246 Guru Agama Se-Papua Mengikuti Pre Test PPG

Cinque Terre
Andy Ogobai

29 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Tinggalkan Jejak Dengan Tulisan...!
Guru Agama Sedang Mengerjakan Soal Pre Tes PPG 2018, Andy/KM

Timika, KABARMAPEGAA.Com-- Kementerian Agama (Kemenag)  Propinsi Papua melaksanakan  kegiatan Pre Test pendidikan Profesi Guru Agama Kristen dan Islam (PPG PAK, PAI)  Tahap dua, secara serentak  dengan kuota  peserta sebanyak 243 orang Se- Papua.

Pelaksanaan kegiatan Pre test pendidikan Profesi Guru tersebut, program dari Kementerian Agama (Kemenag) tim pelaksana kegiatan, yakni kementerian  pendidikan dan  kebudayaan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Papua (LPMP). 

Pre test dilakukan selama 2 hari, (18-19/12/2018) dibeberapa kota Papua seperti, Timika 26 orang, Jayapura 91 orang, Biak 78 orang, Merauke 34 orang, dan Nabire 13 orang.

Sebelumya 243 peserta PPG ini telah lulus seleksi administrasi secara on line melalui SIMPATIKA. Selanjutnya  mereka  mengikuti seleksi akademik (pretest) secara serentak.

Demikian, kata  Herwin Januryadi, S.Kom, M.si, perwakilan dari LPMP saat mengawas sistim, Tempat Ujian Kompetensi (UKG), selasa (18/12), di SMK Harapan Timika. 

“Kata dia,  Ujian Pre tes kali ini, meliputi tes potensi akademik, tes kemampuan bidang studi dan pedagogik serta tes minat dan kemampuan,” tambahnya.

Selanjutnya setelah melalui tahapan seleksi, peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti proses pembelajaran di kelas non – daring.

Program PPG non–daring terdiri dari lokakarya selama lima minggu dan Program Pendidikan Lanjutan (PPL) di sekolah/madrasah selama tiga minggu,” lanjutnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Mimika, Utler Adrianus, menyampaikan seluruh tahapan pelaksanaan PPG dalam Jabatan harus berpedoman kepada Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Profesi Guru dan Pedoman Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru yang ditetapkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Ini jelas menjadi dasar hukum penyelenggaraan PPG dalam Jabatan," terang  Kementerian Agama ini.

Utler juga menerangkan beberapa kendala dan permasalahan yang sedang dihadapi Direktorat GTK terkait penyelenggaraan PPG. Pertama, belum adanya penetapan LPTK penyelenggara PPG dalam Jabatan yang secara spesifik ditunjuk untuk melaksanakan mata pelajaran PAK dan Rumpunnya. 

Kedua, ia menuturkan proses revisi anggaran pelaksanaan program PPG dalam jabatan juga menjadi kendala.
Ia mengajak semua pihak untuk optimis dan mengharapkan dukungan maupun kerjasama yang baik dari seluruh pihak sehingga nantinya program PPG dalam Jabatan dapat terlaksana dengan sukses.

Dari pantauan media online Kabarmapegaa.com, semua peserta rata-rata mayoritas Non Papua yang lebih banyak, sedangkan orang asli papua sangat kurang. "Dengan alasan tidak lulus seleksi administrasi secara on line melalui SIMPATIKA,"Kata salah satu peserta.

 

Pewarta: Andy Ogobay/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait