Aris Yeimo: penting mengenal kembali asal-usul  pulau Papua dan sejarah

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

 

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Orang Papua pada umumnya sangat penting untuk mengenal kembali asal usul terbentuknya pulau Papua, sejarah Papua dan  sejarah hidup bersama  Indonesia.

 

Hal ini disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Papua, IPMA Papua Jogja, Aris Yeimo saat menyampaikan materi saat seminar dan diskusi. Senin (2/4/2018) bertempat di asrama Mahasiswa Kabupaten Paniai, Jln. Santan, Kompleks TNI/AU, DIY.

 

Dalam seminar dan diskusi yang difasilitasi diselenggarakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai dibawa naugan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai Yogyakarta-Solo (Ipmanapandode Joglo) ini, Aris mengajak kepada peserta diskusi untuk terus mengali kembali sejarah Perjuangan Rakyat Papua.

 

“Orang Papua perlu mengalih kembali sejarah perjuangan rakyat Papua karena orang mengenal sejarah berarti orang mengenal jati diri yang sesungguhnya,” jelasnya.

 

Menurut Yeimo, selain mempelajari sejarah Papua, penting juga belajar tentang  sejarah hidup negara Indonesia. “Mengusir penjajah dan bagaimana alasan mencaplokan Papua Barat dari Indonesai bahkan sejarah kemerdekaan Papua barat serta proses Penentuan Pendapat Rakyat (pepera 1969) serta sejarah dalam kuasa orde baru dan era Reformasi Indonesia,” paparnya.

 

Yeimo mengatakan, sejarah yang tertulis sangat penting sekali untuk membaca dan memahami isinya agar kita memperjuangkan hak hidup sebagai orang Papua ras  Malanesia.

 

“Sebelum membahas sejarah tertulis penting juga mencari tahu kembali tentang Papua secara lisan lewat cerita-cerita kedua orang tua kita, juga tete nenek yang masih hidup, supaya dapat menghubungkan kembali sejarah tertulis dan sejarah lisan,” katanya.

 

Sementara itu, Damianus Nawipa yang juga sebagai senior Ipmanapndode Joglo, menjelaskan sejarah singkat tentang keadaan daerah kab. Paniai  dulu hingga sekarang juga tetang  persoalan  PT. Freeport Indonesia ekspedisi  J.J Dozy tahun 1967.

 

Kemudian, penjelasan yang serupa juga utarakan oleh Agustinus Kadepa yang juga sebagai Sekretaris IPMAPAN Jogja.

 

Kadepa menjelaskan sejarah singkat PT Freeport  awal 1967  hingga sekarang yang membawa kematian bagi orang Papua.

 

“Kita generasi mudah papua berusaha untuk menghentikan   kontrak kerja PT Freeport 2021 karena bagi Papua bukan menguntungkan tetapi membawa kematian nyawa,” jelasnya.

 

Katanya, bukan PT Freeport saja tetapi otonami khusus juga mempengaruhi orang Papua dalam kematian sehingga orang papua wajib mendukung 2021 mendatang harus tutup.

 

Pantaun media ini diskusi dan seminar berjalan semestinya. Ada pun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini kurang lebih 16-an pelajar dan mahasiswa yang juga sebagai anggota Ipmanapandode Joglo serta partisipan. Kemudian dalam diskusi dan seminar yang berthemakan “ Pendalaman Sejarah Bangsa Papua” dengan pematik materi Aris Yeimo ini dibantu oleh Agustinus Kadepa dan Otniel Degei.

 

Pada akhri kegiatan, saat dihubungi media ini, ketua Ipmapan Jogja, Asnselmus Gobai juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pemateri serta  peserta diskusi.

 

Kegiatan tersebut berakhir dimulai dari pukul 19.30 WIB hingga berakhir pada pukul 22.22 WIB.

 

Pewarta: Anselmus Gobai

Editor: Manfret Kudiai

Baca Juga, Artikel Terkait