Skema Politik Luar Negeri Indonesia di Era Soekarno dalam Mengklaim Irian Barat

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Skema Politik Luar Negeri Indonesia di Era Soekarno dalam Mengklaim Irian Barat (Foto desain A Gobai penulis dan presiden Soekarno.)

Oleh Musa Petitaiby Pekei

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.COM : Judul journal ini ditulis oleh penulis untuk menguraikan secara singkat bagaimana dinamika politik atas papua barat sejak pencaplokan papua barat masuk dalam wilayah  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pada tahun 1961 hingga 2016. Sementara Papua sendiri sudah deklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1961. Secara sengaja Soekarno pada tahun 1962 mendeklarasikan Tiga Komando Rakyat (TRIKORA) isinya tentang 1. Gagalkan pembentukan negara boneka papua buatan Belanda. 2. Kibarkan sang  warna merah putih di irian barat. 3. Gerakan mobilisasi umum di Irian Barat tanah air Indonesia.

 

Melalui gerakan TRIKORA untuk merampas wilayah Papua barat tidak berhasil, sehingga  di lakukanlah diplomasi ekonomi melalui kontrak karya PT.Freeport Indonesia pada tahun 1967. Kemudian prosesi  aneksasi secara paksa dapat dilaksanakan secara seremonial sebatas pada tahun 1969 dan karena sistem negara Indonesia dalam konstitusi menyebutkan dalam suatu perkara dapat dilaksanakan melalui musyawarah akhinya menamai penentuan pendapat rakayat (PEPERA).

 

Sejak  kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 Belanda tidak  mengakui kedaulatan Indonesia  secara seutuh-nya malahan Belanda mengakui Indonesia di beberapa wilayah yaitu Jawa, Madura, Sumatra. Pada tahun 1949 Indonesia melakukan suatu perjanjian Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Denhaag Belanda. Delegasi yang ikut dalam pertemuaan itu adalah Drs.Moh.Hatta[1] dkk.Hasil perjanjian itu menetapkan kedaulatan Indonesia hanya berlaku dari Sabang sampai Ambon. Setelah hasil perjanjian itu masalah Irian Barat juga disinggung dalam perjanjian ini, namun Moh.Hatta mengatahkan Irian Barat juga punya hak untuk mentukan massa depan mereka sebab mereka berbeda ras,dengan kami,”Katanya”.

 

Kemudian pada tahun 1950-an Ambisi Soekarno mulai terlihat ketika menanggapi pernyataan Drs.Moh.Hatta  tentang Irian Barat di meja KMB. Pada tanggal 1 Desember 1961 Wilayah papua sudah di Deklarasikan kemerdekaan bangsa West Papua melalaui dewan yang mereka bentuk yaitu Dewan New Guinea Raad dan Komite Nasional Papua (KNP). Mereka yang ikut dalam kepanitiaan ini adalah latar belakanagn pendidikan dari Belanda kira kira 400-an orang dari lulusan pamong praja. Mereka berhasil membentuk nama negara, lamabang negara, Semboyang negara,  Lagu kebangsaan, Mata uang. Setelah mendengar ada negara baru di Irian barat, maka  Ia mulai berbicara tentang perebutan irian barat dan mempengaruhi masyarakat Indonesia dan mengatahkan bahwa dari Sabang sampai Merauke adalah bagaian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tidak bisa dipisahkan sambil berorasi diberbagai forum forum terbuka di seluruh tanah Jawa dan Sumatra.

 

Dengan intruksi dari Soekarno sebagai pimpinan komando dan  di bawah pimpinan Soeharto sebagai panglima tertinggi membentuk titik pangkalan di Makasar dan Ambon sebagai tempat pusat perluasan wilayah ke daratan Irian Barat. kemudian pasukan TRIKORA masuk melalui Halmahera Raja Ampat dan kemudian masuk ke Sorong. Dari sini berbagi ke seluruh wilayah Irian barat. Dari ketiga TRIKOMADO diatas sangat terlihat jelas bahwa di dalamnya ada unsur penjajahan yang konotatifnya negative yang pertama dengan penekanan pada tekanan militer yang menggerahkan sebanyak mungkin mulai dari 1961-1998. Dengan berbagai penyamaran nama yakni;

  1. Operasi khusus pemenang PEPERA (1961-1965).2. Operasi sadar (1965). 3. Operasi jayawijaya (1961-1962). 4. Operasi Tumpas (1967-1976). 5. Operasi wisnu murti (1963-1965). 6. Operasi Bhazatayudha (1966-1967). 7. Operasi wibawa (1967). 8. Operasi pemungkas (1971-1977).7. Operasi koteka (1977-1978).8. Operasi senyum (1979-1980). 9. Operasi galak l (1985-1986). 10. Operasi galak ll (1986). 11. Operasi kasuari l (1987-1988). 12. Operasi kasuari ll (1988-1989). 13. Operasi Raja wali l (1989-1990). 14. Operasi Raja wali ll (1990-1995). Sumber Laporan team Komisi Nasional (KOMNAS) Hak Asasi Manusia (HAM) dari 1961-1998 mencatat dalam dua tahap .Pertama sebelum Pepera di lakasanakan. Kedua Sesudah Pepera di lakasankan.

 

  1. Soekarno Berdiplomasi Ke Berbagai Negara

Pada tahun 1962 Soekarno mulai berdiplomasi ke berbagai negara salah satu-nya ke Amerika serikat dan menemui Presiden Jhon.F.Kennedy untuk meminta bantuan untuk membicarakan masalah irian barat, namun Kennedy  tidak merespon dengan baik karena ada hubungan baik dengan Belanda yaitu disisi satu Aliancy dalam Blok Timur dan Soekarno merasa tidak ada untungnnya dengan Amerika serikat sehinga ia mulai mendekati presiden Rusia. Saat itu Rusia termasuk pimpinan Blok Barat. Solusi yang di respon oleh Rusia adalah memberikan  bantuan pesawat Sukoy [2] sekitar 8 buah.

 

Akhirnya terjadi  beberapa insiden Laut Aru dan penyerbuan di Irian Barat, Indonesia memakai pesawat tempur bantuan Rusia itu untuk menghancurkan musuh. Sementara dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa perlawanan rakyat Irian Barat gabung bersama dengan rakyat Indonesia melawan  dengan Belanda. Laporan asli menyebutkan bahwa rakyat Papua tidak perna ikut bergabung dengan Indonesia melawan Belanda, malah rakyat Papua lebih memilih orang Belanda dari pada Indonesia, sedangkan  dilihat dari konteks materi pembelajaran di sekolah sangat berbeda dengan fakta sejarah di rakyata Papua. Jadi pada intinya bahwa semuanya itu sebagai manipulasi  sejarah dan dijadikan sebagai acuan kurikulum pembelajaran di system pendidikan di Indonesia.

 

b. Strategi Politik Soekarno Ikut Membentuk Perhimpunan Negara Negara

1.Gerakan Non Block (GNB)

Pada tahun 1955 Soekarno dan beberapa Negara ikut membentuk suatu gerakan Non Blok untuk merendahkan situasi peperangan yang saat itu semakin tegang antara blok barat dan timur. Didirikannya GNB ini Tujuannya untuk menciptakan keamanan dan mensejahterakan masyarakat  dari berbagai perpecahan konflik yang melanda di seluruh dunia. Dari pertemuaan ini Seokarno bersuara untuk membebasakan Nelson Mandela dan menyeruhkan untuk bangsa kulit putih angkat kaki dari Afrika selatan dan mengajak negara-negara yang hadir disitu untuk bersatu  meredahkan blok barat dan timur itu yang menjadi perhatian utama. Soekarno memainkan politiknya mulai dari memberikan perhatian (HAM) sepenuhnya ke negara-negara lain dan bersuara keadilan kesejahteraan bangsa lain tetapi beliau masih menyimpan daerah irin barat yang suatua saat akan di singgung. Ia hanya memberi suara supaya suatua saat ketika berbicara maslah irian barat negara negara lain juga ikut memberikan perhatian dan dukungan. Apa yang di lakukan Soekarno merebut Irian Jaya dianeksasi, 5 Mei 2015 www.kompasiana.com.

 

2. Konfrensi Asia & Afrika (KAA)

Pada tahun 1965 Presiden Soekarno juga merangkul negara-negara Asia Afrika untuk membentuk suatu gerakan yang nama-nya Konfrensi Asia dan Afrika (KAA). Awal Pembentukan ini dikenal dengan nama Dasasila Bandung. Tujuan dibentuk KAA ini untuk melindungi pelanggaran HAM dan diskriminasi yang Belanda di seluruh dunia dari westernisasi (Bangsa Eropa) terhadap bangsa-bangsa di Asia dan Afrika baik dari sisi ekonomi, budaya maupun kehidupan sosial masyarakat. Soekarno ikut berpartisipasi dalam politik global yaitu dalam pembentukan KAA ini hanya sebagai acuan karena beliau melihat bahwa politik dalam negeri saja tidak bisa membendung kekuatan untuk merebut kembali wilayahnya, maka ia harus ikut menyuarakan politik dunia agar dapat saat berbicara kepentingan nasionala(national interest), negara lain juga bisa memperhatikan dan memberikan support misalnya ketika berbicara masalah Irian Barat di forum KAA banyak negara yang bersuara untuk mendukung Irian Barat masuk dalam wilayah NKRI.

Dalam pertemuan KAA juga membahas agenda Irian Barat dari sinilah suara dukungan dari negara-negara Asia Afrika datang untuk mendukun Irian Barat mutlak masuk dalam Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dari negara Syria bersuara bahwa masalah Irian Barat itu ulah-nya Imprialisme sama seperti Syria yang di kuasai oleh kaum Imperialisme.

 

3.Pembentukan ASEAN

Pada tahun 1967 Pemikiran Sutan Sjahir dan Soekano melahirkan sebuah rancangan konsep Perhimpunan Asosiasi Bangsa  Bangsa Asia Tengggara (ASEAN) mulai dibentuk pertama kali di Bangkok Malaysia .Tujuannya untuk meningkatkan solidaritas Bangsa Bangsa Melayu di asia tenggara dari diskriminasi, imperialisme western. Selain itu ASEAN di bentuk untuk meningkatkan national branding dan juga membangaun kawasan  ekonomi yang kuat terhadap tantangan bangsa-bangsa Eropa yang yang bisa dapat menguasai di negara-negara ASEAN. Presiden Soekarno melihat tantangan politik global maka solusi yang ia tawarkan kepada negara-negara kawasana asia tenggara untuk bersatu membentuk salah satu wadah yang nama-nya ASEAN. Disamping melihat politik luar negeri ia juga mengukur kepentingan nasional (National Interest) sebab hanya kekuatan dalam negeri saja tidak bisa membendung wilayah Indonesia yang seutuhnya. Karena Soekarno tahu suatu saat Irian Barat akan di rebut kembali dalam pangkuan NKRI. Itu sebab-nya Soekrno lebih memaikan politik luar negeri yang lebih banyak guna mencari image baik terhadap bangsa - bangsa lain/negara-negara lain.Tujuannya untuk menjaga harkat dan martabat bangsa bangsa Asia Tenggara,mselain itu untuk saling mendukung dalam segala persoalan yang terjadi dalam kawasan ASEAN .

 

Masalah Irian Barat juga moment yang tepat untuk mutlak jatuh ke tangan Indonesia atas jasa partisipasi politik luar negeri lebih memedulikan bangsa lain atas diskriminasi ,kolonialisme,   dan kemelaratan di seluruh dunia. Otomatis ada saat itulah  bangsa lain juga tetap akan  mendukung penuh Irian Barat juga masuk dalam wilayah Indonesia. Semetara kalau di lihat dari  sisi lain bahwa  Soekarno membaca suatu saat komunitas perhimpunan ini akan membawa dan mempertahankan identitas nasional (National Power) dan jika salah satu negara bersuara minta tolong pastinya negara-negara yang  telah tergabung dalam perhimpunan  itu akan memberikan  suara untuk membantu negara yang melanda bencana atau jajahan.

 

4.Penandatangan perusahaan PT.Freeport Indonesia

Sementara politik global melanda di belahan dunia, maka di bagian benua asia juga akan menjadi sasarannya. Sejak  itulah presiden Soekarno mulai membaca kondisi politik dalam negeri. ia mengakui bahwa Sumber daya alam (SDA)di indonesia paling banyak di banding negara lain. Ia berkomitment bahwa wilayah irian barat harus di masukan dalam wilayah koekuasaan negara Indonesia, Maka saat itu  Pada tahun 1967 salah satu perusahaan Multi Nasional Coorporations (MNC) Masuk di tanah Papua yaitu PT.Freeport Indonesia (PTFI) mulai eksplorasi di tanah Amungsa Papua. Penandatanganan Itu dilakukan awalnya melalui diplomasi terselubung yang dirintis oleh Soekarno secara tertutup dengan alasan Amerika harus mendukung Indonesia dengan bersyarat bahwa  perusahaan PTFI masuk. Sedangkan Belanda harus  kembali ke tanah airnya sementara Belanda menerima desakan yang sangat keras  dari Amerika tetapi dengan syarat ia juga tidak mau menerima kalau  mengganggu kepentingan Belanda di daratan Irian Barat. Disitulah Amerika dan Indonesia menerima permintaan dari Belanda dan kepentingan ekonomi itu sampai sekarang ada yaitu   perusahaan   kilang  minyak di Sorong.

 

Disisi lain Belanda menerima kenyataan itu karena Belanda  juga ia beraliansi dengan “Blok Timur” yang  dibawah pimpinan Amerika Serikat dan juga Kedua negara ini sangat takut dengan  Rusia. Karena saat itu  Rusia Memimpin blok barat sehingga otomatis mereka menyerah tetapi dengan syarat harus masuk kedua perusahaan terbesar yaitu tambang dan minyak. Sebab saat itu juga sedang Belanda perang yang goncang gancing antara blok barat dan blok  timur yang sangat berkepanjangan.

 

5.Penyelesaian Sengketa Irian Barat di Meja PBB

Pada tahun 1962 Pemerintah Indonesia tanpa melibatkan Orang Asli Papua (OAP) menandatangani surat perjanjian yaitu New York Agreement. Isi perjanjian nya adalah Belanda segera kembali dan Indonesia menguasai Papua selama 25 tahun mulai terhitung dari tahun 1962 sampai sekarang. Kemudian di lanjutkan dengan perjanjian Roma Agreement 1963 isi tentang Irian Barat adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kebanyakan para majelis umum yang bekerja di perserikatan bangsa-bangsa adalah kebanyakan dari Amerika Serikat ,otomatis dalam penggambilan keputusan lebih memihak kepada negara indonesia.

keputusan dari PBB mengambil langkah mengirim utusan pbb  ke Papua untuk menyaksikan pentuan pendapat”Act Free Choice” tahun 1969, namun ditengah jalan berubah pikiran dan sampai pada saat PEPERA 1969 itu utusan PBB sudah nyampe di Papua setelah usai PEPERA.

Indonesia mengusulkan ke PBB saat itu adalah memecahkan persoalan Irian Barat dilakukan dengan mufakat, sebab dasar negara Indonesia dalam menyelesaikan masalah itu dengan dasar musyawara mufakat maka PBB menerima untuk dilaksanakan.

Implementasi pemecahan masalah saat itu tidak sesuai dengan mufakat benaran namun masyarakat asli Papua yang dipilih untuk menentukan masa depatan Papua yaitu berjumlah 800.000 orang dikurangi hingga 1.025 0rang. Hal itupun ditekan oleh militer. Jikalau anda yang tidak   memilih merdeka maka anda akan kami membunuh semuanya. Intimidasi ini yang dibuat oleh TNI  saat itu untuk menekan psycologi peserta hak suara yang hadir saat itu. Sebenarnya yang disepakati yaitu denggan One Man One Vote (satu orang satu suara ) namun akhirnya peserta yang hadir semuanya menyerah karena trauma dan ikut intruksi dari TNI dan pimpinan Indonesia. Sementara yang ikut juga jumlah peserta sangat sedikit (KM.)

 

Penulisa Adalah Mahasiswa  Papua Kuliah Di Jawa

 

Referensi:

Buku Socratez Sofyan Yoman 2010,Pemusnahan Etnis Melanesia.Galang Press

Artikel, Journal dan Paper: Jhon Annari,Kegagalan dekolonisasi dan ilegal referendum di papua barat,WPLO.2012.

Norman Jhosua 2010, Amerika serikat dan indonesia dalam Masalah Pembebasan Papua barat.

Materi Pendidikan Politik AMP 1998,Sejarah Perjuangan dan Dinamika politik pejajahan di papua barat.(Sebuah Pendidikan pendidikan politik untuk Menjadi mahasiswa Pejuang).

Hasil keputusan konferensi meja bundar  (KMB) di Denhaag Belanda,Diakses Jumat 17 September  2015.www.Berpendidikan.com

Jhon Stalford, Keterlibatan PBB Dalam Dalam Tindakan Penentuan Nasib Sendiri di Irian Barat Tahun 1968-1969.  (http://www.angelfire.com/journal/issues/saltford.html)

Musa pekei ,Situasi Politik Kolonialisme Di Tanah Papua,akses 6 November 2016 pukul 21.56 WIB.(www.kabarmapegaa.com)

#Budaya

#MRP

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait