Usut tuntas Pelaku Penembakan di Dogiyai, FPRMAM dan AMP Jogja Gelar  Aksi

Cinque Terre
Alexander Gobai

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Pelajar dan Mahasiswa yang tergabung dalam Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme (FPRMAM) dan Alinasi Mahasiswa Papua (AMP) Yogyakarta melangsungkan aksi  long march ke titik Nol KM (Malioboro) Yogayakarta. Kamis (19/4/2018).  Dalam aksi ini mereka minta negara segara usut tuntas pelaku penembakan di Dogiyai.

 

Aksi yang diikuti oleh  kurang lebih  80 pelajar dan mahasiswa Papua dan partisipan  ini, membawa poster-poster yang menuliskan tuntutan singkat terkait pelanggaran HAM di tanah Papua.

 

Mereka tuntut  supaya adili pelaku pelanggaran HAM yang dilakukan  pada 06 April 2018 di Desa Mauwa, Distrik Kamuu, Kabuapten Dogiyai dipicu oleh beberapa oknum polisi yang membuang rentetan tembakan di atas jembatan kali Mauwa pada malam itu, pukul 20:00 WIT.

 

Koordinator Lapangan, Paul mengatakan kami orang Papua punya hak untuk hidup, bukan militerisme  yang memcabut nyawa orang Papua dengan cuma-cuma.

 

“Kami tidak lupa dan tinggal diam atas segala pelanggaran HAM yang terjadi Papua terutama di Dogiyai belum lama ini. Dengan ini kami menuntut supaya negara bertanggung jawab dan adili pelaku penembakan di Dogiyai,”  jelas Paul saat diwawancara media ini.

 

Sementara itu, perwakilan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI WP) Riko mengatakan rakyat Papualah yang diburuh, rakyat Papua dibunuh diatas tanah mereka sendiri.

 

“Untuk mengentikan semua kekerasan dan pelanggaram  HAM yang tak kunjung usai ini, Papua harus merdeka dan negara Indoesia harus mendukung itu, sebagaimana yang terterah dalam UUD 1945,” teriak Riko dalam orasinya yang dipetik media ini.

 

Sementara Riko berorasi, ormas reaksioner Paksi Katon Jogja represif terhadap massa aksi. kejadian  ini membuat orasi terhenti sekitar 5 menit dan dilanjutkan setelah LBH Yogyakarta bernegaosiasi dengan orams Paksi Katon.  Suasana sedikit memanas namun pihak keamanan mampu mengamankan ormas, masa aksi kembali bergantian orasi.

 

 

Kasat Intelkan Umbuharjo, Pak Wayu tak menjawab ketika ditanya berapa banyak pasukan yang diturunkan untuk mengamankan aksi ini.  

 

Semenatar itu, pantauan media ini, sejak pukul 7.00 WIB gabungan kepolisian siap siaga di depan dan belakang asrama Mahsiswa Papua dengan seragam lengkap. Selama aksi berlansung, ormas terus mencoba refresif kepada massa aksi namun aksi berjalan dengan baik hingga usai pukul 12.30 WIB.

 

Dalam aksi ini, mereka meminta kepada Komnas HAM RI dan Bupati Dogiyai supaya  usut, tangkap, adili dan penjarakan pelaku pelanggaran HAM yang menembak Geri Goo dan Rudi Auwe sesuai hukum yang berlaku; Juga mereka minta kepada negara supaya tarik militer organik maupun non organik dari Papua; tutup perusahan asing di Papua dan menentukan nasib sendiri bagi mereka adalah solusi demokrasi.

 

Aksi ini diakhir dengan pembacaan pernyataan sikap oleh koordinator umum aksi, Oskar Petege di depan massa aksi pukul 12.30 WIB.

 

Baca juga berita terkait:

Press Release:  Militerisme pelaku utama pelanggaran HAM  Dogiyai dan Papua

Penembakan di  Dogiyai:  FPRMAM ungkap tiga dugaan pelanggaran HAM

Penembakan di Dogiyai: Komnas HAM RI Terima Surat Pengaduan

Surat Terbuka untuk Inspektur Jendral Polisi, Drs.Boy Rafli Amar M.H

Surat Terbuka untuk Bupati Kabupaten Dogiyai

Mahasiswa Minta, Pemerintah Dogiyai Serius Melihat Tembakan di Dogiyai

Mahasiswa Minta Pemerintah dan Gabungan Aparat untuk tidak mengalihkan isu Kasus Dogiyai

Dua Pemuda ditembak, DAM Dogiyai Kutuk Perbuatan Aparat Indonesia

Ini Kronologis Penembakan  Tim Gabungan Terhadap Pemuda  Dogiyai

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait