Mando Mote: Terbangunnya Mushola di Waghete cermin ketidakpahaman Pemda Deiyai

Cinque Terre
Alexander Gobai

3 Bulan yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

DEIYAI, KABARMAPEGAA.com--Terbangunnya Mushola di Waghete merupakan cermin Ketidakpahaman dari Pemerintah Deiyai pada dua tahun lalu (2015) yang mana telah didirikan sebuah rumah ibadah oleh umat muslim diatas tanah kristus, Yamokebo Deiyai Papua.

 

Hal ini disampaikan oleh Dewan pengurus Daerah (DPD) Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai, Mando Mote, S.IP  dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini, Minggu (18/3/2018).

 

“Terbangaunya Mushola di Yamokebo itu mencerminkan wajah ketidakpahaman dan ketidaksadaran para DPRD, Bupati juga para petinggi dari kabupaten Deiyai karena  masyarakat di kabupaten Deiyai adalah mayoritas agama Kristen yang wajib dipahami oleh para stackeholder,” katanya.

 

Menurutnya,  perlu ada perda agar meminimalisir dan mencegah terjadinya konflik antar agama. Kami tidak mau terjadi masalah seperti kabupaten Tolikara.

 

“Di Tolikara, akibat  Mushola ikut terbakar, konflik antar agama memuncak hingga memakan nyawa manusia,” jelasnya.

 

Untuk itu kata Mando, Jika sudah paham maka ditindaklanjuti dengan regulasi dalam rangka memproteksi melindungi kekhasan kristenan itu yaitu dengan menerbitkan  PERDA atas inisiatif DPRD Deiyai dan juga atas kompromi dengan Bupati, Rabu (28/02/2018) lalu.

 

"Bagi umat muslim, sudah diserahkan lokasi di ibu kota Deiyai dan sudah didirikan mesjid untuk mereka beribadah. Mushola di Yamokebo menjadi masalah serius di kalangan masyarakat pribumi yang sudah hidup lama dalam ajaran kristen hingga saat ini," ujar Mando Mote, Wakil ketua KNPI Deiyai,” jelasnya dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini, Minggu (18/03/2018)

 

Sementra itu, salah tokoh Pemuda, Petrus Pekei meminta agar  warga muslim di Dogiyai untuk hargai kemayoritas kristenan yang sudah ada di Deiyai.

 

Ia berharap agar  Bupati Deiyai dan para DPRD jangan duduk manis di luar dari kabupaten Deiyai, harus kembali menetap di Deiyai untuk melihat berbagai persolan sosial yang terus terjadi.

 

“Dua mushola yang terbangun itu segera diselesaikan dengan baik, sebelum masalah melebar luas” tegas Pekei

 

Dia juga juga mengajak kepada semua stakeholder untuk tetap tinggal di Deiyai dan melihat masalah untuk selesaikan secara bertahap dan sistematik demi menciptakan Deiyai yang bersinar.

 

Pewarta: Yunus Gobai

Editor  : Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait