Pelatih Persido Harap Pemda Harus Peduli Soal Anggaran

Cinque Terre
Alexander Gobai

6 Bulan yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

DOGIYAI, KABAR MAPEGAA.com - Persido Dogiyai faktor utama finansial dinilai masih menjadi masalah utama bagi club Persido Dogiyai besutan. Apalagi, target runner up dalam Liga Nusantara 2017 zona Papua yang telah memasuki babak penyisihan putaran kedua, memaksa pelatih bersama tim official lebih bekerja keras tetapi pemda Dogiyai tidak menghargai.

 

Seperti diketahui dalam Liga 2017 zona Papua,  persido Dogiyai masuk di Grup B bersama club persikerom.

 

Pelatih Gad Tekege mengatakan, pada prinsipnya materi pemain secara keseluruhan sudah siap.

 

“Materi pemain kami rasa tidak kalah dibandingkan dengan club dari kota/kabupaten lain dipapua, terbukti dalam laga (home) kemarin kami berhasil juarah grup urut pertama,” ungkap Gad Tekege via telpon, Sabtu (15/07/2017).

 

Namun keluh, semua persiapan yang ada masih terkendala faktor finansial. Minimnya pendanaan, bahkan kucuran alokasi dana dari Pemda setempat sampe saat ini belum terealisasi, membuat pihak pemain persido siap memasuki liga satu tetapi pemda janji terus tanpa terealisasi maka sampai sekarang kami tetap masih menunggu kata, pelatih persido Dogiyai Gad Tekege.

 

Untuk anggaran pelatih sendiri menyatakan total dana yang harus kami keluarkan berkisar antara 20 hingga 25 juta rupiah sekali tanding.

 

“Dana begitu itu sudah ada kami buat paling irit. Kadang untuk memenuhinya, disamping kami jual stiker kepada supporter maupun penonton, kami juga iuran dan tetap mengupayakan bantuan dari Pemda dogiyai ,” kata Gad.

 

Tekege berharap, baik Pemda melalui instansi terkait maupun pihak  lainya lebih ada perhatian untuk kemajuan olahraga khususnya sepakbola di Dogiyai karena bukan tidak mungkin, Persido bisa membawa nama Dogiyai ke tingkat nasional melalui prestasi dibidang sepak bola zona papua sudah masuk enam besar setelah itu masuk pada tiga besar dan  hasil terakhir liga satu ,tuturnya. 

 

Mahasiswa asal Dogiyai di Jogyakarta Ferry Tagi menyatakan, kecewa sangat mendalam karena selama ini tak ada perhatian dari pemerintah setempat, untuk itu dia meminta Pemkab Dogiyai dan beberapa pihak yang memiliki kepedulian agar diberikan perhatian untuk memuluskan perjalanan mereka mengharumkan nama baik Kabupaten Dogiyai, kata kecewa. 

 

Dia, berharap harus ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai . Karena kami masyarakat dan intektual sangat mendukung persido dogiyai bisa masuk di grup B enam besar di zona papua  untuk mengharumkan nama baik 

 

"Dogiyai Dou Enaa, bukan untuk pemain pribadi," tutupnya.

 

Pewarta: Yan Yuaiya Goo

 

Editor   : Alexander Gobai

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait