Pembangunan Infrastruktur Jalan Memberikan Dampak Pendapatan Dari Sisi Aspek Ekonomi Rakyat di Maybrat

Cinque Terre
Frans Pigai

8 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Redaktur Artikel Media Online Kabar Mapegaa (KM)
Ilustrasi, Semi Edi Framana T/KM

Oleh, Semi Edi Framana Turot*)

 

OPINI, KABARMAPEGAA.com – Pembangunan infrastruktur jalan, berupa jalan rel kereta api memberikan dampak positif bagi pendapatan dari sisi ekonomi rakyat di tanah Maybrat – Papua.

 

Penulis berpendapat bahwa, yang pertama; Penulis melihat dari sudut pandang ekonomi suatu pertumbuhan ekonomi berkembang apabila didukung oleh transportasi laut, udara, darat sehingga percepatan pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat setempatnya, dan  yang akan dilihat dari aspek perekonomian  bagi masyarakat sangat memuaskan bagi kebutuhannya.

 

Yang kedua; Masalah pendidikan kita orang Maybrat sudah hampir 75% berpendidikan bahkan semua jurusan sudah di tempuh, namun kita masih berpatokan pada PNS padahal alam kita sudah menyediakan segalanya untuk bagaimana kita kreatif dan inofatif untuk mengelola kekayaan yang ada sehingga banyak orang luar yang juga punya pengetahuan sama seperti kita malah memanfaatkan alam yang ada, sehingga kita selalu mengatakan bahwa kita miskin diatas tanah kita sendiri, Papua.

 

Kita juga terbawa dengan arus demokrasi pesta politik daerah sehingga membuat kita jadi malas untuk memanfaatkan alam yang kaya raya ini, kita juga malas sehingga tidak bisa bersaing dengan orang pendatang bahkan orang-orang asing.  Jika kita lihat ilmu dari pendatang itu sama juga dengan ilmu yang kita tempuh di universitas dan sekolah tinggi yang ada di Indonesia ini. Karena kita tidak kreatif, maka pendatang yang menguasai semua sehingga kita terus terjajah diatas negeri kita sendiri.

 

Yang ketiga; Perkembangan teknologi hari ini berkembang sangat sepet dan kita bahkan bangsa Indonesia ini juga blm siap dengan matang untuk menghadapi perkembangan teknologi tersebut. Kita tidak bisa menutup mata dengan masuknya negara indonesia ke dalam (Masyarakat Ekonomi Assean) MEA. Dimana Negara-negara di Assean ini boleh melakukan aktivitas ekonomi di Wilayah Indonesia dan sebaliknya Indonesia boleh melakukan kegiatan ekonomi di Negara-neara anggota Assean?

 

Nah, apabila kita masih terus menutup diri dan tidak menerima peradaban, maka kita akan terus tertinggal dan alam kita akan di kuasai bukan hanya Indonesia tpi juga Negara-negara yang berivestasi ke Indonesia krna mereka pemilik modal dan punya pengetahuan teknologi yang lebih dari kita bahkan Indonesia pun tidak bisa bersaing.

 

Yang terjadi hari ini kita semua dijajah, yakni; Negara asing menjajah Indonesia bahkan Negara Indonesia menjajah bangsa Papua. Hal paling sederhana ketika asing menjajah Indonesia sebagai bukti adalah PTFI yang sahamnya dikuasai Amerika sekian banyak Indonesia cuman dapat beberapa % saja, apalagi Papua yang berikut Gas LNJ di Babo, Bintuni pun demikian dan masih banyak perusahan yang dikuasai oleh Negara asing, sehingga membuat politik adu domba dalam negeri sehingga mereka tetap mendapatkan keuntungan terbesar.

 

Untuk itu penulis berpendapat bahwa dengan adanya program pemerintah pusat untuk pembangunan rel kereta api sangat mempermudah akses untuk Papua Barat. Yang tadinya kita beli bensin dengan harga kisaran 15 ribu/liter kita bisa beli Rp.9000 atau Rp.10000/liter. Kita kebanyakan masih terlena dengan Kota Sorong, sehingga uang deri Maybrat semua berputar di Sorong.

 

Dengan adanya rel keretaapi, apa pasti dgn sendirinya pemerintah mencanangkan pasar yang hampir sama dengan pasar remu supaya masyarakat jangan lagi ke Sorong, pejabat tidak lagi selesai pekerjaan di kantor waktu kosong atau libur berkunjung ke Kota Sorong.

 

Mereka akan menetap di Maybrat dan fokus pada kinerja kerja, bahkan kebutuhan pun akan tersedia di tempat karena infrastruktur jalan yang dibangun oleh pemerintahan Indonesia guma memuai para taraf hidup yang sejahtera bagi masyarakat di Maybrat dan bagi para pekerja baik pemerintah maupun buruh tidak lagi kunjung ke Kota Sorong, karena dengan sendirinya perekonomian akan menikat dan rakyat sejahtera karena permutaran uang hanya berrdar di sekitar Kabupaten Maybrat saja.

 

Ulasan dari penulis bahwa kita lihat dari segi positif kita harus mendukung juga, masa kita jadi masyarakat komunal terus, dan harus melawan untuk melawan system dalam perpuran perekonomian yang ada di tanah Papua, terlebih khususnya di Kabupaten Maybrat.

 

Janganlah harus berpindah jadi masyarakat modern, tetapi jadilah manusia yang melawan dari aspek apapun guna mempertahankan kebudayaan dan jati diri kita dalam mengembangkan ekonomi rakyat yang sejahtera di tanah kita sendiri.

 

Penulis adalah Mahasiswa Maybrat – Papua, Kota Study Malang

 

Editor: (Admin/KM)

Baca Juga, Artikel Terkait