Mengharumkan Nama Baik Meeuwo, Mahasiswa Jogja Gelar Sumbangan Sukarela Demi Persido

4 Bulan yang lalu

MEEPAGO

ADMIN


YOGYAKARTA, KABAR MAPEGAA.com - Puluhan suporter sepak bola mahasiswa Dogiyai di Yogyakarta dan Solo, Daerah Istimewa Jogyakarta menggelar pencarian dana hibah tahun 2017 untuk klub B, 6 besar memasuki 3 besar zona Papua, Persido Dogiyai. 

 

Mereka menilai Pemda Dogiyai sengaja ingin mematikan persepakbolaan di Dogiyai dengan tidak mencairkan usulan dana tahun 2017 ini.

 

Koordinator sumbangan Sukarela, Fery Tagi,  menjelaskan hal itu dilakukan karena suporter sangat prihatin dengan kondisi tim kesayangan mereka yang harus terpuruk karena persoalan tidak sponsori dari pemda Dogiyai-Papua.

 

“Sangat disayangkan kalau pemda dogiyai tidak sponsor kepada Persido dogiyai sudah masuk 6 besar memasuki liga 3 besar di zona papua, masa sampai saat ini pemda tidak sponsor dana untuk pemain sepak bola Persido zona papua  kalau mereka tidak main berarti kalah WO gara-gara pemda dogiyai,” kata Feri kepada media ini saat jumpa pers  sumbangan sekarela Selasa, (19/07/2017) bertempat halaman utama asrama Dogiyai, Jln, Kelebengan Yogyakarta.

 

suport Persido. (sampul group Fb)

 

Beda tempat, Pelatih Persido, Gad Tekege mennyatakan, kami telah mengusulkan dana itu kepada Pemda Dogiyai. Kami sudah berulang kali bertemu dengan Bupati Dogiyai dan proposal pengajuan dana itu sudah diterima, tetapi hingga kini dana itu belum juga cair.

 

Padahal, lanjut Gad, klub persido sepak bola amatir ini sangat bergantung pada dana hibah dari APBD untuk bisa menjalankan kegiatan Persido sudah masuk 6 besar liga zona Papua dan olahraga sepak bola mengharumkan nama baik Dogiyai dan Meewodide.

 

“Akibat tersendatnya dana  ini, para pemain tidak mendapatkan hak,apalagi muncul informasi bahwa Pemkab sengaja ingin mematikan sepak bola Persido Dogiyai,” kata Tekege kepada media ini saat dihubungi via telpon, (selasa, 19/07/2017).

 

Semenetara itu, Elkam salah satu suporter,yang terlibat ambil bagian dalam menjalankan sumbangan sukarela, juga sebagai anggota Payuban IPMADO dan anggota aktif Ipmanapandode Joglo ini  menilai, sepakbola di Dogiyai sedang mati curi tanpa adanya bantuan dana dari Pemerintah Daerah.

 

Saat senioritas dan mahasiswa Dogiyai, melaangsungkan sumbangan suka rela.

 

“Saya harap kepada pemda Dogiyai, yang diinginkan, segera kembalikan sepakbola Dogiyai kalau memang Pemkab Dogiyai mencintai sepak bola Persido. Pemda seharusnya mendukung untuk membangkitkan Dunia Sepak Bola. Persido harus bangkit,” pinta Elkam.

 

Sementara itu, Group FB  Persido Dogiyai, membajiri komentar mendukung Persido agar tetap maju dan berkarya di lapangan hijau walau ada hambatan dalam dana. Salah satu pemilik akun Fb, Harol Doma Tabenak menuliskan, meskipun keadaan demikian, tapi kami akan tetap maju demi mengharumkan nama baik Meeuwo, kuhususnya di Dogiyai.

 

“Perintah dari coach Gad Mabi Tekege Magad sdh di keluarkan kalu kita tetap menatap ke putaran ke 3/6 besar liga 3 zona papua...meskipun keadaan seperti begini tapi ini sdh perintah dari coach untuk kami pemain ikuti karna menurut coach ini demi mengharumkan daerah meeuwoo khususnya kabupaten dogiyai ,.. kami siap tunjukan yg terbaik...Tetap dukung, lanjut,  kami dalam doa untuk memasuki putaran ke 3 n untuk melunakan hati pemerintah kabupaten dogiyai !!. Wagi3...WUuuuu3..” tulisnya dalam group Fb.

 

Pewarta: Yan Yuaiya Goo

 

Editor : Manfred Kudiai

 

Foto Kabar Peristiwa