Diajak Mahasiswa Paniai Harus Menulis

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

 

 

JAYAPURA, KABAR MAPEGAA.com - Sedikitnya mahasiswa asal Paniai yang mengenyam pendidikan di Jayapura diajak menjadi penulis pada Pelatihan Jurnalistik di Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Provinsi Papua, Expo Waena,  Sabtu, (31/03/18).

 

Kegiatan itu diselenggarakan dari salah satu Ikatan Lokal di Jayapura bernama Ikatan Pemuda,  Pelajar dan Mahasiswa Yatomo (IPPMY) yang dihadiri 45 peserta dari berbagai Ikatan  lokal Paniai di Jayapura.

 

Badan Pengurus (BP) IPPMY, Marco Tatogo, mengatakan dilakukan kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa/i termotivasi di dalam dunia jurnalistik yang selama ini wartawan Asli Papua krisis dalam dunia tulis-menulis. 

 

"Menulis itu sangat penting dan mereka harus mengenal tulis-menulis terutama di bidang profesi jurnalistik, " katanya. 

 

Ia terkesan dengan berbagai persoalan yang sering terjadi di Papua, seperti kekerasan,  pembunuhan,  penebangan pohon secara liar, hilangnya budaya, seniman musik dan peristiwa lainnya. Hal ini menurutnya,  harus diangkat dengan cara menulis bukan hanya dilawan dengan aksi dan demo. 

 

"Saya berharap kepada para peserta agar mereka fokus sehingga setelah pelatihan, mereka mampu menerapkannya di lapangan,” ujarnya.

 

 

Semenatara itu, salah satu jurnalis  Jubi, Asal Paniai, Abeth  Youw menjelaskan, dilakukan pelatihan ini salah satunya menyiapakan kader-kader menjadi jurnalis.

 

“Ya, paling tidak sebanyak 45 peserta yang mengikuti pelatihan ini bisa menjadi jurnalis,” harapanya.

 

Kata Senior Mahasiswa Paniai itu, mendatangkan pemateri  yang   hebat, yaitu Viktor Mambor, Direktur Perusahaan Koran Jubi dengan harapan agar peserta termotivasi menjadi jurnalis.

 

“Tidak bermaksud lain, mereka harus menjadi penulis Asli Papua saja,” harapnya.

 

Di tempat yang sama, salah satu peserta, Yudas Nawipa merasa gembira, karena telah mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa senang, karena materi yang saya dapatkan menjadi bahan untuk saya terjun di lapangan,” katanya.

 

Pewarta     : Alexander Gobai

 

 

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait