32 Mahasiswa Wisuda Lulus Angkatan Pertama STK Touye Papa Deiyai Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Bulan yang lalu
LAINNYA

Tentang Penulis
saat acara 32 wisudawan dan wisudati Angkatan Pertama STK Touye Papa Deiyai Papua dan keluarga wisudawa/i. (Foto: Geitogo/KM)

 

 

 

Deiyai, KABARMAPEGAA.Com – Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Papaa Kab Deiyai Papua melepas peserta didik angkatan pertama pada tahun akademik 2019/2020. Sebanyak 32 mahasiswa menjadi jebolan pertama dari lembaga pendidikan yang mulai beroperasi pada 2014 silam.

 

Ketua STK Touye Paapaa Oktovianus  Pekei, S.S.,M.Sc mengatakan, wisuda perdana ini menjadi tonggak penting STK dalam berkontribusi kepada masyarakat, maka penting bagi lulusan angkatan pertama ini untuk berperang aktif setelah lulus.

 

Pekei berpesan,  STK didirikan atas  inisiasi umat sehingga setiap paroki diutus  lima orang mahasiswa baru. Kini status STK telah terakreditasi C di badan perguruan tinggi (PT) nasional.

 

“Angkatan I  STK Touye Papaa agar dapat menjalankan peran dengan kontribusi dan kolaborasi dalam membangun negeri dan memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat,” katanya dalam Wisuda STK Touye Papa di Gereja lama Paroki St. Yohanes Pemandi , Jumat (23/10/2020).

 

Lanjut, Wisuda merupakan bagian dari sidang senat terbuka STK Touye Papa. Agenda sidang terbagi dalam empat bagian. Pembukaan, acara ibadah pemberkatan pengutusan bagi wisudawan dan wisudawati, kedua penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2019/2020. Ketiga, wisu iada mahasiswa tahun akademik .2019/2020. Keempat, sambutan-sambutan serta sambutan dari Dirjen Bimas Katolik Kementerian RI, Yohanes Bayu Samodro, S.Pd,.M.Pd.

 

Acara ibadah pembukaan pengutusan dipimpin langsung oleh Pater Administrator Diosesan Kuskupan Timika, Marten Kuayo, Pr dari  Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi  Waghete Kab.Deiyai.

 

Pater Marten berpesan bahwa para wisudawan/i menjadi pembala solusi di tengah-tengah berbagai masalah. Bukan hanya memperoleh intelektualitas dan ijazah. Kalian mampu membawa solusi ditengah pendidikan yang sedang bermasalah. Bukan menonton saja ketika masalah pendidikan melanda di tiap kampung masing- masing.

 

Setelah menyampaikan pesan kepada para wisudawan-wisudawi dilanjudkan dengan pemberkatan pengutusan. Video dan Foto Doc telampir.

 

Dalam  sambutan Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro mengatakan, pentingnya menciptakan lulusan sarjana pendidikan Katolik yang handal di bidangnya. Pasalnya, cabang ilmu pendidikan kateketik semakin berkembang seiring perkembangan zaman.

 

Lanjut dia, anda juga ada, anda hidup ditengah masyarakat yang kompleks meskipun agar kalian pendidikan tinggi belum merupakan jaminan akan diserap dalam lapangan kerja itu bisa diakibatkan karena banyak kompetensi maka sekali anda masuk maka janganlah berpaling ke belakang tetapi terus kembangkan potensi anda bahwa anda sudah selesai pada perguruan tinggi maka belajar sudah selesai hari ini.

 

Lanjut, Belajar adalah pendidikan yang diproses seumur hidup long  life education maka belajarlah seumur hidup. Oleh karena itu saya mengajak anda senatiasa mengembangkan kemampuan dan ketrampilan mampu membuat hidup sejahtera dan melayani membahagiakan semakin membuat masyarakat sejahtera.

 

Kesan pesan yang disampaikan mewakili wisudawan-wisudawati Yasinta Giyai mengatakan, angakan pertama STK Touyepapa, rasa terima kasih sedalam- dalamnya kepada pencetus STK serta para dosen-dosenya yang mana angkatan uji coba ini datang dari berbagai daerah untuk belajar menimba ilmu melayani, mewartakan dan menggembalakan untuk Kombas, Sekolah maupun di gereja.

 

Kendala yang kami hadapi selama ini kurang tersedianya fasilitas gedung, buku panduan , akan tetapi dosen kami yang tangggu ini berjuan dan mendidik kami serta   memperjuangkan badan akreditasi Nasional.

 

Kendala lain yaitu dengan terbatasnya, teknologi IT yang tidak memadai sehingga kami belajar dengan  modul yang ada.

 

Harapan  kami sebagai alumni yang mana memilih untuk belajar di STK Touye Papa tidak keliru. Ada dua alasan untuk memutuskan kuliah di sini. Pertama, pendiri dan pengajarnya mempunyai integritas. Kedua, dengan kelas kecil membuat kegiatan belajar lebih efektif.

 

Pewarta: Geitogo/KM

 

#Budaya

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait