Pemda Maybrat Tekun Merespon Pembangunan Rel Kereta Api di Sususmuk

Cinque Terre
Alexander Gobai

25 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

 

Oleh, Ronald Fanataf*)

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com – Pemerintah Daerah Maybrat dengan cepat merespon pembangunan yang bernuansa fisik (infrastrukutr) yang berlabel proyek dengan angka anggran finansial yang melangit.

 

Banyak pembanguanan berupa fisisk sebut saja  salah satunya kantor perkebunan yang di bangun oleh Pemda Maybrat empat tahun yang yang silam berlokasi di Distrik Aifat Utara (Ayawasi) yang kini belum di optimalkan oleh Pemda Maybrat  di bumi Maybrat.

 

Tidak diperdayakan masyrakat yang mandiri dalam mengelola potensi di Maybrat, kebun tani ala Maybrat.

 

Pengembangan jembatan dan ruas jalan dari distrik ke distrik, dari kampung ke kampung belum direalisasikan secara hilistik di negeri A3.

 

Pembangunan perioritas juga masih belum di laksanakan, masyrakat masih hidup dengan penuh kesusah.

 

Kesusahan untuk mengambil atau memuat bahan bangunan dari kota sorong ke kampung atau pun distrik yang sama sekali belum sentuh pembangunan jalan mau pun jembatan yang layak seharusnya sebagai pembanguna dasar untuk mempermudah jangkauan akses pembangunan.

 

Contoh saja beberapa bulan yang lalu masyrakat asal Aifat Timur yang kena korban tenggelam di sungai, karena mengantar bahan bangunan dengan menggunakan ketinting melewati sungai yang sedang meluap atau banjir dan disertai dengan arus air sungai mengganaskan sehingga memakan korban dari salah satu masyrakat setempat.

 

Pembanguan yang efektif yaitu pembangunan yang merata diseluruh aspek. Pemerintah Maybrat harus fokus juga pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengantisipasi persaingan di bumi Maybrat.

 

Pembanguna rel kereta api disana membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi para pendatang yang melakoni bidang ilmu yang sudah mumpuni untuk siap dikerjakan atau dipakai.

 

Bagamana dengan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di Maybrat yang kini belum diperhatikan oleh Pemda setempat.

 

Pemerintah Maybrat setidaknya harus menyaipkan anggaran pendidikan untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa Maybrat yang sedang menyandang pendidikan S1 maupun S2 bahkan S3, agar SDM Maybrat siap dipakai atau dikerjakan diberbagai lini.

 

SDM Maybrat yang baik siap bisa dikerjakan distasiun kereta api yang kini mau dibangun oleh Pemerintah. supaya wajah Maybrat juga terlihat dalam berkompotisi di dunia kerja.

 

Tidak secara cepat Pemda Maybrat langsung merespon pembangunan rel kereta api, tetapi Pemda harus menganalisis dampak dari pemangunan tersebut dengan menganalisi SWOT-nya. Jika tidak berdampak besar bagi masyarakat bisa dilakukan.

 

Kalau  tidak, maka tidak dilaksanakan. Sebab, motif dari pembangunan kadang ada bersifat desrtruktif (masyrakat Maybrat terisolasi hingga berakhir dengan konflik sosial yang horizontal di bumi Maybrat) dan ada pula yang bersifat konstruktif yang berdampak positif.

 

Himbauan, Pemda tekun serta berhati-hati dalam merespon pemangunan rel keret api di Negeri A3 (Ayamaru, Aitinyo, dan Aifat). www. Save-Maybrat and We Care!

 

Penulis adalah Mahasiswa Maybrat di Jogja

 

Editor: (Admin/KM)

Baca Juga, Artikel Terkait