Warga Bakar Puskesmas Modio, Pemda Dogiyai Diminta Bertanggungjawab

Cinque Terre
Manfred Kudiai

4 Hari yang lalu
KESEHATAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Kondisi Puskesmas Modio, yang di bakar warga setempat. (Sumber: Fb)

 

MODIO, KABAR MAPEGA.com— Saya minta kepada Pemerinta Kabupaten Dogiyai, dalam hal ini Dinas Kesehatan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  serta Kepala Distrik Modio dan  Kepala Puskesmas Modio segera bertanggungjawab  atas kejadian pembakaran Ruma Sakit oleh warga setempat belum lama ini. Hal ini disampaikan oleh Intelektual Dogiyai, Musa Boma kepada media ini via pesan eletronik. Selasa (13/6/2018).

 

 " Saya sebagai anak daerah dari wilayah Tota Mapiha menilai bahwa, rakyat menempu dengan jalan pembarakan karena jelas bahwa, anak-anak mereka mati sia-sia tanpa tertolong oleh tenaga medis, jelasnya.

 

Saat ditanya sebabnya, Musa menjelaskan dibakarnya rumah sakit oleh warga setempat bermula saat seorang ibu hamil berinisial AT hendak melahirkan namun tak tertolong dari rumahnya, kemudian keluarga  bersama suami YK mengantar ke puskesmas Modiao. Sesampai di sana, mereka tidak menemukan petugas kesehatan, bahkan pelayanan pun tidak berjalan, tidak ada aktivitas di rumah sakit sebagai semestinya. Semua petugas pun tidak ditemui di setiap ruangan. Karena tidak ada pertolongan lebih lanjut akhirnya ibu AT meninggal dunia.

 

“Petugas medis itu dari negara di jamin setiap waktu dan bulan dengan tujuan melayani rakyat setempat bukan meninggalkan tugas lalu pergi mencari kepentingan tetentu hanya saat mau terima gaji saja datang itu sudah jelas keliru,” ujar Musa kecewa.

 

fungsi kontrol dari pihak pemda Dogiyai, kata Musa,  bagian  Dinas Kesehatan, dari pihak DPR  kepala Distrik, kepala Puskesmas jangan segel mati fuungsi controlnya.“Hal yang sangat vital sehingga kedepan tidak boleh terjadi lagi di kabupaten Dogiyai.”

 

“Saya ingin tanyakan kepada pemerintah bahwa apakah harus di bangun gedung saja, tinggal begitu atau gedung harus diisi dengan petugas. Jika gedung di isi dengan petugas kesehatan makan mereka harus  siap melayani masyarakat untuk mencegah berbagai penyakit yang dialami oleh rakyat dengan tujuan dan tugas pokok menciptakan kondisi kesehatan yang baik, bukan hanya terima haji tanpa kerja yang nyata,” tegas Musa yang juga pernah berjuang menolak pemekaran Mapiha Raya ini.

 

Sementara itu, alasan lain masyarakat Distrik Modio membakar Puskesmas karena  tidak ada petugas satu pun di tempat tugas. Macet total pelayanan kesehatan di Modio  sejaki bulan Januari hingga pada bulan ini.

 

" Saat ini,  warga Distrik Modio banyak menderita  sakit  tetapi petugas satu pun tidak menetap, saat ambil gaji saja naik ke Dogiyai tidur di Nabire lupakan semua tugas yang melekat pada mereka,” katanya

 

Sementara itu,  Anggota DPR  Kab. Dogiyai, wilayah pemilihan Tota Mapiha,  Marselino Tekege membenarkan atas kejadian tersebut. Untuk itu dirinya mengatakan dalam waktu dekat  DPRD, Bupati, Dinas Kesehatan kepala Distrik setempat, kepala kampung  akan  membicarakan hal ini untuk mencari solusi serta jalan keluarnya secara bersama.

 

“Masalah ini masalah yang  serius maka pihak- pihak yang berwajib kami akan duduk dan kenapa penyebabnya kita mencari tahu sama-sama karena rumah sakit sekolah itu tidak bisa harus kosong tenaga medis maupun guru-guru karena kedua lembaga ini sangat penting,” ujarnya.

 

Beda tempat, Marius Kedeikoto seaku pemuda Modio mengungkapkan alasan pembakaran rumah sakit di Modio.

 

“Pembakaran rumah sakit Distrik Modio ini memang masyarakat bakar,  karena tidak ada petugas satupun menetap disana. Mereka selalu sibuk dan fokus pada kepentingan di luar sana akhirnya rumah sakit selalu kekosongan,” katanya.

 

Pemuda asal  Putra Tiho Butu,  Modio ini menyatakan atas pengakuan rakyat setempat bahwa, kami bakar rumah sakit ini  kesepakatan bersama warga Modio.

 

“Ia, dari cerita warga di Modio, dari ujung pukul ujung, kami sepakat lalu bakar  Puskesamas,  bagimana bisa, petugas tidak ada kami sakit menderita. Ini juga sebagai teguran kepada pemerintah Dogiyai atau peringatan begitu, termasuk petugas yang bertugas di Modio,” ujarnya.

 

(Admin/KM)

.

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait