Alasan Surat Izin, Dua Kali Mahasiswa Ditahan

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com– Sekretaris Umum Solidaritas Papua Barat Untuk Korban Gempa Bumi Di Papua New Guinea (PNG), Chris Dogopia menilai penahanan mahasiswa dan pemuda yang melakukan aksi galang dana untuk korban gempa di PNG sudah sangat keliru. Alasan ditahan karena belum ada surat izin yang diberikan kepada pihak kepolisian.

 

“Mahasiswa dan Pemuda yang ditahan pada hari dan jumlah orang yang berbeda. Hari pertama sebanyak 5 orang pada hari kamis tanggal 5 April 2018 dan hari kedua sebanyak 11 orang pada hari sabtu 7 April 2018,” kata Dogopia Kepada  Bintang Papua dari Abepura, Minggu (08/04) belum lama ini.

 

Kata dia, surat  pemberitahuan bernomor: 01/WPSED-PNG/SP-III/2018.001, tertanggal 14 Maret 2018 Kepada Pihak Kepolisian Daerah Papua (POLDA Papua), Kepolisian Resor Jayapura dan juga kepada Kepolisian Sektor Abepura bahwa akan melakukan penggalan dana mulai dari tanggal 15 Maret – 15 April sudah dimasukan dan diterima.

 

“Itu berarti, mulai dari tanggal itu sudah  berlaku hingga berakhir,” katanya.

 

Ada jadwal yang menjadi kegiatan penggalangan dana, diantaranya seperti menjalankan kotak sumbangan, sukarela di beberapa titik Keramaian Kota/Kabupaten yang dilakukan tiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu.     

       

“Ini sudah berjalan, dan 11 kali kami sudah melakukan penggalan dana,” katanya.

 

Ia berahap kepada pihak kepolisian agar melihat kembali surat masuk tertanggal 12 Maret 2018 dan 14 Maret 2018 juga Perlu berkordinasi dengan Kapolda Papua dan Kapolres Jayapura untuk memastikan Surat yang telah diberikan.

 

Data yang himpung media ini dari hari  pertama dan kedua  sebagai berikut Efri Tabuni, Albert Yatipai, Brata Pekey, Basten Tekege, Steven Gobay, Aprianus kakyarmabin, denis N. Wanmang, Sislia. M Elopere, Anna. M Magai, Kornelia Uropmabin,Kokay mujijau, Ndoringga Yarinap dan  Dewo Wandikbo

 

Sebelumnya, seperti yang dikutip suarapapua.com, AKPBP. Gustav Robby Urbinas, Kapolresta Jayapura ketika konfirmasi  melalui pesan elektronik menjelaskan “mereka diamankan dibawa ke Polsek karena oknum tidak ada ijin kegiatan dan pemberitahuan ke pihak kepolisian atau rekomendasi pemerintah. Kondisnya seperti itu orang mabuk. Mereka bukan ditangkap, Trimsn.

 

Kopolres juga mengatakan generasi sekarang  harus diarahkan dengan cara-cara yang bermartabat.

 

Pewarta     : Alexander Gobai

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait