Penjabat Bupati Paniai Musa Isir Ditolak ASN dan Masyarakat

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

22 Hari yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Keterangan Foto: Aksi demo damai yang dilakukan oleh masyarakat dan ASN Kabupaten Paniai yang menolak kehadiran Musa Isir sebagai Penjabat Bupati Paniai di halaman Kantor Bupati (Foto: KM/ Humas Paniai)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com –  Tokoh Masyatakat Kabupaten Paniai, Melianus Yumai, mengatakan, kehadiran Musa Isir sebagai penjabat Bupati Paniai, diduga difasilitasi oleh mantan Bupati Paniai yang juga maju sebagai Pasangan Calon (Paslon) incumbent yang maju kembali dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2018 ini.

 

Menurut dia, pelantikan Musa Isir terkesan dipaksakan dan bersifat tertutup, karena tanpa kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Paniai, Yohanes Youw dan juga ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Herman Adii, serta perwakilan tokoh masyarakat dan ASN.

 

“Kehadiran Musa Isir tentunya menimbulkan kegaduhan dikalangan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berakibat pada lumpuhnya aktivitas pemerintahan di Kabupaten Paniai,” kata Melianus Yumai kepada Media ini dari Paniai, Rabu (30/5).

 

Intinya kata dia, seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Paniai menolak kehadiran Musa Isir dan berharap Yohanes Youw melanjutkan kewenangannya sebagai Plt Bupati Paniai sampai 23 Juni 2018 dan berlanjut menjadi Penjabat Bupati hingga dilantiknya Bupati Definitif terpilih.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Paniai, Herman Adii, menurutnya seluruh elemen masyakat hingga ke akar rumput dengan menolak kehaadiran Musa Isir dan meminta pihaknya untuk kembali bekerja sebagai Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua.

 

“Memangnya penjabat harus orang luar ka, memangnya di Kabupaten Paniai ini tidak ada orang pintar yang layak jadi Penjabat Bupati Paniai ka,” tanyanya dengan nada sinis.

 

Di tempat yang sama pula, Akademisi Kabupaten Paniai, Petrus Yeimo, mengatakan, pada prinsipnya, aspirasi dari seluruh masyarakat ini adalah menginginkan agar Musa Isir meninggalkan Kabupaten Paniai, karena kedatangannya dinilai penuh dengan kepentingan Hengky kayame, sebagai paslon. Karena selama ini Musa Isir tinggal keluar masuk dirumah Hengky kayame, sehingga diduga ada diskusi serius secara tertutup yang mendukung Musa Isir. Padahal  tugas utama Isir adalah menyelenggarakan pemilukada serentak di kabupaten Paniai, tetapi dari awal telah memposisikan diri di paslon Hengky Kayame. Melihat kondisi seperti itu maka masyarakat dari pendukung paslon lain tidak setuju dengan sikap ini dan tidak menerima hal tersebut.

 

Untuk itu kata Petrus Yeimo, Musa Isir harus mengerti bahwa seluruh lapisan masyarakat Paniai, baik alam maupun manusia menolak dan meminta Musa Isir untuk segera angkat kaki dari Paniai.

 

“Karena dengan begitu tentunya akan dapat menjaga harga diri dan wibawa serta menjaga nama baiknya di dalam tugas-tugas pemerintahan. Kalau dia melaksanakan tugas di Paniai dengan cara-cara demikian, maka ia tidak akan dapat bekerja dengan tenang karena seluruh masyarakat dan ASN akan demo terus. Akibatnya, kegiatan Pemilukada maupun Pilgub di Kabupaten Paniai, akan terganggu pelaksanaannya,” katanya.

 

“Dan bila penyelenggaraan Pemilukada terganggu, maka itu menjadi tanggung jawab Musa Isir dan kroni-kroni Hengky Kayame. Untuk mengantisipasi pelaksanaan agenda nasional ini agar berjalan dengan aman dan tertib, maka pihaknya diminta untuk berangkat pulang melapor kepada Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, untuk tidak bertugas lagi di Paniai dan agar Plt. Bupati Paniai, Yohanes Youw, bisa melaksanakan kegiatan pemerintahan dan kegiatan Pemilukada ini dengan aman dan sebagaimana mestinya,” katanya lagi.

 

Lebih jauh ia mengatakan, fasilitas yang digunakan termasuk tempat tinggalnya selama melaksanakan tugas sebagai Penjabat Bupati Paniai disiapkan oleh Hengky kayame dan kroni-kroninya.

 

Masih menurut Petrus Yeimo, jika penyelenggaran pemerintahan mogok dan pelaksanaan Pemilukada tersebut gagal maka Hengky Kayame beserta kroninya harus bertanggung jawab.

“Mereka ini adalah Herman Kayame, Roby Kayame, Albert Kayame, Otis Money, Samuel Fonataba, Beny Yogi, Naftali Pakopa, Pilemon Kayame, Moses Mote, Simon Gobai, Deni Gobai, Abaka Pigai, Petrus Yeimo dan Akulian Nakapa,” ungkapnya.

 

“Papua ini kan daerah otonomi khusus dan berlaku di seluruh Papua, maka seluruh lapisan masyarakat dan ASN di Kabupaten Paniai meminta agar Yohanes Youw bisa melanjutkan tugasnya sebagai Plt dan dilanjutkan sebagai Penjabat Bupati sampai dilantiknya Bupati Definitif,” tutupnya.

 

Penolakan tersebut juga dilakukan oleh seluruh tokoh di Kabupaten Paniai, antara lain tokoh pemuda, agama, adat, perempuan dan lain sebagainya.

 

Untuk diketahui bahwa sejak Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo melantik Musa Isir sebagai Penjabat Bupati Paniai pada Rabu (23/5/2018) lalu, seluruh masyarakat dan ASN di Paniai terus melakukan aksi penolakan dengan berdemo damai dan akan melakukan mogok sipil hingga Musa Isir kembali ke Jayapura. 

 

Pewarta     : Alexander Gobai

 

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait