AMP: Patut Mendapat Apresiasi

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh, Goo Egedy)*

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com--Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) patut mendapatkan apresiasi. Tentu AMP mendapat apresiasi karena beberapa alasan. Pergerakan AMP adalah satu tindakkan yang wajib dijunjung tinggi perjuangannya. Bahwa tindakkan AMP bukan semata-mata karena benci terhadap siapa pun, atau pihak mana pun, melainkan karena cinta, cinta akan kehidupan. Peregerakan AMP dinilai positif sebagaimana diungkapkan dibawah ini, sekaligus sebagai peneguhan beberapa hal yang mesti diperhatikan.

 

Pergerakan AMP Dinilai Positif

Pertama, AMP telah memiliki kesadaan pentingnya kehidupan. Bahwa AMP mempunya sikap "rasa memiliki." Kesadaran mereka adalah keterlibatan mereka secara aktif dalam memperjuangkan kehidupan. Karena itu, kesadaran AMP ini dinilai sebagai "kesadaran akan pentingnya lehidupan." Bahwa apa pun hukum, apa pun tindakan, semuanya dilakukan untuk memupuk dan menjunjung tinggi kehidupan. Agar kehidupan yang layak sebagai manusia dapat diperoleh. Artinya, dengan menyadari betapa pentingnya kehidupan, apa pun bentuk, apa pun cara yang digunakan untuk membunuh kehidupan harus dilawan. Tentu lawan bukan berarti membunuh "nyawa ganti nyawa," melainkan menyatakan pentingnya menujung tinggi kehidupan. Di mana kehidupan adalah satu anugrah tertinggi yang diterima dari Allah untuk setiap manusia. Sekaligus mengatakan tak seorang pun berkuasa menghilangkan nyawa sesama yang lain. Dalam usaha kesadaran akan kehidupan, menyadarkan pentingnya kehidupan ini, AMP mesti kreatif mengungkapkannya. Misalnya melalui lagu, puisi, pantun, video, MOP, atau apa saja. Sehingga makna pentingnya kehidupan itu menjadi kesadaran bersama, milik bersama, tidak hanya AMP sendiri, tidak juga hanya orang Papua, melainkan semua orang di segala penjuru dunia.

 

Kedua, AMP telah berinisiatif ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah. Apa pun usaha, perjuangan yan dilakukan AMP mesti disatukan dalam upaya Allah menyelamatkan bangsa manusia. Membebaskan bangsa manusia adalah pertisipasi manusia dapah upaya Allah yang berpuncak pada "Paskah." Menyelamatkan manusia, membebaskan manusia tidak lain dan tidak bukan adalah berkorban. Jalan inilah yang ditunjukan oleh Sang Guru (Yesus) yang kita kagumi sebagai seorang tokoh "revolusioner atau proklamator." Perjuangan pembebasan manusia tidak dapat dipisahkan dari Allah, karena manusia adalah buah karya Allah yang mulia. Dalam usaha ini beberapa sikap yang mesti dibangun oleh AMP.

 

Sikap-sikap Penting

Pertama: sikap pantang menyerah. AMP dengan memiliki sikap pantang menyerah akan membuat visi, misi menjadi makin jelas dan mantap. Di sana AMP akan menemukan arah dasar dan arah gerak dari apa yang mesti dikerjakan, sekalipun dalam situasi yang terjepit dan tertekan. Di sini kita juga berguru pada lagu-perjuangan bangsa Indonesia, "Maju tak gentar membelah yang benar.... pasti kita menang. Bergerak.... bergerak.... majulah.... majulah, pasti kita menang." Lagu ini cocok dalam melatih mentak AMP dalam membentuk sikap pantang menyerah.

 

Kedua, sikap rela berkorban. Sikap rela berkorban adalah suatu sikap dasar yang wajib dimiliki oleh setiap anggota AMP. Tanpa sikap ini, dalam pergerakan organisasi maupun kesadaran akan pentingnya kehidupan semua akan terlibat aktif jika situasi mendung, jika mengenakkan atau jika suka. Sikap manusia yang rela berkorban adalah seorang yang mampu meyerahkan diri tanpa syarat, tanpa perhitungan dan pertimbangan. Sikap yang ada adalah komitmen awal, visi-misi awal yang menjadi pondasi untuk diperebutkan. Jika kita belajar dari Yesus, sikap Yesus jelas, bahwa Yesus memilih untuk berorban untuk kebebasan semua manusia, terlebih manusia yang tertindas oleh dosa yang struktur sosial yang menindas saat itu. Yakni Hukum Taurat dipraktekkan sebagai sarana mendatangkan keuntungan bagi ahli-ahli Taurat dan imam-imam agung. Sikap rela berkorban adalah satu sikap, satu kesadaran manjadi "manusia berjiwa pahlawan." Sikap ini wajib dimiliki oleh siapa pun manusia di dunia. Di dalam keluarga seorang menjadi pahlawan bagi keluarganya dengan segala tindakan dan konsekuenaso. Seorang ibu menjadi pahlawan bagi keluarga dengan segala tindakan dan konsekuenasi. Seorang anak menjadi pahlawan keluarga dengan segala tindakan dan konsekuenasi. Dengan demikian, jiwa pahlawan sebenarnya terbentuk dalam keluarga. Setiap keluarga tidak menginginkan anggotanya menderita, sengsara. Kalau pun ada anggota keluar menderita, anggota keluarga yang lain mengkerahkan segala daya kemampuan untuk membebaskan orang itu dari penderitaan, bahkan dalam situasi-situasi yang paling gawat anggota keluarga memilih untuk menjadi pahlawan untuk anggota keluarga yang menderita.

 

Ketiga, Misi kemanusiaan. AMP wajib memiliki misi kemanusiaan, cinta akan kemanusiaan, cinta akan kehidupan. konsekuensinya, ketika kemanusiaan terabaikan, terjadi ketidakadilan terhadap kemanusiaan, AMP harus hadir untuk menyuarakan kemanusian itu. Bahkan misi itu sejalan dengan Allah. Karena itu, Allah pun turut ambil bagian dalam misi itu. Allah sedang berjuang mengembalikan "rupa dan gambar" manusia yang telah hilang karena dosa, kejahatan dan kebengisan manusia. Perjuangan kemanusiaan lahir dari cinta akan kehidupan. Misi kemanusiaan mesti diperluas hingga masuk dalam sanubari setiap manusia. Karena setiap manusia, siapa pun dia, apa pun statusnya, semua menginginkan keselamatan, kemerdekaan dan kebaikan. Ukurannya, seorang presiden pun tidak ingin tinggal dalam penjara atau tidak mau dipenjarakan. Perasaan ini hampir semua manusia menginginkannya.

 

Kempat, AMP harus mempunyai misi kemerdekaan. Misi kemerdekaan wajib dimiliki oleh AMP, dan jika misi ini tidak dimiliki pasti yang adalah hanya mencari nama, jabatan atau kekuasaan. Sehingga jika misi ini tidak terwujud semangat organisasi juga keikutsertaan anggota pun makin menurun, bahkan memudar. Misi kemerdekaan tidak dapat dikurum sexara sempit dalam konteks politik. Misi kemerdekaan mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia. Bahkan misi ini adalah kodrat. Artinya, misi kemerdekaan bukan muncul karena isu kemerdekaan secara politik, melainkan sudah ada, dilahirkan bersama kehadiran diri sebagai manusia. Misi kemerdekaan secara politik dapat terwujud jika misi kemerdekaan lain pun terwujud. Namun, misi kemerdekaan dipikirkan secara sempit, pasti ketertindasan makin menumpuk, bahkan berakhir pada kemusnahan. Satu hal penting sebelum mewujudkan misi kemerdekaan secara politis adalah medeka secara rohani. Merdeka secara rohani yang dimaksud adalah membebaskan diri dari kecenderungan dosa, tindakan dosa, atau dosa itu sendiri. Yang berikut adalah merdeka secara moral. Artinya, tahu bagaimana besikap dan bertutur secara baik, benar dan terpilah-pilah. Selanjutnya, merdeka secara intelektual. Artinya, menjadi manusia yang mampu secara intelektual. Mampu menganalisa dan mengkritis sesuatu, mampu mencari jalan keluar dari setiap persoalan yang dimiliki.

 

Beberapa hal ini menjadi perhatian secara khusus AMP dan pada umumnya setiap manusia. Sekaligus merupakan apresiasi setinggi-tingginya untuk saudara-saudara AMP yang dengan cara hadir untuk dan demi menyelamatkan manusia dan tanah Papua. Salam persaudaraan.

 

Penulis adalah mahasiswa tugas belajar asal Papua Kuliah di Jawa)*

Baca Juga, Artikel Terkait