Pemerintah Wajib Memperhatikan atas Pengorbanan Mama Mama Papua

Cinque Terre
Alexander Gobai

1 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

 

 

Oleh, Yubal A. Nawipa

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.COM--Beban dan rasa tanggunjawab yang dimiliki oleh seorang ibu  atau mama sangatlah luar biasa. Setiap harinya meluangkan waktu dan tenaga hanya untuk mencari sebuah kehidupan yang sederhana dan mengoptimalkan keluarga mulai dari zaman prasejarah hingga kini.

 

Taruhan nyawa seperti  pada gambar diatas  sering dan selalu  terjadi kepada mama-mama Papua yang telah membiasakan menjual bahan makanan buah buahan dan sayur sayuran yang tentunya harus jual  di pasar.  Namun karena pasar yang ada di ambil ahli oleh orang asing (non papua) sehingga mama mama Papua belum mendapatkan tempat yang layak untuk jualan hasil bumi mereka. Mereka menerima apaadanya sehingga  menjual hasil bumi di pinggir jalan  bebatuan dan diatas pecek yang sangat meleleh ampuh diatas tanahnya sendiri. Tempat seperti itu sangat tidak pantas untuk menjual bahan-bahan hasil bumi mereka yang ujung ujungnya membawa kesakitan.

 

Bahan makan dari hasil bumi itu mereka menjual untuk menkomsumsi nantinya oleh manusia. Hal ini menjadi persoalan yang harus diperhatikan oleh kesehatan agar tubuh sehat terhindar dari sakit penyakit,  apabila terjadi penyakit semacam muntaber sakit perut  bahkan sakit sakit lain yang terjadi akibat bahan makanan  tradisional yang dijual oleh  mama-mama, jangan salahkan mereka tetapi coba kita intropeksi kinerja kita terhadap mama-mama Papua khususnya pemerintahaan daerah bagian kesehatan. Seandanya kejadian semacam ini di biarkan maka penderitian mama mama papua semakin membebani dalam perjuangan mencari nafkah hidup mereka dan akan hancur perjuangan kedepan bagi anak cucuk generas mendatang.

 

Mama mama papua berjung keras untuk mendapatkan apa yang di inginkan oleh anaknya sehingga mereka membanting tulang dan berderai keringat bahkan manaruh nyawa untuk naik gunung turun gunung bahkan  tubuh mereka pun dibasahi  air keringat dan hujang sampai keriput tulang kering menunggu dunia gelap.

 

Dengan demikian probelmatik yang dihadapi oleh mama-mama papua perlu ada dukungan dan bantuan dari pihak pemerintah supaya dapat memfasilitasi mereka  membangun  tempat jual beli barang (rumah pasar) bukan hanya  itu saja tetapi  mencari alternatif  lain yang bisa meringankan beban mereka yang sudah sekian lama terlihat bosan, capeh  dan derita di atas tanah sendiri.

 

Mereka  tidak pandang nafas  hanya datang  satu kali pulang satu kali alias hidup dan mati. Mereka kerja terus demi hidup hanya untuk transaksi barang/jasa demi menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Bahkan bahan makanan yang mereka jual kepada pembeli inipun sangat luar biasa dan  sangat di apresiasi dalam konteks Papua pasar tradisional. 

 

Mama-mama papua sangat paham  artinya pembeli membutuhkan  penjual jadi keduanya tak terpisahkan dari satu kesatuan guna mengcukupi kebutuhan primer, sekunder dan tertier dalam kehidupan mereka penjual dan pembeli.

 

Dalam hasil kerja keras mama-mama papua ini banyak tujuan yang di gunakan dalam hidup dalam keluarga mereka sendiri. Masing-masing musti yang paling pertama adalah mereka membutuhkan uang untuk membiayai anak-anak mereka yang sedang bersekolah, serta menghidupi keluarga mereka dan untuk kebutuhan lain.  Mereka juga pandai untuk mencari cara bagaimana memanfaatkan waktu secara efektif, efisien, dan intensif. Ini menjadi nilai perjuangan besar mama mama papua  yang harus di hargai di tanahnya sendiri.

 

Ketika diwawancara salah satu mama papua dari sekian banyak itu mengatakan, “Kami menjual bahan makanan pokok dengan  alasan:

  1. Kami sebagai ibu rumah tangga dalam kelurga sedikit bertanggun jawab untuk melawan perkembangan zaman.
  2. Kami berupaya Papua tetap terjaga dari kelaparan kesusahan dan penderitaan.
  3. Membantu serta  meringankan  suami dalam rangka mencari vitalitas (nafkah) hidup yang sederhana yang berlangsun ini (20/06/2016).

Kita melihat dengan serius  atas  persoalan yang mereka hadapi selama ini bahkan sampai kini pun belum teratasi dengan hambatan yang serius. Misalkan terjadi kecelahkan bentrokan atau hal-hal eksotis lainnya menimpah mama-mama Papua itu akan persoalan yang serius yang akan berdampak pada seluruh orang asli papua (OAP), oleh karna itu, antisipasi sebelum hal-hal  buruk itu menjumpai kepada mama-mama Papua bahkan kita semua yang ada di tanah papua ini dari berbagai sisi problematika. Maka itu mari kita menjaga semangat  mama mama Papua dalam hal daya jual mereka dan tetap berkontribusi serta bersolidaritas bersama-sama demi mama-mama papua kedepan yang lebih baik.

 

Ini menjadi harapan dan pesan yang harus di hargai kerja keras dari seorang mama mama Papua adalah:

 

Kepada pemerintah setempat di tambah lagi kepada siapa saja yang mempunyai rasa belas kasihan terhadap mama-mama Papua agar saling  berbaur dan membentuk tim pasifikasi terhadap hambatan yang serius yang di jalani oleh mama-mama Papua selama hampir mencapai puluhan tahun ini.

 

Sebagai rasa kemanusiaan dimanakah rasa berbelas budi terhadap mereka,  sebab merekalah yang  mengandung, melahirkan, bahkan memelihara kita. Rasa kasih sayang ibu kepada kita sangat luar biasa.

 

Saya rasa mama-mama Papua bagaikan tanah papua yang kita perjuangkan ini, karena kita diciptakan oleh Tuhan sang khalik pencipta dengan debu tanah Papua bagi orang papua. Sanyangi sekaligus membuka mata kepada mama-mama papua dan membela seperti kita membelah dan berjuang demi negara kita sendiri west Papua.

 

Mama mama papua daya semangat  tinggi membawa perubahan papua yang mandiri dan sukses, meraka ingin anaknya sukes dalam segala bidan yang di tekuni. Mereka  berjuang dengan cara membesarkan anak dengan  gaya jualan sederhan ini berdampat pada nilai positif. Ini menjadi salah satu sifat yang harus di pelajari pemerintahan daerah setempat mendukung mama mama tercinta kita.

 

Pada waktu itu pun, mama melakukan banyak pekerjaan  demi anaknya yang ada di pundak,  mama merasa itu adalah tanggungjawab Tuhan, kemudian  mama-mama papua memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang  melekat  pada tubuh di mulai dari peradaban manusia hingga sekarang.

 

Sekarang dunia ketiga yang kita sebut-sebut dengan zaman modern milenial “dunia tanpa batas” yang semakin pesat,  perkembangan bidan apa saja  semakin hari semakin laju secara horizontal maupun vertial. Perkembangan teknologi dan pengetahuan itu pun amat kecang dan mewabah dimana-mana tanpa melihat perbedaan potensi ancaman sosial, dan dinamika sosial itu sendiri.

 

Demi mereka yang mangandung, melahirkan, menyusui serta membesarkan, bahkan pula sampai mereka support  kami sampai menyelesaikan masa pendidikan terakhir kami ini.

 

Apakah yang kami perbuat terhadap mereka yang menangis diatas menangis keringat diatas keringat. Maka mari  bersama mendatangkan perubahan revolusi terhadap mama-mama papua supaya mencari nafkah hidup dengan mudah dan terkendali, dan hilangkan tangisan jeritan mereka.  satukan harga diri (Papua) dan kembali support mama-mama papua sebagai tanda berbalas budi sekaligus mewujudkan visi dan misi masing-masing  dalam rangka membangun papua dengan potensi ekonomi yang ada.

 

Pandangan orang luar menilai kita manusia Papua  sangatlah kurang baik dalam hidupnya. Mereka juga berpikir orang papua tidak saling memperhatikan diantara satu dengan lainya. Pada hal  kita manusia sosial yang tinggi akan nilai kemanusiaan  yang selalu saling mengenal antara satu sama lain dari nenek moyang kita, kita bersatu dan tetep konservatif kita yang memegan kekuasan di papua (KM).

 

Penulis adalah Mahasiswa Asal Papua yang Sedang Study di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait