Pemda Yohukimo Telat Melunasi Uang Kontrakan, Pemilik Hentikan Masa Huni Mahasiswa

Cinque Terre
Manfred Kudiai

25 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Saat Mahasiswa asal Kabupaten Yohukimo, bergegas barang-barang sebelum meninggalkan tempat tinggal mereka. (Foto: Doc. Mahasiswa Yahukimo/Bali/KM).

 

DENPASAR, KABARMAPEGAA.com— Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo, Pemda Yakukimo) telat membayar sisa uang kontrakan bagi mahasiswa asal Yahukimo yang sedang mengenyam pendidikan pergutuan tinggi, kota Bali, Denpasar terpaksana harus keluar meninggalkan Kontrakan mailik pemda tersebut.

 

Dikabarkan, mahasiswa Yahukimo kota studi Nali ini diusir dari kontrakan dengan alasan belum melunasi biaya kontrakan yang terletak di Jln. Muhamad Yamin ,Gang  7, No. 27, Denpasar, Bali. Pada tanggal 25 Mei 2018 belum lama ini.

 

Pemilik kontrakan, Pak Inegah Brata mengaku, sebelumnya mengeluarkan mahasiswa Yahukimo, telah memberikan peringatan sebayar 15 kali. Dan pada tanggal 25 Mei 2018 , Pak Brata datang dan keluarkan mahasiswa dari kontrakan tersebut.

 

Yolki Mareus Kobak, Penanggungjawab mahasiswa Yahukimo Kota study Bali mengatakan , pengusiran ini terjadi karena pembayan uang kontrakan yang masih belum bayar sekitar  15 porsen dari 100 porsen dari harga yang harus di lunasi.

 

“Kontrakan yang di tempati mahasiswa yahukimo ini pertama kali di huni ketika pemerintah dalam hal ini ini staf ahli Bupati Yahukimo, Timotius Huby datang dan sekaligus membayar uang muka kontrakan sebesar 15 juta dari harga sebenarnya yaitu 100 juta pertahun” tegasnya kepada media ini saat dihubungi via pesan eletronik, Selasa (29/5/2018).

 

Rumah Kontrakan yang ditempati  Yahukimo ini tempati oleh mahasiswa Yahukimo selama kurang lebih lima bulan dimulai dari bulan desember 2017 sampai pertengahan mei 2018 ini.

 

“Setelah membayar uang muka dan memberi janji untuk melengkapi sisanya pada awal Februari 2018 tetapi setelah menunggu hingga empat bulan terakhir belum ada juga jawaban dari pemerintah terkait,” katanya.

 

Melihat situasi ini selaku badan pengurus Yolki kobak,  mengambil tindakan untuk pergi ke yahukimo mewakili seluruh mahasiswa yahukimo kota study Bali dan mendatangi dinas terkait dengan tujuan menanyakan janji tersebut.

 

“Pada 5 april 2018 yolki pergi dan tidak mendapat hasil apapun selama dua minggu berada disana dan hanya menerima janji lagi bahwa “satu dua hari kedepan akan kami lunasi”, dan sampai hari ini belum ada penanganan dari dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan mahasiswa Yahukimo di Bali ini,” tegas lebih lanjut.

 

Oleh karena itu, Mahasiswa kabupaten Yahukimo kota study bali menuntut agar pemerintah jangan melihat persoalan ini dengan sebelah mata karena, kontrakan ini menjadi salah satu hal paling penting yang dapat menunjang studi mahasiswa demi membangun sumberdaya Manusia yang lebih baik agar kedepannya dapat menjadi pemimpin-peminpin diatas daerah mereka sendiri.

 

“Maka pemerintah harus serius melihat persoalan ini demi membangun SDM yang lebih baik di kabupaten Yahukimo,” tambah Yolki.

 

Pewarta: Manfred Kudiai

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait