis kebakaran.

Beberapa waktu kemudian datang utusan pemilik kontrakan untuk mengambil foto dan perekaman Video sambil tanya kronologis.

Ia berpesan “data yang sudah ambil ini akan kirim ke pemilik kontrakan sebagai barang bukti dan ditunggu  informasi selanjutnya dari pemilik kontrakan.”

Ketua Rt setempat Pak Gito mengatakan dua hal pertama harus mengetahui tujuan kejawa dan tetap konsisten dengan harapan dan mampu menyesuaikan dengan lingkungan kedua pengalaman kebakaran ini menjadi pengalaman kita bersama di Rt ini.

Di selah itu ketua korwil paniai kota study semarang Titus Gobai mengatakan  kami selalu menjaga kontrakan dan jarang sekali keluar dari kontrakan tetapi bisa terjadi seperti begini membuat hati kami tidak tenang.

Kas korwil kami kosong  maka pemerintah daerah sebagai orang tua tolong melihat kejadian ini untuk merenovasi tiga kamar yang terbakan dan menganti barang barang yang ikut terbakar dari pemilik kontrakan.

Ketua asrama Ruben Mote mengatakan kami mencintai kontrakan seperti cinta diri kita sendiri  karena rumah adalah dimana kami bangun dan tidur tetapi sedih dengan kejadian ini, mengapa bisa terjadi.

Kata mote kepada media www.kabarmapegaa bahwa dengan mohon pemerintah daerah secepatnya menangani persoalan ini agar aktifitas kampus kami lancar seperti biasa.

“Saya bersyukur tidak ada korban jiwa Tuhan terimakasih” tutupnya.

 

Pewarta: Anselmus Gobai

 

 

 

 

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait