Polisi Brutal Keroyok Alumni IPDN Mando Mote S.IP 

Cinque Terre
Alexander Gobai

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

NABIRE, KABARMAPEGAA.com-- Pihak keamanan  secara brutal mengeroyok Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian kabupaten Deiyai, Mando Mote S.IP, Sabtu (05/05/2018)  saat hendak menyaksikan debat kandidat II yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, di Guest house, jalan Merdeka,  Kabupaten Nabire.

 

"Saya dikeroyok oleh puluhan polisi yang bertugas mengamankan jalannya debat kandidat," kata Mando Mote Sabtu, (05/04 ) dini hari.

 

Jelas Mando, awalnya ratusan masyarakat yang datang menyaksikan debat dari Deiyai maupun yang berada di kota Nabire hendak mau menyaksikan perdebatan itu, namun pihak kepolisian memalang pintu pagar dan dilarang masuk di balai Gues house. 


Di pintu pagar dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan dibatasi hanya 30 orang pendukung dari masing- masing kandidat. "Seharusnya berhak masuk untuk menyaksikan, mendengar, memahami, menghayati pemaparan Visi, misi dan program kerja oleh para kandidat adalah seluruh lapisan; masyarakat yang sudah hadir. Sebab yang mau memilih adalah masyarakat itu sendiri," terangnya.

Dengan kejadian ini, Mando Mote alumni IPDN Tahun ajaran 2013 menjadi sasaran kekerasan oleh pihak kepolisian Polres Nabire hingga dipukuli dengan moncong senjata yang mengenai pelipus dan bengkat.

 

Pengeroyokan ini terjadi saat Mando melakukan aksi protes ruang yang dbatasi buat  rakyat  yang datang menyaksikan debat tersebut oleh pihak keamanan (Polisi), saat itu pula  Mando menyampaikan aski protes terhadap tindakan dari pihak keamanan, tuntut bahwa debat Kandidat wajib disaksikan oleh seluruh masyarakat maka ruang dan waktu dibuka bagi seluruh masyarakat.


Video Klip terkait telah update di Youtube oleh Petrus Pekei, dengan Judul: "Polisi Brutal Keroyok Mando Mote Di Nabire" Dipublikasikan pada  tanggal 5 Mei 2018, ditayang 1.083 kali  sejak berita ini ditayang.


Tulis dalam keterangan video, momen ini wajib disaksikan oleh semua masyarakat bukan untuk pendukung-pendukung saja. "Setelah saya sampaikan itu, saya keroyok, dipukul dengan moncong senjata, dipukul dengan tangan, oleh ratusan polisi/brimob yang sedang mengamankan, membatasi masyarakat deiyai itu saat itu. Dari saya tidak keluarkan satu pukulan kepada ratusan polisi/brimob itu," tulis Mando.

Pengeroyokan tersebut ditanggapi oleh keluarga korban Yulian Atoowa Mote. "Tindakan kekerasan dan keroyokan yang dilakukan terhadap Mando Mote dan wartawan Jubi, Abeth Amoye Youw oleh pihak kepolisian ini," jelasnya.

Kata Mote, dinilai berlebihan sehingga sejumlah intelektual Mee akan menindak lanjuti alias mengadu masalah ke pihak yang berwenang untuk usut tuntas atau adili pelaku kekerasan tersebut. 


"Kini kami tengah persiapan pengaduan seperti visum dari dokter, setelah itu kami akan ditindak lanjuti," jelas Atoowa


.Dalam kejadian ini, wartwan Jubi Abet Youw dilarang oleh pihak kepolisian yang bertugas saat itu supaya tidak meliput kejadian pengeroyokan tersebut. 

 

Pewarta: Matheus Tekege

Editor: Manfred Kudiai/KM

 


 

Baca Juga, Artikel Terkait