5 Masyarakat Sipil Meninggal, Ini Sikap Mahasiswa Puncak Sejawa dan Bali

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pernyataan sikap mahasiswa puncak sejawa bali atas kedukaan kab Puncak.

 

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.COM--Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM) adalah penghormatan kepada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Masa Esa yang mengemban tugas mengelola dan memelihara alam semesta dengan penuh ketaqwaan dan penuh tanggung jawab untuk kesejahteraan umat manusia, oleh pencipta-Nya dianugerahi hak asasi untuk menjamin keberadaan harkat dan martabat kemuliaan dirinya serta keharmonisan lingkungannya.

 

Hak Asasi Manusia (HAM) dalam UU 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun. Selain hak asasi manusia juga mempunyai kewajiban dasar antara manusia yang satu terhadap yang lain dan terhadap masyarakat secara keseluruhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengemban tanggung jawab moral dan hukum untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta berbagai instrumen internasional lainnya mengenai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia.

 

Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara hukum yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia tak terkecuali manusia Papua sama di mata hukum untuk menegakkan keadilan atas penembakan-penembakan terhadap masyarakat sipil di Papua pada umumnya dan khususnya di kabupaten Puncak sejak agustus 2019 korban masyarakat sipil meninggal dunia berjumlah 5 orang sampai saat ini tahun 2020 masih terjadi penembakan terhadap masyarakat sipil dewasa dan anak sekolah dibawa umur.

 

Nama-nama korban penembakan masyarakat sipil di Kabupaten Puncak:

No

Nama Korban

Umur

Keterangan Korban

  1.  

Minanggen Wakerkwa

60-an

Terjebak di hutan selama 3 hari pasca pengungsian lalu meniggal dunia  pada hari Senin, 26 Agustus 2019 di Di distrik Gome Kabupaten Puncak

        2. 

Yul Magai

18 tahun

Yul Magai       18    Siswa Kelas tiga SMP Ketika hendak ke sekolah tanpa menggunakan pakaian seragam lalu di tembak oleh aparat gabungan. Telah meniggal dunia 28 Agustus 2019 Telah meniggal dunia di kampung Upaga

         3.

Ginobinok Tabuni

60 tahun

Terjebak didalam honai. Karena ketautan penyisiran di Kampung Tegelobak. Pak tua ini tidak bisa lari karena faktor usia akhirnya terbakar bersama honai,        Telah meniggal dunia  di Di distrik Gome

          4. 

Giluarikmban Tabuni    

40 tahun

Meninggalnya hari jumat di pengungsian karena sakit.        Meniggal dunia

         5.

Atanius Murib

17 tahun

Di tembak mati hari jumat 20 Nopember 2020 di perbatasan distrik gome dan agandugume

         6. 

Amanus Alias Maluk Murib

 

Di tembak sedang kritis pada hari jumat 20 Nopember 2020 di perbatasan Distrik Gome dan Agandugume sedang di rawat dirumah sakit.

Sumber: kolaborasi data dari laporan Jubi.co.id dan suarapapua.com.

 

Pendropan Pasukan organik dan nonorganik melebihi kapasitas di Kabupaten Puncak membuat masyarakat trauma. Sebab TNI/POLRI yang didrop ke daerah pengunungan tidak di bekali tentang pengetahuan sosial, budaya, kehidupan masyarakat setempat sehingga TNI POLRI di terjunkan di daerah pengunungan bertidak semenang-menang dan mengorbankan masyarakat sipil tak berdosa secara brutal.

 

Letak geografis Kabupaten Puncak ibu kota dengan kecamatan sangat jauh sehingga masyarakat kecamatan ke ibu kota harus menempuh perjalanan berjalan kaki berhari-hari masuk hutan keluar hutan naik gunung turun gunung dan para pelajar pencari ilmu harus lalui jalur tersebut  termasuk masyarakat kampung ke ibu kota Kabupaten Puncak jalan masyarakat umum sehingga TNI berasumsi jalan tentara pembebasan nasional papua barat organisasi papua merdeka.

 

Fasilitas penunjang sumber daya manusia di Kabupaten Puncak sangat minim di semua kecamatan Kabupaten Puncak sehingga para pelajar harus mengejar mimpinya ke ibukota untuk mengeyam pendidikan dari kecamatan-kecamatan seperti Lambewi, Agandugume, Bela, Dofo, Mabugi, Mayuberi, Magebukme, Oneri Dll sehingga TNI jangan memeriksa masyarakat masuk keluar dari kecamatan ke ibukota dan sebaliknya agar tidak membuat trauma yang mendalam.

 

Oleh karena itu Kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Se-Jawa dan Bali menyampakan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melakukan tugas dan fungsi sebagai tentara harus mengedepankan hukum-hukum perang yang berlaku agar tidak menimbulkan korban-korban terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa.

 

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Puncak Se-Jawa dan Bali dengan tegas mengutuk pelaku penembakan terhadap saudara kami Atanius Murib dan Amanus Alias Maluk Murib yang masih berstatus pelajar dan menuntut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Legislatif, Eksekut serta seluruh stekoholder , Gereje LSM, Pengiat HAM serta seluruh komponen masyarakat Puncak untuk bersatu menuntaskan kasus penembakan tersebut serta adili pelaku penembakan tersebut secara adil di mata hukum yang berlaku di Negara ini.

 

Kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak dengan Tegas Menuntut kepada pemerintah Indonesia.

  1. Segera tangkap dan adili pelaku penembakan terhadap pelajar Yul Magai, Atanius Murib dan Amanus Alias Maluk Murib
  2. Pemerintah daerah kabupaten Puncak segera mencabut perijinan pembangunan KODIM di atas tanah adat di distrik Gome.
  3. Pemerintah kabupaten Puncak, Pemerintah Provinsi Papua segera memfasilitasi tim investigasi independen ke kabupaten Puncak.
  4. Segera tarik pasukan nonorganik dari Kabupaten Puncak wilayah adat Lapago dan Meepago.

 

Demikian dapat kami sampaikan kepada publik atas perhatian dan kerjasa samanya terima kasih Allah bangsa Papua memberkati.

 

Di keluarkan dari Yogyakarta pada tanggal 21 November 2020. Hormat Kami, Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Puncak (IPMAP) Sejawa Dan Bali.

 

Pewarta: Admin/KM

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait