70 Persen Untuk OAP Harus Diamankan

Cinque Terre
Alexander Gobai

3 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAYAPURA KABARMAPEGAA.com – Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) Afirmasi Calon Siswa (Casis) Majelis Rakyat Papua (MRP), Edison Tanati menegaskan dalam pertemuan dengan Wakapolda Papua, Kombes. Pol. Drs. Yakobus Marjuki dalam membicarakan kepentingan rekrutmen Akpol, Bintara dan Tamtama agar merekrut 70 persen untuk Orang Asli Papua (OAP).

 

“Kami MRP berterimakasih kepada Polda Papua yang telah memberikan ruang kepada anak-anak Asli Papua untuk merekrut masuk dalam anggota Polri. Baik itu Akpol, Bintara dam Tamtama. Karena posisi kuota yang diberikan Polda Papua sebesar 70% untuk OAP dan 30% untuk non Papua,” Kata Tanati Kepada kabarmapegaa.com di Ruang Sekretariat Pansus Afirmasi MRP, Abepura Senin (7/5).

 

Kalau Polda Papua, itu 70 untuk OAP dan 30 untuk non OAP. Sedang polda Papua bararti 50 dn 50. Makanya, kami MRP khusus Pansus Afirmasi sangat mengucapa terimaka kasih kepada Kapolda dan Wakopold Papua yang  telah memberika ruang yang baoik bagi anak-aak putra Papua untk masuk bergabung dalam anggota Polri dalam Casis.

 

MRP lebih tekankan disini, kemairin sempat komunikasi kepada Wakapolda Papua yang sebagai Panitai Seleksi. Kuato 70% untuk diamankan memang mereka sudah kasih 70 %  ada kemudahannya yaitu pengecualian untuk tinggi badan bagi daerah pegunungan khusus untuk laki-laki 170 cm dan pesisir 173. Bagi perempuan untuk daerah pegunungan dengan tinggi badan 153 cm dan untuk daerah pesisir 155 cm bagi polisi wanita (Polwan).

 

“Kami Pansus Afirmasi mendorong di Akademik. Kalau boleh Psikotes agar  nilai rata-rata 61 yang sebelumnya mengikuti standar nasional di seluruh Indonesia. Sedangkan kekhususan 70% untuk Papua itu kami minta Untuk menutupi kuato 70%  untuk mendorong  turunkan greatnya dari 50-60 ke atas agar diakomodir,” katanya.

 

Menyangkut kesehatan itu, banyak anak asli Papua yang gugur. Untuk menutupi 70% itu, kami minta adik-adik yang mendapatkan nilai dari 50-60 ke atas bisa diakomodir. Supaya bisa ikut tes kesehatan. 

 

“Kami (MRP-Red) kepada Polda Papua agar khusus Pansus Afirmasi tidak bisa kami kompromi. Bagi mereka yang sakit tetap digugurkan. Jangan memberikan ruang untuk masuk. Lebih bagus gugur di kesehatan supaya bisa berobat agar tahun 2019 bisa kembali ikut tes,” ungkapnya.

 

Kata Tanati: “Jika dapat sakit hepatitis, paru-paru dan penyakit lain yang menghambat pelayanan nanti di masyarakat. Lebih baik digugurkan saja. Karena jangan sampai di saat latihan bisa jatuh sakit.  Dan kami tidak mau kalau ada padangan Negara ini bahwa Polisi Papua itu tidak sehat dalam menjalankan tugas pelayanan. Sementara, kesehatan yang baik, kami akan mendorong untuk ikut pemeriksanaa kesehatan,” katanya.

 

Ia berharap, melalui tes kesehatan itu agar mendapatkan polisi yang sehat secara jasmani dan rohani.

 

“Tes kesehatan itu, kami sudah sepakati bersama Wakapolda dan Direktur RS Bayangkara. Namum, kami masih menunggu Kapolda Papua yang sebagai pimpinan tertinggi di Provinsi Papua untuk dapat menindaklanjuti kepda Polri RI bahwa MRP mendorong 70% direkrut,” harapnya.

 

Pewarta     : Alexander Gobai

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait